MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 39 (Bayu tunangan)


__ADS_3

Setelah beberapa minggu kedepan, Bayu memutuskan untuk bertunangan dengan Aulia. Sehari sebelumnya Bayu dan Aulia membeli semua perlengkapan buat acara lamaran. Memang mendadak karena Mamanya bilang mendingan di lamar dulu meskipun menikahnya masih tahun depan.


"Sayang, nanti kita belanjanya sama Mama, ya,?" ucap Bayu saat menjemput Aulia di rumahnya.


"Iya, Mas. Aku terserah Mas Bayu saja."


"Ibu apa mau ikut,?" tanya Bayu sambil mendaratkan badannya di kursi.


"Nggak usah, Mas. Ibu kan harus siapkan buat jualan nanti," jawab Aulia.


"Ya sudah kalau gitu."


"Iya, Mas. Ini saja dia belum pulang dari pasar."


"Baiklah, kalu begitu kita langsung berangkat saja."


"Oke," jawab Aulia sambil menatap Bayu.


.


.


.


Ketika sampai di Mall, Bayu dan Aulia serta Bu Santy langsung ke sebuah butiq yang khusus menjual baju muslim. Kali ini Bu Santy menuju deretan baju muslin yang khusus untuk pesta.


Banyak model busana yang di pajang di butiq tersebut dan Aulia sangat takjub dengan beberapa pakaian muslim yang bagus-bagus.


"Nak Lia, silakan kamu pilih yang kamu suka," ucap Bu Santy.


Aulia langsung menoleh kearah Bayu, lalu kemudian Bayu mengangguk sambil tersenyum. "Iya, Lia. Kamu pilih satu baju muslim, dan satu kebaya muslim."


"Apa nggak kebanyakan, Mas,?" tanya Aulia.


"Enggak lah, yang kebaya buat acara lamaran, yang satunya buat isi seserahan," jawab Bayu.

__ADS_1


"Iya, Lia. Benar apa yang di katakan Bayu. Kamu pilih dua yang kamu suka," sahut Bu Santy.


"Baiklah, Bu."


"Kamu juga Bay, kamu cati kemeja buat acara lamaran yang warnanya senada dengan bajunya Aulia. Lengan panjang saja biar kelihatan gagah," ucap Bu Santy.


"Beres, Ma."


Aulia dan Bayu melangkah berdua memilih baju mereka, sedangkan Bu Santy sibuk mencari bajunya sendiri dan Pak Ridwan. Setelah keduanya sudah mendapatkan baju, maka kini mereka menuju bagian perlengkapan wanita.


Aulia dan Bu Santy yang sibuk dengan keperluan Aulia untuk urusan dalaman wanita. Bayu langsung menghindar disaat mereka berdua memilih-milih.


Sudah hampir tiga jam mereka bertiga mencari semua keperluan untuk lamaran. Dan setelah itu mereka menuju ke rumah makan untuk sekedar makan siang.


"Bay, nanti kalau Aulia sudah menjadi istrimu, bisa-bisa kamu langsung gemuk," ucap Bu Santy.


"Ah, Mama bisa saja. Emang apa hubungannya,?" tanya Bayu heran.


"Aulia kan Ibunya buka warung nasi, pastinya dia bisa masak. Nah, nanti kamu bakal dimasakin sama Aulia yang enak-enak," ucap Bu Santy sambil tersenyum.


Bu Santy dan Aulia langsung saling pandang dan tersenyu. Mereka lalu tertawa ketika melihat mimik muka Bayu yang seperti anak kecil.


Mereka kelihatannya akrab sekali, Bu Santy memang sudah sayang dengan Aulia, makanya dia sangat memanjakan calon menantunya itu.


(***)


Keesokan harinya acara lamaran Bayu dan Aulia dilaksanakan. Bayu mengajak Irwan beserta istrinya Dinda. Lalu dari keluarga Bu Santy yang lain.


Hanya dua mobil saja, yang mobil Pak Ridwan diisi Bu Santy dan Pak Ridwan serta Om dan Bibinya Bayu yang dari luar kota. Sedangkan mobilnya Bayu di naiki Bayu, Irwan dan Dinda serta Gani.


Sekitar tiga puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Aulia. Tampak rumah Aulia sudah banyak orang, mungkin keluarganya.


Perlahan mereka turun dari mobil, Bayu terlihat gagah dengan pakaian batik lengan panjang. Semua tampak sumringah karena Bayu akan mendapatkan calon istri yang sangat baik.


Mereka semua disambut oleh keluarga Aulia dengan ramah. Tampak Ibu dan adiknya berdiri diantara keluarga yang lainnya. Tak lama kemudian Aulia keluar dengan memakai kebaya muslim dengan warna navi.

__ADS_1


Bayu sontak kaget karena melihat kecantikan Aulia yang kali ini seperti putri. Dengan sapuan make up yang kalem menambah kecantikan Aulia yang nyaris sempurna.


"Bay, Aulia tampak cantik baanget,!" ucap Bu Santy lirih.


"Iya, Ma. Bayu juga pangling kalau Aulia di dandanin seperti itu," jawab Bayu.


"Mama semakin suka sama dia. Dapat menantu cantik yang nyaris sempurna," ucap Bu Santy.


Tak lama kemudian Pak RT setempat membuka acaranya lantaran dimintai tolong oleh Aulia dan keluarganya. Sekitar lima menit kemudian barulah acara tukar cincin.


Bu Santy maju ke depan untuk dimintai tolong untuk memakaian semua perhiasan, dari kalung sampai cincin tunangan. Ibunya Aulia tampak berkaca-kaca melihat anaknya sudah dilamar orang.


Setelah itu acaranya hampir berakhir, semua dari kedua keluarga kini melakukan foto-foto lalu dilanjut ke makan-makan.


Akhirnya acara lamaran Bayu sudah selasai, kini mereka tinggal menikmati makan-makan. Tampak Aulia yang duduk bersama Bayu. Mereka berdua kelihatan serasi banget dengan menggunakan pakaian seperti itu.


"Bay, selamat ya, karena kamu sudah tunangan dengan wanita yamg kamu cintai," ucap Irwan.


"Oh iya makasih, Ir. Doakan lancar sampai hari H," jawab Bayu.


"Mas Bayu, selamat ya. Karena kamu sudah resmi tunangan dengan wanita pujaanmu," sahut Dinda sambil melirik ke Aulia sinis.


Aulia langsung menunduk ketika ditatap Dinda yang sepertinya masih iri dengan Aulia. Irwan buru-buru mengajak istrinya untuk menjauh dari orang-orang tersebut.


"Din, kamu kenapa sih sama Aulia, pandangan kamu begitu sinis,?" tanya Irwan.


"Mas Irwan ini kenapa sih, tiba-tiba bertanya seperti itu,?" jawab Dinda sewot.


"Aku tadi nggak sengaja kamu menatap Aulia segitunya. Apa kamu cemburu karena Aulia yang dipilih Bayu, bukan kamu,!" ucap Irwan keras.


Dinda tidak menjawab dia hanya menundukan wajahnya karena ketakutan. Bagaimanapun juga Irwan sekarang adalah suaminya.


--------------------------


Next.....

__ADS_1


__ADS_2