
Akhirnya pesta pernikahan Bayu dan Aulia selesai juga. Semua tamu undangan sudah pulang dan keluargapun juga satu persatu meninggalkan tempat tersebut. Lalu kedua mempelai memutuskan untuk menuju hotel.
Bayu dan Aulia sengaja tidak pulang ke rumah orang tua Bayu maupun ke rumah Aulia. Mereka berdua sepakat selesai acara mereka memboking kamar di hotel untuk beristirahat.
"Sayang, kamu sudah selesai kan ganti bajunya,?" ucap Bayu.
"Sudah Mas, semuanya sudah selesai."
"Baiklah kalau begitu, kita nginep di hotel, kan? Aku nggak mau istirahat kita di rumah Papa atau di rumah kamu," ucap Bayu sambil menatap Aulia.
"Iya Mas, aku faham kok."
Akirnya keduanya keluar ruangan dan menuju parkiran tempat pesta tadi. Mobil Bayu sengaja ditinggal karena untuk dipakai Bayu dan Aulia. Keluarganya yang sebelumnya ikut di mobil dia sebagian masuk di mobil Pak Ridwan dan mobil saudaranya yang lain.
Bayu membukakan pintu mobil untuk istrinya. Aulia merasa seperti ratu saja kali ini. Kemudian dia masuk dan melajukan mobilnya menuju hotel yang sudah di boking sebelumnya.
Sekitar setengah jam kemudian mereka sampai di sebuah hotel yang terkenal di kota Surabaya. Bayu dan Aulia langsung masuk ke dalam.
"Ini kunci kamarnya, Pak," ucap petugas resepsionis.
"Makasih, ya Mbak.?"
"Iya Pak."
Bayu menggandeng tangan Aulia memasuki hotel dan menuju kamarnya. Sesekali mereka saling lirik dan tersenyum. Aura kedua raut wajah mereka terlihat berbinar karena malam ini mereka sudah resmi menjadi pasangan yang halal.
Aulia langsung masuk diiuti oleh Bayu. Mereka kemudian saling pandang dan tampak Aulia sedikit malu-malu ketika Bayu menatapnya.
Bayu tersenyum kecil lalu dia meletakkan tasnya serta beberapa barang yang tadi dibawa dari tempat acara.
"Sayang, kamu bersih-bersih dulu, gih. Saya mau mengecek handphone sebentar," ucap Bayu dengan lembut.
__ADS_1
"Iya Mas, nanti setelah Mas Bayu juga harus bersih-bersih juga," jawabnya.
Bayu mengangguk pelan kemudian dia kembali fokus sama ponselnya. Aulia langsung masuk ke kamar mandi. Sementara Aulia sidbuk dengan aktivitasnya di kamar mandi. Bayu kini tampak membuka semua pesan yang masuk.
"Panji,!" gumamnya pelan.
Ternyata ada beberapa telpon masuk dari Panji sahabatnya itu. Bayu mengernyitkan alisnya karena dia sendiri nggak tahu ada apa Panji sampai menelponnya berkali-kali.
Dan ternyata ada salah satu pesan yang masuk dari Panji. Bayu seketika membuka karena dia juga pingin lekas tahu.
"Bay, selamat menpuh hidup baru, ya? Maafin aku karena tidak bisa hadir di acara pernikahanmu. Sebenarnya aku sudah sampai di tempat acara, namun aku urungkan niatanku untuk masuk karena aku melihat Dinda dan suaminya yang sedang menggendong zahra. Jujur aku nggak kuat melihat pemandangan seperti itu. Bukannya aku baper atau egois, tapi aku takut nantinya aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Oleh karena itu aku putuskan untuk balik. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru teman, semoga pernikahan kalian bahagia."
Bayu seketika kaget dengan isi pesan yang dikirimkan oleh Panji tadi. Dia sangat mengerti perasaan sahabatnya itu, karena sebenarnya dia orang baik, hanya karena kecerobohannya peristiwa yang seharusnya tidak pernah terjadi malah menimpa dirinya dan Dinda waktu itu.
Bayu lalu mengetik untuk membalas pesan dari Panji tersebut.
"Ji, makasih ya karena bagaimanapun kamu sempatin unyuk datang meskipun tidak masuk. Aku juga mengerti akan perasaan kamu. Sudahlah nggak apa-apa, kok. Next time kita bisa bertemu. Aku satu minggu di Surabaya selamat cuti menikah. Jadi kita bisa ketemu kapan-kapan, oke.!"
