MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 82 (Sedikit luluh)


__ADS_3

"Ada apa kok berhenti mendadak, Pak,!" seru Bu Santy.


"Maaf Bu, itu di depan ada kecelakaan kayaknya."


"Coba Bapak lihat bentar, sambil cari info kira-kira boleh lanjut atau putar balik," titah Pak Ridwan.


"Baik Pak."


Sopir taksi itu keluar untuk melihat kejadian di depan. Kemudian dia bertanya sama seseorang yang ada di tempat kejadian.


"Maaf Pak, saya mau tanya apa kira-kira bisa lewat terus,?" tanya sopir taksi itu.


"Maaf Pak, kayaknya bisa. Ini korban sudah dipinggirkan tinggal nunggu ambulans," jawab orang itu.


"Oh ya sudah makasih infonya."


Akhirnya sopir taksi itu berjalan menuju mobilnya kembali untuk melanjutkan perjalanan. Dia berjalan sambil memperhatikan kira kanan untuk melihat keadaan sekitar.


Saat dia membuka pintu mobilnya itu, tiba-tiba matanya melihat benda kecil yang tergeletak di dekat ban mobilnya. Nyaris terlindas kalau dia nggak keburu mengetahuinya.


Lalu sopir taksi itu mengambil bemda tersebut dan ternyata sebuah cincin. Sopir taksi itu berdiri sambil mengamati cicin tersebut.


"Cincin siapa ini? Sepertinya ini cincin sungguhan dan bukan mainan. Oh., ada namanya ternyata, BAYU.," ucap sopir taksi itu sendiri.


Seketika Pak Ridwan terkejut setelah mendengar sopir taksi itu menyebut nama Bayu. Kemudian sopir taksi itu masuk dan duduk di belakang kemudi sambil membawa cincin itu.


"Maaf Pak, kalau tidak salah dengar tadi Anda menyebutkan nama Bayu, apa benar,?" tanya Pak Ridwan.


"Oh iya Pak, ini tadi saya menemukannya di dekat ban mobil ini. Lalu saya lihat, ternyata ada namanya Bayu, memangnya kenapa, Pak,?" jawab sopir taksi itu.


"Boleh saya lihat cincinnya.?"


"Silakan, Pak," jawab sopir taksi itu sambil menyerahkan cincin itu pada Pak Ridwan.


Pak Ridwan memperhatikan setiap inci cincin itu. Lalu dia memberikannya pada istrinya.


"Ma coba lihat ini.!"


"Punya siapa ini, Pa.?"

__ADS_1


"Pak sopir menemukannya di dekat ban mobil ini."


"Sebentar Pa, Mama kok nggak asing dengan benda ini, ya.?"


Seketika Bu Santy lebih fokus dan teliti memperhatikan cincin itu. Kemudian dia melihat sisi dalamnya dan lebih terkejutnya lagi cincin tersebut ada tulisan nama Bayu.


"Pa, Bayu yang ada di tulisan ini apa Bayu anak kita," seru Bu Santy.


"Maksud Mama.!"


"Mama sekarang ingat, Pa. Ini cincin tunangan Bayu dan Aulia. Jelas ini punya Aulia. Kenapa bisa sampai di tempat ini," tukas Bu Santy penasaran.


"Jangan-jangan--" Pak Ridwan tidak meneruskan kalimatnya.


"Jangan-jangan apa, Pa.!"


"Tapi, ini cuma pikiranku saja. Tadi Papa berpikir kalau yang kecelakaan tadi itu Aulia," ucapnya lirih.


"Ah Papa jangan bicara seperti itu, amit-amit deh,!" sahut Bu Santy.


"Coba kamu foto terus kirim ke Bayu. Apa benar ini cincin tunangannya," ucap Pak Ridwan.


Bu Santy kemudian mengirim gambar cincin tersebut kepada Bayu. Setelah menunggu sekitar lima menit kemudian Bayu menelpon balik.


"Sopir taksi yang Mama tumpangi menemukan di dekat ban mobilnya pas kita berhenti di dekat tempat terjadinya kecelakaan."


"Tapi benar itu ada nama Bayu, kalau iya berarti itu milik Aulia. Karena memang modelnya sama yang Bayu pakai."


"Ya ampun, tapi kok bisa cincin ini tergeletak di jalan raya."


"Ma, tolong cari info siapa yang kecelakaan tadi. Siapa tahu itu Aulia, Ma. Cepat Ma, Bayu mohon tolong cari info sekarang."


"I..iya..ya, Nak. Mama akan cari tahu. Kamu tenang ya.?"


"Makasih Ma. Cepat kabari Bayu kalau ada apa-apa."


"Iya sayang."


Bu Santy menutup ponselnya dan menoleh kearah suaminya. Kemudiam sopir taksi itu juga menoleh ke Bu Santy yang mukanya terihat cemas dan panik.

__ADS_1


"Maaf Pak, saya pinjem cincinnya ya. Sepertinya ini milik tunangan anak saya," ucap Bu Santy dengan wajah memelas.


"Iya..iya bawa saja, Bu. Lagian itu juga bukan hak saya. Biar ini saya serahkan sama Ibu saja," jawab sopir taksi itu.


"Atau saya ganti dengan uang.?"


"Nggak usah Bu."


"Makasih Pak."


Bu Santu turun dari taksi lalu menuju tempat kejadian kecelakaan. Pak Ridwan tidak mau ketinggalan doa mengikuti istrinya dari belakang.


"Maaf Bu, ini tadi yang korban kecelakaan laki-laki apa perempuan,?" tanya Bu Santy.


"Perempuan Bu. Ada apa ya. Anda keluarganya? Tapi korban sudah dibawah ke rumah sakit terdekat," jawab Ibu itu.


"Baiklah kalau begitu, makasih informasinya."


"Sama-sama, Bu.!"


Bu Santy menoleh kearah suaminya kemudian dia terlihat sedih. Pak Ridwan langsung memegang tangan istrinya itu dan mengajaknya ke taksi.


"Ayo kita pulang,?" ajak Pak Ridwan.


"Iya Pa."


.


.


.


Malam harinya Bu Santy pikirannya masih tidak tenang. Dia mau menghubungi siapa kalau mau tahu keadaan Aulia sekarang. Tapi ketika dia hendak masuk kamar, tiba-tiba Gani masuk dengan keburu-buru.


"Ibu.. Bu,!" teriak Gani.


"Gani? Kamu kenapa,?" jawab Bu Santy.


"Bu ada berita duka, Kak Aulia masuk rumah sakit,!" ucap Gani sambil menangis.

__ADS_1


-----------------------------


Next...


__ADS_2