
Bayu kaget karena siapa yang datang. Perempuan yang mirip Dini tadi siang kini berdiri dihadapannya pas. Mata Bayu tidak berkedip lantaran memeperhatikan wajah Bu windy tersebut.
Sedangkan perempuan itu jadi gugup dan kikuk karena Bayu menatapnya sampak segitunya. Dia nggak berani membalas tatapan Bayu karena dia sendiri takut.
"Den Bayu, ini Bu Windy datang mencari Den bayu," seru Bu Sumi memecahkan lamunan Bayu.
"Oh i..iya, Bu. Silakan duduk Bu Windy," ucap Bayu.
"Makasih Pak Bayu," jawab Bu Windy seraya mendaratkan tubuhnya di kursi.
"Kalau boleh saya tahu ada keperluan apa ya Bu Windy datang ke mess malam-malam gini,?" tanya Bayu.
"Begini Pak, besok itu kita berdua diminta Pak Adrian meeting di hotelnya Pak Gazi di Jogja. Beliau bisanya hari sabtu karena hari seninnya Pak Gazi mau pergi ke Jakarta. Jadi, nanti kita berangkat pakai mobil kantor sama sopir," ucap Bu Windy.
"Oh iya Bu. Jam berapa kita berangkatnya,?" tanya Bayu.
"Sekitar jam tujuh pagi kita langsung berangkat dari mess ini. Kebetulan rumah kontrakan saya tak jauh dari mess ini masih satu komplek," jawab Bu Windy.
"Oh gitu, berarti besok kita masuk kerja atau gimana,?" tanya Bayu.
"Nggak usah Pak. Anggap saja kita diundang makan siang. Karena waktunya sudah mepet," jawab Bu Windy.
"Oh gitu. Baiklah Bu. Besok saya tunggu disini."
"Ya sudah Pak Bayu, saya permisi dulu."
"Baiklah Bu Windy, mari saya antar ke depan," ucap Bayu sambil berjalan mengikuti Bu Windy.
Bayu berjalan dibelakang Bu Windy. Sesampainya di teras depan, Bu Windy kembali berpamitan sama Bayu. Sedangkan Bu Sumi menyusul ke depan dengan membawa minuman.
"Loh Bu Windy kok sudah pulang. Ini barusan saya buatkan minum," ucap Bu Sumi.
"Oalah, makasih Bu Sum. Saya sebentar saja hanya mengabari Pak Bayu. Besok mau pergi ke Jogja," jawab Bu Windy.
"Oh gitu ya Bu, ya sudah nggak apa-apa. Nanti biar minumannya diminum Den Bayu saja."
"Oh iya Pak Bayu, tolong masukan nomor Pak Bayu, karena penting jika untuk menginfokan sesuatu," sahut Bu Windy seraya menyerahkan ponselnya kearah Bayu.
__ADS_1
Bayu lekas memasukan nomornya ke ponsel Bu Windy. Setelah itu dia kembali memberikan ponsel tersebut kepada Bu Windy.
"Baiklah Pak Bayu. Mari saya pamit dulu."
"Iya silakan Bu Windy. Hati-hati," jawab Bayu dengan melemparkan senyuman yang manis.
Perlahan Bayu masuk kembali ke mess diikuti oleh Bu Sumi. Dia menuju ruang tengah lagi dimana sebelumnya dia duduk santai.
"Diminum dulu Den Bayu, nanti keburu dingin," ucap Bu Sumi seraya meletakan cangkir itu diatas meja.
"Bu, duduk sini sama saya."
"Iya Den," jawab Bu Sumi sambil duduk di kursi tersebut.
"Oh iya, Bu Sumi kalau akhir pekan gini nggak pernah pulang,?" tanya Bayu.
"Nggak pernah Den, kan Ibu tinggal sendirian disini. Suami Ibu sudah lama meninggal, lalu anak-anak Ibu sudah punya keluarga masing-masing," jelas Bu Sumi.
"Oh gitu. Pantesan Ibu nggak pulang. Misal dulu nggak ada orang-orang baru seperti saya, Ibu hanya tinggal sama keponakannya boss yang kemarin itu,?" tanya Bayu.
"Iya Den," jawab Bu Sumi.
"Iya den, ya sudah. Ibu mau ke belakang dulu. Den Bayu dilanjut aja nonton tvnya."
"Baik Bu."
(***)
Keesokan harinya Bayu sudah siap-siap dari pagi. Bangun jam lima pagi langsung mando dan sholat subuh. Setelah itu dia bersiap-siap untuk berangkat ke Jogja menemui pemilik hotel.
"Den Bayu sudah siap,?" tanya Bu Sumi.
"Iya Bu, kan kemarin Bu Windy bilangnya jam tujuh pagi berangkatnya," jawab Bayu.
"Sarapannya sudah siap, Den. Lebih baik perutnya diisi dulu, kan mau perjalanan jauh."
"Iya Bu, makasih ya sudah melayani Bayu dengan baik," ucap Bayu.
__ADS_1
"Iya Den, semua yang ada di mess ini sudah Ibu anggap sebagai anak Ibu sendiri."
Bayu tersenyum memandangi Bu Sumi yang dengan ihklas meladeni anak-anak mess. Kalau seperti ini Bayu merasa ada sosok seorang Mamanya yang selalu dekat dengan dirinya.
"Ting..tong..,!" suara bel pintu berbunyi.
"Biar Ibu yang bukakan pintunya. Den Bayu lanjut saja sarapannya," ucap Bu Sumi.
"Baik Bu."
Bu Sumi berjalan melangkah menuju depan untuk melihat siapa yang datang. Dia membuka pintu depan dan setelah dibuka ternyata Bu Windy.
"Selamat pagi Bu Sumi," sapa Bu Windy.
"Pagi juga Bu Windy, wuaduh tambah cantik saja ini. Ibu sampai pangling," jawab Bu Sumi.
"Pak Bayunya sudah siap, Bu,?" tanya Bu Windy.
"Oh iya, kebetulan Den Bayu sedang sarapan. Kalau Bu Windy nggak keberatan mari sarapan sekalian," ajak Bu Sumi.
"Oh maaf Bu, kebetulan saya sudah saraoan di rumah tadi. Baiklah saya tunggu disini saja."
"Iya Bu, coba saya lihat dulu Den Bayunya sudah selesai apa belum," jawab Bu Sumi sambil melangkah masuk.
Tapi belum sampai beberapa langkah, ternyata Bayu sudah keluar dan siap berangkat. Bu Windy memperhatikan Bayu dengan seksama. Dia menatap dari atas sampai bawah. Sedangkan Bayu sendiri menjadi kikuk karena dilihatin Bu Windy sampai seperti itu.
"Kita berangkat sekarang, Bu,?" tanya Bayu.
"Oh iya Pak Bayu. Pak sopir sudah menunggu di depan," jawab Bu Windy.
"Baiklah Bu sumi, saya berangkat dulu ya. Hati-hati kalau jaga rumah," ucap Bayu sambil mencium tangan Bu Sumi.
Bu Windy kaget melihat sikap Bayu yang sangat sopan terhadap Bu Sumi. Jarang-jarang loh ada anak muda yang begitu sopannya memperlakukan orang tua meskipun itu bukan orang tua kandungnya
Akhirnya keduanya pun berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di depan. Bayu dan Bu Windy langsung masuk mobil dan sampailah mobil tersebut pergi meninggalkan pelataran mess.
---------------------------
__ADS_1
Next..