MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 46 (Salah faham)


__ADS_3

Beberapa hari ke depan, Aulia berangkat kerja seperti biasa. Sejak bertunangan dengan Bayu, setiap dia berangkat kerja selalu menuju rumah Bayu terlebih dahulu karena motornya di taruh di rumah Bayu.


Seperti halnya pagi ini dia masuk halaman rumah dan memarkirkan di depan rumah. Toko bukunya bukanya jam sembilan pagi, dia keterlambatan masuk kerjanya jam delapan. Makanya setengah delapan dia sudah sampai di rumahnya Bayu.


Berhubung Pak Ridwan dan Bu Santy sudah berangkat ngajar, dan Gani juga berangkat srkolah, yang ada hanya Bayu saja. Kebetulan dia juga bersiap-siap mau ngantor.


"Loh, Mas Bayu tumben belum berangkat,?" tanya Aulia sesampainya di dalam rumah.


"Iya ini tadi aku kesiangan. Ya mudah-mudahan saja nggak terlambat," jawab Bayu sambil berjalan menuju garasi.


"Ya sudah kalau gitu hati-hati, jangan ngebut InshaAllah nggak telat kok,!" sahut Aulia.


"Iya sayang, oh iya tolong nanti pintunya dikunci saja, karena hari ini Bi Darmi nggak masuk. Kuncinya kamu bawa saja, karena Mama sudah bawa kunci sendiri," ucap Bayu.


"Iya Mas. Nanti siang aku Sholat dan makan siang di sini saja. Bekalku aku taruh di dapur," jawab Aulia.


"Iya terserah kamu, ya sudah aku berangkat. Assalamualaikum,!" ucapnya sambil berlalu.


"Waalaikumsalam.," jawab Aulia.


Perlahan Aulia masuk kembali kedalam rumah. Dia meletakan tas bekalnya di dalam lemari dapur. Kini dia keluar menuju halaman dan memasukan motornya ke dalam garasi. Setelah fia menutup kembali garasinya dia langsung menutup pintu utama.


Aulia berjalan menuju toko buku Semeru dimana dia bekerja selama ini. Aulia menyeberang jalan raya dibantu oleh tukang becak di situ.


(***)


Saat siang hari pas jam istirahat, Aulia langsung pulang ke rumah Bayu. Biasanya jam segini orang tua Bayu sudah pulang. Dan ternyata memang benar, ada mobilnya Pak Ridwan terparkir di halaman rumah.


"Assalamualikum.," ucap Aulia dari luar karena pintunya kebuka.


"Waalaikumsalam.," sahut seseorang dari dalam rumah.


Bu Santy keluar dan langsung mempersilakan masuk. Aulia segera mencium punggung tangan perempuan paruh baya tersebut.


"Sudah pulang, Bu," ucap Aulia sambil menuju dapur mengambil minum.


"Iya, Lia. Kebetulan ini tadi tugas sudah selesai semua, akhirnya semua guru boleh pulang," jawab Bu Santy.


"Aulia mau numpang Sholat, Bu."


"Oalah, kamu ini kok pake bilang numpang segala. Sekarang kamu itu calon istri Bayu, kalau kamu mau kesini kapan saja itu nggak apa-apa. Apalagi mau Sholat atau apa," jawab Bu Santy.


"Iya, Bu. Tadi saya juga sudah bilang sama Mas Bayu kalau saya makan siang disini."

__ADS_1


"Tapi, Ibu belum masak, Nak? Apa Ibu belikan ikan di luar saja,?" ucap Bu Santy.


"Nggak usah, Bu. Aulia tadi bawa bekal kok. Ini sudah saya ambil dari lemari dapur," jawab Aulia sambil menunjukan kotak nasi bekalnya.


"Ya ampun, Lia. Kalau kamu mau makan disini bilang saja. Nanti misal pas Bi Darmi nggak masuk, biar Ibu belikan sekalian pulang ngajar," jawab Bu Santy.


"Nggak apa-apa, Bu. Lain kali saja."


"Iya, Bi Darmi ijin nggak masuk katanya kurang enak badan. Jadi Ibu masak hanya buat sarapan saja," Bu Santy berucap sambil membereskan meja makan bekas sarapan tadi.


