
Satu bulan kemudian, tibalah acara pernikahan Bayu dan Aulia. Sehari sebelumnya Bayu sudah pulang ke Surabaya guna mempersiapkan semuanya. Teman-teman yang dari Semarang sudah disewakan secara khusus guest house milik saudara dari Papanya.
Ada banyak tamu undangan yang dari Semarang diantaranya Windy dan Brian. Pak Adrian serta seluruh staf dibawah naungannya semuanya diundang. Acara ijab kabulnya akan di selenggarakan di sebuah Masjid yang ada di dekat rumah Aulia.
Tepatnya nanti jam sepuluh pagi acara ijab kabul akan dilaksanakan. Kini di rumah Bayu sudah siap semua untuk menuju Masjid. Tampak Bu Santy, Pak Ridwan serta Gani sudah siap dengan pakaiannya yang bagus.
"Bay, apa kamu sudah siap? Sudah pukul sembilan, Nak,?" tanya Mamanya.
"Sudah Ma, Bayu sudah siap,!" jawabnya percaya diri.
"Kamu ganteng sekali, Bay. Aulia pasti pangling sekali lihat kamu,!" seru Pak Ridwan.
"Ah Papa bisa aja. Jadi malu, nih.!"
Bayu tampak gagah sekali dengan stelan jas berwarna abu-abu tua. Dengan dasi yang warnanya senada serta potongan rambutnya yang baru menambah kegantengannya kali ini.
"Oh iya Bay, Irwan dan istrinya sudah datang. Tapi, Pak Arman dan Bu Heny nggak bisa ikut ngantar kamu ijab, nanti malam saja mereka datang pas resepsi," ucap Bu Santy.
"Iya nggak apa-apa, Ma. Srkarang mana Irwannya,?" tanya Bayu.
"Ada di depan."
Seketika Bayu menuju keluar menemui Irwan. Setelah bertemu mereka langsung berpelukan satu sama lain karena mereka memang jarang sekali bertemu.
"Hai my brother, akhirnya kamu nikah juga, ya?" celetuk Irwan pada Bayu.
"Alhamdulilah, akhirnya aku menyusul kamu," jawab Bayu.
"Aku siap antar kamu untuk ijab kabul," ucap Irwan.
"Makasih ya Ir, kamu memang saudaraku yang baik."
"Okey, tenang saja."
"Oh iya Ir, kamu yang bawa mobil Bayu sama Om dan Gani. Nanti Dinda biar sama tante kamu dengan keluarga yang lainnya," sahut Pak Ridwan.
"Siap Om."
__ADS_1
"Ayo kita berangkat sekarang," ajak Bu Santy.
Mereka akhirnya berangkat menuju Masjid dimana diadakannya ijab kabul. Jaraknya tidak begitu jauh karena letaknya di tengah kota.
Sekitar dua puluh menit kemudian akhirnya rombongan Bayu sampai juga di Masjid tersebut. Ternyata rombongan Aulia sudah datang duluan.
Bayu langsung ke sebuah ruangan untuk ganti pakaian ijab yang sudah disiapkan dan keluarganya langsung duduk di kursi yang sudah disediakan. Bayu memakai pakaian ijab kabul adat jawa warna putih.
Sedangkan tempat ijabnya sendiri nanti di dalam masjid dan sudah dihias sesuai kebutuhannya. Ruangannya tampak indah dengan dihiasi bermacam-macam bunga dengan nuansa putih juga.
Tak lama kemudian Pak penghulunya datang beserta para saksi. Dari pihak Aulia yang bwrtindak sebagai wali adalah adik dari Bapaknya yang khusus datang dari luar pulau. Dulu saat menikah dengan Fatih karena mendadak akhirnya yang menjadi wali adiknya sendiri.
Berhubung ini sudah dipersiapkan terlebih dahulu, jadi Pamannya bisa datang sebelumnya. Kali ini Aulia tampak cantik dengan menggunakan kebaya putih full brokat dengan hijab yang cantik dan anggun. Bawahannya dipadu dengan kain batik dengan motif sidomukti.
Setelah semuanya siap, Pak penghulu mempimpin acara tersebut. Dan tak butuh waktu lama akhirnya acara ijabnya selesai juga.
"Sah,!" ucap Pak Penghulu.
"Sah,!" jawab yang lainnya.
