MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 24 (Bimbang)


__ADS_3

Aulia diam saja belum berani menjawab pertanyaan Bayu. Sedangkan Gani sudah kasih kode untuk menerima cintanya Bayu.


"Mas, tapi aku belum bisa menjawab sekarang. Aku perlu waktu untuk memikirkannya." jawab Aulia.


"Baiklah, aku mengerti maksudmu. Yang penting kamu sudah tahu maksud kedatanganku kesini." ucap Bayu.


"Iya, Mas Bayu. Saya juga ucapkan terima kasih karena telah membantu keluarga saya." ucap Aulia.


"Sama-sama, sebaiknya saya permisi dulu. Karena hari sudah hampir gelap juga." ucap Bayu.


"Kok buru-buru saja Nak Bayu, apa nggak sekalian makan malam disini.!" ujar Pak Sardi.


"Terima kasih Pak. Lain kali saja karena saya masih ada urusan." jawab Bayu.


Kemudian Bayu dan Gani melangkah keluar lalu masuk mobil, Aulia dan Ayahnya mengantar mereka sampai depan. Setelah mobil Bayu menghilang di belokan ujung jalan, Aulia dan Ayahnya kembali masuk rumah.


"Lia, maafkan Ayah ya Nak, kalau sebelumnya Ayah membuatmu sedih dengan perjodohan dengan Fatih. Untung saja ada Bayu yang membantu mengeluarkan Ayah dari belenggu lilitan hutang pada Pak Broto." jelas Pak Sardi.


"Mas Bayu itu tadi kok tiba-tiba datang dan meminta Aulia jadi istrinya itu gimana ceritanya.?" tanya Aulia.


"Ayah juga nggak tahu, Nak. Tiba-tiba datang sama Gani dan mengutarakan maksudnya sama Ayah. Lalu dia menceritakan siapa sebenarnya Fatih. Dia tahu kalau Fatih itu sudah punya istri dan dia juga tahu kalau Fatih selalu kasar sama istrinya." jelas Pak Sardi.


"Apa Yah,! Bang Fatih sudah punya istri?" seru Aulia dengan matanya membulat menatap Ayahnya.


Dia nggak tahu kalau Fatih sebenarnya sudah punya istri dan Ayahnya tega menyetujui permintaan Pak Broto untuk menjodohkan dirinya dengannya. Tapi dia segera tersadar kalau Ayahnya melakukan semua ini karena keadaan.


"Maafkan Ayah, ya Nak. Ayah terpaksa melakukan ini karena sudah tidak tahu lagi dengan cara apa Ayah bisa melunasi hutang Ayah." jawab Ayahnya sambil memegang bahu Aulia.


"Iya Yah, Aulia mengerti. Mafkan Lia juga karena belum bisa membantu melunasi hutang Ayah. Karena Lia fokus sama sekolah Adik." jawab Aulia.


"Sudahlah Nak, jangan menyalahkan diri sendiri dan kita harus memikirkan masalah kamu selanjutnya. Nak Bayu itu kelihatannya serius sama kamu dan dia juga baik. Jadi tolong pertimbangkan sekali lagi." ucap Pak Sardi.


"Iya Yah, nanati Lia akan mempertimbangkannya lagi dan memikirkan masalah ini." jawab Aulia.


"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu dan makan. Pasti kamu capek pulang kerja. Ibu belum pulang dari rumah Pak Guntur karena disuruh menyetrika baju-bajunya." ucap Pak Sardi.

__ADS_1


(****)


Saat dirumah, ketika lagi di meja makan Bayu membahas soal dia yang mau melamar Aulia.


"Gimana Bay, kamu sudah mendatangi gadis itu untuk mengutarakan apa maksud kamu," tanya Bu Santy.


"Sudah Ma, tadi sore Bayu kesana sama Gani.!"


"Lalu gimana responnya.?"


"Bagus, tapi Aulia minta waktu untuk menjawabnya. Dan kebetulan saat Bayu kesana ternyata si rentenir itu juga datang dan kami berdiskusi akhirmya beliau setuju asalkan Bayu bisa melunasi hutang Ayahnya." jawab Bayu.


"Apa, kenapa kamu sampai yang melunasinya.?" sahut Pak Ridwan.


"Ya biar Aulia bisa lepas dari cengkraman Pak Broto, Pa. Saat itu yang ada dalam pikiran Bayu hanyalah gimana cara membatalkan pertunangan Fatih sama Aulia.!" jelas Bayu.


