
Sesaat Aulia mengamati foto tersebut. Dia mencoba memperhatikan wajah perempuan yang ada dalam foto tersebut. Aulia kagum karena perempuan itu cantik sekali. Rambutnya panjang, wajahnya imut dan kulitnya putih.
"Kenapa kamu memperhatikan foto itu, sekarang kamu bisa lihat sendiri, kan. Gimana Mas Bayu mencintai kakakku," ucapan seseorang dari belakang membuat Aulia kaget.
Dia langsung menoleh ke belakang dan mendapati Dinda sudah di belakangnya. Aulia lalu meletakannya kembali foto tersebut ke tempat semula.
"Eh Mbak Dinda, sudah lama datangnya,?" tanya Aulia sedikit gugup.
"Sudah lama, sejak kamu mulai melihati foto Mas Bayu dan kakakku."
"Ada perlu apa Mbak Dinda datang kesini, Bu santy barusan pamit keluar sebentar," ucap Aulia.
"Terserah aku kesini mau apa, biasanya aku juga sering ke rumah ini.!"
"Oh ya sudah kalau gitu, silakan duduk.!"
Kini Aulia kembali duduk di ruang tengah dimana sebelumnya dia duduk disitu. Kemudian Dinda melihat foto yang tadi di lihai oleh Aulia. Matanya berembun setelah melihat foto Bayu dan Dini.
Kali ini Aulia merasa nggak nyaman sama sekali di rumah Bayu. Dia memperhatikan ponselnya, lalu kemudian di taruh lagi di atas meja. Kini matanya tertuju keluar melihat kearah pintu kali aja Bu Santy sudah pulang.
Dan Tuhan mendengarkan doanya, kini Bu Santy sudah datang dan masuk ke dalam rumah. Dia kaget melihat Dinda berdiri sambil memegangi foto Bayu dan Dini. Kemudian dia menoleh kearah Aulia yang duduk di kursi dengan diam.
"Dinda,!" seru Bu Santy.
Seketika Dinda menoleh ke sumber suara itu. Kemudian dia mendekati Bu santy dan langsung memeluk lengan wanita paruh baya itu.
"Tante dari mana kok lama amat, aku sudah menunggu dari tadi," ucapnya basa-basi sambil melirik ke arah Aulia.
"Tante dari minimarket sebentar, ada yang harus Tante beli sekalian belikan Aulia makan. Tante belum sempat masak soalnya, tadi habis ngajar langsung bersih-bersih rumah," jawab Bu Santy.
__ADS_1
Seketika pegangan tangan di lengan Bu Santy dilepas oleh Dinda. Dia kini merasa minder karena ternyata Mamanya Bayu sudah akrab dengan Aulia.
"Oh gitu, Om Ridwan kemana,?" dia mulai mengalihkan pembicaraan.
"Om Ridwan belum pulang, karena masih ada tugas yang harus dia koreksi. Oh iya Lia, ini tadi Mama belikan nasi padang, tolong kamu bawa ke meja makan, ya,?" titah Bu Santy.
Aulia langsung bergegegas berdiri dan melakukan apa yang di perintakan oleh Bu Santy. Dia heran kenapa Bu santy menyebutkan kata "Mama" buat dirinya. Apa mungkin karena ada Dinda. Batinnya.
"Oh iya, Din. Kamu ada perlu apa ke sini,?" tanya Bu Santy sambil duduk di kursi.
"Tadinya saya janjian sama Mas Irwan, tapi berhubung Mas Irwannya belum pulang, dan saya lihat rumah Tante pintunya kebuka, jadi Dinda masuk saja ke sini sekalian nunggu Mas Irwan," jelas Dinda.
"Oh ya sudah kamu tunggu saja di sini, sebentar Tante tinggal dulu melihat Aulia," jawabnya sambil beranjak menuju ruang makan.
Dinda semakin kesal demgam sikap Bu Santy yang mungkin dengan sengaja memanas-manasi Dirinya. Apalagi sekarang dia di cuekin sendirian di ruang tengah.
"Mama males ladenin dia. Misal kalau dia nggak nyaman, biar dia pergi saja."
"Bu Santy bisa saja. Mbak Dinda kan temannya Mas Bayu. Kalau gitu biar Aulia yang temani, ya? Lagian ini juga sudah selesai natanya," ucap Aulia.
"Kamu memang baik sekali, Lia. Semakim salut Mama sama kamu," ucap Bu Santy sambil memegang tangan Aulia.
"Sudahlah Bu, ini saya bawakan minum buat Mbak Dinda."
Bu santy mengangguk dan melihat Aulia melangkah pergi meninggalakannya sendiri di meja makan. Kini Aulia mendekati Dinda yang masih duduk.
"Maaf Mbak Dinda, ini minumnya."
Dinda hanya menoleh sebentar kemudian dia kembali memperhatikan ponselnya. Sedangkan Aulia kini duduk di dekat Dinda. Mereka sejenak terdiam dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil datang. Aulia lalu bergegas ke meja makan untuk memberitahukan ke Bu Santy siapa yang datang.
Lalu Bu santy melihat keluar untu memastikan siapa yang datang. Dan ternyata Pak Ridwan.
"Loh, Nak Aulia. Sudah lama,?" tanya Pak Ridwan.
"Iya, Pak. Sudah dari jam dua tadi," jawab Aulia sambil mencium punggung tangan laki-laki paruh baya itu.
"Pa, ada Dinda di dalam," bisik Bu santy sama suaminya.
"Loh,! ada apa, Ma,?" tanya Pak Ridwan.
"Katanya nunggu Irwan pulang kerja."
Akhirnya Pak Ridwan dan Bu Santy menuju kamarnya. Dinda langsung berdiri dan menyalami Pak Ridwan. Setelah itu Pak Ridwan dan Bu Santy langsung masuk kamar.
"Maaf, Mbak Dinda. Saya tinggal Sholat dulu, ya,?" ucap Aulia.
"Oh iya, silakan.!"
Dinda sekarang duduk sendirian di ruang tengah, sedangkan Aulia masuk kamar karena mau sholat Ashar. Hampir tiga puluh menit Aulia belum keluar kamar.
Tak lama kemudian ada suara motor datang masuk ke halaman rumah. Dinda berdiri dan melangkah keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Kamu kenapa di sini,!"
-------------------------------
Next..
__ADS_1