Dia kemudian tersenyum sendiri sambil mengelus permukaan tempat tidur tersebut dan pikirannya melayang kemana-mana.
"Terima kasih Ya Allah, karena hari ini Engkau sudah memperlancar acara pernikahanku dan Aulia. InsyaAllah aku akan melnjalankan rumah tangga ini dengan ridhoMU," ucap Bayu pelan.
"Mas., kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu," tiba-tiba suara Aulia sudah terdengar di sampingnya.
"Oh.. ka..kamu sayang, tidak apa-apa. Aku hanya senang aja karena kita akhirnya menikah juga," jawabnya datar.
"Oh gitu, kirain apa kok senyum-senyum sendiri," jawab Aulia.
Kemudian perlahan Bayu mendekati istrinya tersebut. Di dekatkan wajahnya ke wajah Aulia. Dengan tatapan yang lembut dia hendak mencium bibir Aulia. Sementara disaat Bayu mau mendaratkan aksinya tiba-tiba Aulia mundur.
"Kenapa sayang,?" tanya Bayu kaget.
__ADS_1
"Mas., kita belum sholat isya, kan? Sholat isya dulu yuk," kalimat Aulia membuyarkan imajinasi Bayu.
Dia sadar bahwa memang benar karena mereka belum sholat isya. Kemudian Bayu tersenyum dan menggaruk kepalanya yang nggak gatal. Kemdian dia menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil air wudhu.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai sholat. Aulia mendekati Bayu lalu meraih tangan tangan suaminya itu kemudian menciumnya. Bayu spontan kaget karena memang sholat kali ini mereka berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri, wajar jika Aulia bersikap demikian.
Kemudian Bayu menarik kepala istrinya dengan pelan lalu mencium atas kepala Aulia dengan penuh cinta. Dengan posisi masih mencium kepala istrinya, Bayu sejenak memejamkan matanya dan mengucap syukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepadanya.
Tak terasa air mata Bayu menetes karena merasa dirinya kali ini begitu bahagia sekali. Aulia yang dari tadi diam saja juga merasakan hal yang beda dengan sholat kali ini. Dia merasakan dirinya adalah wanita paling bahagia malam ini.
Perlahan Bayu melepaskan tangannya dan kini mereka berdua saling tatap. Dengan duduk di lantai dan masih dengan mukena dan sarung, mereka berdua saling pandang dan saling lempar senyum.
Bayu meraih tangan istrinya kemudian mengecupnya berulang kali. " Makasih sayang, akhirnya kamu bisa sholat satu shaf di belakangku. Itu impianku dariulu semenjak kita dekat."
"Aku juga makasih, Mas. Kamu bisa menuntunku dan terus menuntunku ke jalan Allah. Aku percaya bahwa aku tidak salah pilih suami. Makasih Mas, kamu selalu ada buat aku," jawab Aulia.
"Mulai malam ini, kita sama-sama belajar untuk membangun rumah tangga yang baik. Kekuranganku jangan kau buat alasan untuk meninggalkanku, sebaliknya juga begitu. Aku tidak akan meninggalkanmu dengan alasan apapun. Kita sama-sama saling melengkapi, saling berbagi, saling mengisi dan saling mengerti satu sama lain. Aku manusia biasa yang tidak luput dari salah, jadi ingatkan aku jika suatu hari aku melakukan kesalahan. Aku janji akan menjaga dan membahagiakanmu," ucap Bayu sambil mengecup kening istrinya itu.
"Iya Mas. Sama-sama. Aku juga begitu, jika suatu hari aku khilaf dengan apa yang aku lakukan, mohon dikoreksi dan diingatkan," jawab Aulia.
Bayu menatap dengan lekat wajah istrinya yang sangat cantik itu. Meskipun jarak usia diantara mereka berdua jauh, tapi Bayu tidak pernah menjadikan itu sebuah masalah. Begitu juga dengan Aulia. Meskipun usia Bayu jauh diatasnya dia tidak mempermasalahkannya. Karena dia sangat mencintai suaminya itu.
"Sayang.," ucap Bayu pelan.
"Iya Mas, ada apa.?"
"Apa kamu sudah siap,!" ucap Bayu spontan.
-------------------------------
Next...
__ADS_1