"Alhamdulilah," gumam Bayu.
"Iya Pak. Terima kasih."
Setelah itu Bayu dan Aulia memasangkan cincin pernikahan di jari pasangannya itu. Semua yang hadir ikut terharu bercampur bahagia.
"Sekarang Anda sudah boleh mencium istri Anda," ucap Pak Penghulu lagi.
Akhirnya Bayu mencium kening Aulia di depan semua orang yang menghadiri acara tersebut. Nampak di raut wajah keduanya menunjukkan rasa bahagia yang tidak bisa disembunyikan.
Tak lama kemudian dilanjutkan dengan acara foto-foto keluarga dan setelah itu mereka menuju pelataran kantor Masjid untuk menikmati acara makan-makan.
Di pojok tampak Bayu dan Aulia sedang duduk berdua sambil ngobrol-ngobrol.
"Mas, akhirnya kita resmi menjadi suami istri ya,?" ucap Aulia sambil menatap Bayu dengan lekat.
"Iya Lia, akhirnya kita menikah juga. Dan kamu kini sudah resmi menjadi istriku," jawab Bayu dengan membalas tatapan Aulia.
__ADS_1
"Kamu senang Mas,?" ucap Aulia.
"Iya sayang, aku bahagia sekali. Kita sudah resmi menjadi suami istri dan sama-sama akan membangun rumah tangga berdua," jawab Bayu.
Tak lama kemudian terlihat Irwan dan Dinda menghampiri keduanya.
"Wuaduuh.. pengantin baru ini sudah mojok saja. Makanya aku cari dimana ini kedua mempelai," ucap Irwan.
"Hehe., kamu bisa saja. Kita hanya ngobrol-ngobrol saja."
"Oh iya Mas Bayu, selamat ya atas pernikahan kalian berdua. Aku doakan semoga lnggeng dan bahagia selalu," ucap Dinda dengan senyuman.
"Makasih, ya Din. Kita senang sekali kamu dan Irwan bisa mengantarkan aku ijab," jawab Bayu.
"Iya Din, aku juga ucapkan terima kssih banyak. Kamu dan Irwan bisa hadir," sahut Aulia.
"Iya Mbak, Mas Bayu kan sudah aku anggap seperti Kakakku sendiri, jadi aku harus bisa mengantarkan ke acara ijab kabulnya," jawab Dinda.
"Ya sudah, kalian lanjut saja ngobrolnya. Kita mau makan dulu," ucap Irwan sambil mengajak Dinda pergi dari tempat itu.
"Mas Bayu, aku senang sekali Irwan dan Dinda akhirnya berdamai, dulu pas aku dengar kalau dari kamu kalau Ayah kandung dari anaknya itu mau mengambil anaknya dari Dinda, aku ikut kawatir akan pernikahannya," ucap Aulia.
"Iya sayang, untung Panji orangnya pengertian sekali. Saat aku menjelaskan semuanya dan dia tahu kalau suami Dinda sekarang adalah sepupu aku, Panji jadi sungkan dan nggak enak kalau mau memaksakan keinginannya untuk merebut Zahra dari Dinda," jelas Bayu.
"Panji teman kamu yang dulu kita ketemu di pujasera Mall itu,?" tanya Aulia kaget.
"Iya Lia, memang dulu aku nggak cerita siapa laki-laki itu sama kamu, tapi sekarang aku pikir nggak perlu ada yang ditutup-tutupi kan? Sekarang kan kita resmi menikah jadi harus saling terbuka," jawab Bayu.
"Oh gitu ceritanya, iya Mas. Aku ngerti kok maksud kamu. Aku senang sekali kalau kamu mau jujur sama aku," jawab Aulia.
"Iya sayang. Mulai sekarang kita harus jujur satu sama lain, nggak boleh ada yang ditutup-tutupi antara kita," ucap Bayu sambil memegang tangan Aulia.
"Oh iya Mas. Aku akan jujur sama kamu soal pernikahanku sama Mas Fatih dulu. Aku rasa saat inilah waktunya aku harus bilang sama kamu," ucap Aulia pelan.
Bayu kaget dengan perkataan Aulia barusan. Rahasia apa yang akan dikatakan Aulia kepada dirinya. Bayu menatap Aulia dengan tatapan yang lekat tanpa kedip.
---------------------------------
__ADS_1
Next...