"Ya ampun Bayu, jadi anak jangan super baik banget gini. Nanti kalau ada yang jahat bisa dimanfaatin kamu." jawab Papanya.


"Nggak apa-apa, Pa. Karena Bayu sudah jatuh cinta sama gadis itu. Bayu melihat sosok Dini ada pada gadis itu. Dan Bayu nggak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya." jawab Bayu.


"Bukan begitu, Pa. Saya menganggap dia tetap sebagai Aulia. Cuma Bayu melihat kepribadiannya dan pembawaannya kalem mirip Dini. Sudah itu saja. Sosok wanita yang Bayu impikan memang ada di Aulia Pa." jelas Bayu.


"Baiklah kalau begitu, yang penting jangan sampai mempermainkan hati wanita. Ingat itu,!" ucap Pak Ridwan.


"Baik Pa.!"


"Oh iya, soal kamu mau buka toko sepatu itu gimana, apa kamu punya modalnya.?"


"Memang Bayu berniat membuka usaha. Soal modal Bayu sudah menyiapkan meskipun nggak banyak. Dan kebetulan spal supplay barangnya Bayu di support teman Bayu. Jadi nanti sistemnya konsinyasi. Bayu tinggal menyediakan tempat dan keperluan lainnya." jawab Bayu.


"Oh iya Mama lupa mau menyampaikan sesuatu sama Papa dan kamu. Kemarin Mama ketemu Bu Weni adiknya Pak Arman di Bank. Dia menceritakan apa yang terjadi dengan Pak Arman." ucap Bu Santy.


"Memangnya Pak Arman kenapa Ma.!"


"Sejak kejadian yang kita ke rumahnya waktu itu, Pak Arman sering sakit dan mikirin soal Dinda. Darah tungginya sering kambuh. Dan yang lebih parah lagi itu soal Dinda." ucap Bu Santy.

__ADS_1


"Soal Dinda? Memang Dinda kenapa.?" tanya Bayu.


"Kata Tante Weni Dinda itu hamil." jawab Bu Santy pelan.


"Hah! Hamil?" ucap Bayu.


"Kok bisa gitu Ma.?" kini Pak Ridwan menyaut.


"Saat ulang tahun temannya, ada yang sengaja memasukan obat dalam minuman Dinda dan pemuda itu. Dan katanya pemuda itu juga nggak tahu kalau Dinda sedang hamil, karena dia langsung balik ke Jakarta." jawab Bu Santy.


"Astaga, kok sampai begitu sih. Becandanya kelewatan banget. Dinda memang anaknya beda dengan Dini. Dia sedikit berani dalam bergaul dan suka tantangan. Makanya sampai kejadian itu terjadi karena keteledoran dia." jawab Bayu.


"Lalu sekarang gimana kabarnya Dinda.?"


"Dia lebih banyak diam dan murung di kamar. Jadi kalau pulamg kerja langsung masuk kamar dan nggak keluar." jawab Bu Santy.


"Kasihan dia, Ma. Tapi, mau gimana lagi. Ini mungkin bentuk konsekuensi dari Allah karena dia kurang hati-hati dan sering main." jawab Bayu.


"Terus gimana kalau perutnya semakin besar, apa nggak ada niatan mencari laki-laki itu.?" tanya Pak Ridwan.


"Mama juga nggak tahu. Tante Weni nggak cerita soal itu."


Kemudian Pak Ridwan menoleh kearah Bayu. Sedangkan Bayu sendiri nggak mengerti kalau sedang dipwrhatikan oleh Papanya. Bu Santy pun demikian, dia memandang Bayu kemudian beralih menoleh kearah suaminya.


"Bay, apa kamu nggak berniat membantu Dinda.?" tanya Pak Ridwan.


"Maksud Papa membantu gimana. Kan Katanya laki-laki itu sudah balik Jakarta.!" jawab bayu sambil menatap Papanya.


"Misalnya dengan menutup aib tersebut, caranya adalah menikahinya.!"


Ucapan Pak Ridwan bagi Bayu seperti petir di siang bolong. Kok bisa Papanya punya pikiran seperti itu. Bayu semakin bingung dan heran dengam sikap Papanya itu.


Bayu nggak pernah terlintas dan terbayang untuk menikahi Dinda dalam keadaan hamil. Bayu hanya bisa menghela nafas dan tidak bisa berkata apa-apa.


------------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2