"Jangan, Bu. Biar nanti Aulia bereskan. Sudah Ibu kan baru datang, ganti baju saja dulu dan sholat sekalian. Nanti biar ini Aulia yang kerjakan."


Bu Santy menatap wajah Aulia dengan senyuman. Dia merasa beruntung sekali karena Bayu mendapatkan calon istri yang rajin dan sholeha.


"Baiklah kalau begitu, Ibu sholat dulu. Oh iya mukena di kamar tamu sudah Ibu kasih satu," ucap Bu Santy.


"Iya, Bu."


Aulia menuju kamar tamu yang letaknya di lantai bawah berdekatan dengan kamar Bu Santy dan Pak Ridwan untuk melaksanakan sholat dhuhur. Dia sudah terbiasa karena hampir tiap hari dia ke rumah Bayu.


.


.


.


"Tante Santy,!" serunya dari luar.


"Iya, siapa ya,?" jawab Bu Santy dari dalam.


"Ini Dinda, Tan."


Dinda, ngapain anak itu kesini. Apa dia nggak kerja kok jam segini sudah di rumah. Batin Bu Santy.


"Ada apa, Din,?" tanya Bu Santy saat di depan.


"Ini ada kue buat Tante, kebetulan Dinda pulang kerja tadi mampir ke toko kue. Jadi ingat sama Tante Santy. Dulu Mbak Dini pernah bilang kalau Tante Santy suka kue ini," jawab Dinda sambil memberikan kotak kue tersebut.


"Oh makasih loh, Din. Kok kamu repot-repot segala. Ayo masuk,!" ajak Bu Santy.


Dinda masuk mengikuti Bu Santy dari belakang. Dia langsung duduk di kursi. Bu Santy membuka bungkusan tersebut.


"Oh ini kesukaan Tante banget, Din.!"

__ADS_1


"Iya Tante, silakan dimakan saja, nggak apa-apa," jawab Dinda.


Tak lama kemudian terdengar motor masuk ke halaman rumah Bu Santy. Dan setelah itu Bayu masuk ke dalam rumah.


"Eh kamu sudah pulang, Bay,?" ucap Bu Santy.


"Ini kan hari sabtu, Ma. Setengah hari, kan,?" jawab Bayu.


"Tapi ini sudah sore, kok katanya setengah hari,?" ucap Bu Santy.


"Iya tadi sempat mampir ke showroom bentar."


Kemudian Bayu menoleh kearah Dinda yang tengah duduk di kursi dekat Mamanya. Kemudian dia melirik bungkusan kue yang ada di pangkuan Mamanya.


"Oh iya Bay, ini tadi Dinda bawain Mama kue. Katanya, dia dulu sering lihat Dini belikan ini buat Mama. Jadi, pas dia lihat kue ini langsung inget Mama," jelas Bu Santy.


"Oh, makasih," Bayu hanya ber 'O' saja.


Dinda merasa kalau Bayu kurang setuju dengan tindakannya kali ini. Kemudian Bayu masuk ke dan keatas menuju kamarnya.


Tak lama kemudian terdengar orang memencet bel depan. "Assalamualaikum.," ucap seseorang dari luar.


"Waalaikumsalam.," sahut Bu Santy sambil melangkah ke depan.


Setelah dibuka ternyata Aulia. Bu Santy mempersilakan masuk seperti biasa. Aulia masuk mengikuti Bu Santy dari belakang. Dia kaget karena ada Dinda duduk di ruang tamu.


Lalu Aulia menyalaminya sekaligus menyapanya, "Sudah lama, Mbak.?"


"Oh barusan kok."


"Maaf saya tinggal sebentar, ya Mbak,?" ucap Aulia sambil masuk ke dalam.


Tapi sebelum dia masuk kamar tamu, terlihat Bayu turun dari kamarnya. Aulia mengurungkan niatnya masuk kamar tetapi menunggu Bayu.


"Kamu jam segini kok sudah pulang,?" tanya Bayu.


"Aku tadi pamit sholat sama atasanku. Pulangnnya nanti jam lima," jawab Aulia.


"Oh ya sudah kalau gitu, aku tunggu di meja makan, ya,?" ucap Bayu.


"Nggak usah Mas, aku nanti habis sholat langsung balik ke toko. Mas Bayu temani Mbak Dinda saja nggak apa-apa,!" jawab Aulia sambil masuk kamar.


--------------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2