MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 61 (Balik Semarang)


__ADS_3

Aulia menatap ponselnya dengan tatapan penuh tanya. Dia merasa menyesal karena semua yang dia lakukan kali ini sedikit banyak menyakiti hati Bayu.


"Ya Allah, mudah-mudahan Mas Bayu tidak marah. Aku kawatir sekali, dan aku juga nggak mau kalau hubunganku jadi bermasalah gara-gara salah faham," ucapnya dalam hati.


Fatih memperhatikan Aulia yang kelihatan panik campur kebingungan. Setelah itu dia mencoba menanyakan ada apa sebenarnya.


"Lia, siapa yang kirim pesan itu? Apa Bayu,?" tanya Fatih.


"Iya Mas, ini dari Mas Bayu."


"Kalau gitu selesaikan dulu masalah kamu dengannya. Luruskan supaya tidak terjadi salah faham. Aku kini juga sadar kalau aku tidak boleh memaksa kehendakku."


"Kenapa Mas Fatih tiba-tiba bicara seperti itu.?"


"Iya Lia, karena aku juga nggak mau kalau kamu menerima tawaranku dengan terpaksa."


"Makasih banyak, ya Mas. Karena sudah bisa mengerti keadaan aku sekarang. Aku akan tetap sering-sering berkunjung kesini untuk menjenguk Mas Fatih, karena aku sudah anggap kamu seperti kakakku sendiri," jawab Aulia.


"Iya Lia, makasih."


Akhirnya Aulia pamit untuk ke tempat kerja. Kali ini dia ke tempat kerja datang terlambat. Dia diantar asistennya Fatih dengan menggunakan mobil. Sementara Fatih memanggil asistennya yang satu lagi.


"Ada apa Mas Fatih panggil saya.?"


"Tolong hubungi pengacara saya untuk datang kesini," ucap Fatih.


"Baik Mas.!"


(***)


Keesokan harinya Bayu langsung berangkat ke Semarang dengan penerbangan pertama. Dia diantar Papanya ke bandara sebelum Pak Ridwan berangkat ke sekolah.


Bu Santy selalu memberi wejangan kepada anak semata wayangnya itu agar tidak terbawa emosi soal hubungannya dengan Aulia.


Semalam Bayu banyak ngobrol sama Mamanya soal Aulia, dan Bu Santy juga menyaranan supaya dia lekas membicarakan masalah ini, yang jangan gegabah dalam memutuskan suatu permasalahan. Harus dipikir dan di bicarakan baik-baik.


Dalam perjalanan ke Semarang, Bayu selalu mengingat semua perkataan Mamanya soal hubungannya dengan Aulia. Tapi, dia juga menyesal kenapa kemarin dia keburu emosi dan pergi meninggalkan rumah Aulia.

__ADS_1


.


.


.


Akhirnya Bayu sampai di Semarang kembali. Padahal baru dua hari yang lalu dia pulang, sekarang sudah di Semarang kembali.


"Assalamualaikum.," ucap Bayu saat di mess.


"Waalaikumsalam.," jawab Bu Sumi setelah membuka pintunya.


"Siang Bu Sumi,!" seru Bayu dengan senyuman.


"Loh, Den Bayu kok sudah balik lagi. Bukannya masih cuti,?" tanya Bu Sumi.


Bayu masuk ke dalam dan duduk di ruang tengah, Bu Sumi mengikutinya dari belakang.


"Iya Bu, kemarin Bu Windy menghubungi saya kalau nanti malam saya disuruh mewakili Pak Adrian ke sebuah acara perusahaan, jadi saya terpaksa balik kembali," jelas Bayu.


"Oalah Den, jadi bolak-balik lagi."


Bayu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menatap kosong keatas. Bu Sumi memperhatikan Bayu dengan menautkan alisnya. Sedikit pertanyaan tertanam dibenaknya.


"Den Bayu sakit,?" tanya Bu Sumi.


Bayu kemudian menoleh kearah Bu Sumi sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian dia tersenyum dan menyuruh Bu Sumi untuk duduk di sebelahnya.


"Bu, duduk sini sebelah saya."


"Iya Den, ada apa.?"


"Bu, menurut Bu Sumi kalau kita mau menikah itu harus benar-benar dipikir matang-matang, ya. Jangan menikah lantaran keburu atau tuntutan usia," tanya Bayu.


"Den Bayu mau menikah.?"


Bayu menganggukkan kepalanya, "Iya Bu."

__ADS_1


"Den Bayu mencintai calon istri Den Bayu.?"


"Iya Bu, saya sangat mencintai dia."


"Emang usia Den Bayu sekarang berapa,?" tanya Bu Sumi.


"Tahun depan pas dua puluh delapan," jawab Bayu.


"Den, kalau dilihat dari segi usia Den Bayu memang sudah pantas menikah. Tapi kalau memang Den Bayu belum siap dan masih ada pertimbangan lainnya, sebaiknya jangan keburu. Perlahan tapi pasti," jawab Bu Sumi.


"Bu Sumi, disini saya menganggap Ibu sudah seperti orang tua sendiri. Jadi, saya nggak sungkan bicara seperti ini sama Ibu."


"Apa Den Bayu ada masalah dengan calon istri Den Bayu.?"


"Sebelum kami saling kenal, kami berdua masing-masing memang sudah mempunyai tunangan. Tapi kami bersua nggak jadi menikah dengan tunangan kita. Saya nggak jadi menikah lantaran tunangan saya meninggal karena kecelakaan. Sedangkan calon istri saya yang sekarang ini putus dengan tunangannya lantaran saya yang memintanya," jelas Bayu.


"Kok ceritanya begini. Ibu jadi bingung,?" tanya Bu Sumi.


"Hehehe., iya Bu, Aulia dijodohkan lantaran soal hutang. Makanya saat itu saya memberanikan diri untuk melunasi hutang Ayahnya Aulia supaya tidak jadi menikah dengan orang itu. Karena saat itu saya kasihan dengan Aulia karena tunangannya itu sudah punya istri dua, Aulia mau dijadikan yang ketiga," jelas Bayu.


"Oh jadi sebelum Den Bayu berpacaran dengan Mbak Aulia memang sudah kenal. Terus saat Den Bayu memutuskan untuk membatalkan pertunangan Mbak Aulia apa Den Bayu cinta sama dia.?"


"Kalau cinta saat itu belum, Bu. Saya hanya sekedar kagum dan simpatik saja sama dia."


"Tapi kasihan Mbak Aulia kalau Den Bayu hanya kagum dan nggak cinta," ucap Bu Sumi nyengir.


"Kalau sekarang saya cinta banget sama Aulia, Bu. Makanya saya melamar dia dan mau menjadikan dia sebagai istri saya," jawab Bayu.


"Terus masalahanya dimana, ya sudah lanjutkan saja."


"Masalahnya saya kemungkinan akan ditugaskan di Jogja. Sedangkan Aulia itu jelas nggak mau meninggalkan Ibu dan Adiknya," jawab Bayu.


"Apa Den Bayu sudah membicarakan dengan Mbak Aulia.?"


"Belum, kemarin saat pulang sebenarnya saya mau membahas ini sama dia. Tapi, dia masih ada urusan dengan mantan tunangannya dulu. Karena saat ini mantan tunangannya itu lagi sakit," jelas Bayu dengan mata yang masih menatap kedepan.


"Apa,!"

__ADS_1


-----------------------------


Next...


__ADS_2