
"Windy tunggu,!"
Seketika Windy berhenti dan mengurungkan untuk masuk ke mobil karena ada yang memanggilnya.
"Brian,! gumamnya.
"Win, aku mau mengajakmu makan malam keluar," ucap laki-laki itu.
"Maaf, aku harus mewakili perusahaan, ada undangan dari pemilik provider ternama untuk makan malam. Pak Adrian berhalangan, jadi aku sama Pak Bayu disuruh mewakili beliau," jelas Windy.
Brian melirik ke dalam mobil dan mendapati Bayu yang tengah duduk dengan pakaian formal yang membalut tubuhnya.
"Oh., jadi kamu sama laki-laki itu lagi? Enak ya kemana-mana sama dia,!" ucapnya sinis.
"Kamu ini kenapa, sih! Pak Bayu dan aku hanya menjalankan perintah bos. Mungkin beliau memilih kami berdua lantaran memang kami belum berkeluarga, jadi masih punya waktu longgar. Sedangkan staf yang lain rata-rata sudah berkeluarga, pastinya mereka menghabiskan waktu dengan anak dan istrinya," jelas Windy dengan nada tinggi.
"Tapi, Win. Aku mohon kamu bisa menemani aku makan malam kali ini. Aku ingin memperbaiki hubungan kita lagi yang sempat renggang," jawab Brian.
"Maaf Brian, aku tidak bisa."
Windy akhirnya memutuskan untuk masuk dan naik ke dalam mobil. Tapi, belum sampai kakinya naik, tiba-tiba tangan Windy diraihnya dengan kuat sehingga Windy hampir saja terjatuh.
Bayu yang melihat pemandangan tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya dan keluar mobil untuk melihat keadaan di luar. Dia melihat Brian yang menggenggam tangan Windy dengan kuat sehingga membuat Windy sedikit meringis kesakitan.
"Lepaskan tanganya,!" ucap Bayu.
"Kamu nggak usah ikut campur, ini urusan kami berdua."
"Saya tahu itu urusan kalian, tapi kejadian ini terjadi di hadapan saya, jadi saya berhak melerai pertengkaran kalian. Apalagi tadi kalau tidak salah dengar Bu Windy sudah bilang tidak mau, tapi Anda masih bersikeras memaksanya untuk ikut. Tolong, jangan kasar sama perempuan," jelas Bayu.
Brian perlahan melepaskan tangan Windy, kemudian dia mendekati Bayu yang masih berdiri di sampingnya. Windy ketakutan karena bisa saja Brian melakukan tindakan yang tidak diinginkan terhadap Bayu.
"Brian, mau apa kamu,!" teriak Windy.
"Halo bro, kita ketemu lagi disini. Apa kabar,?" ucap Brian sembari memandang Bayu dengan sinis.
Bayu tidak langsung menjawab melainkan menghindari Brian dan menuju Windy. Dia mengajak Windy untuk naik ke dalam mobil. Windy masuk duluan ke dalam lalu Bayu menutup pintunya dari luar.
Bayu hendak memutar karena dia masuk dari pintu sampingnya lagi, tapi Brian langsung menarik tangan Bayu dengan kasar dan bogem mentah mendarat di wajah Bayu. Seketika Bayu terhuyung lantaran dia tidak mempersiapkan keseimbangan.
"Kamu jadi orang nggak sopan banget, ditanyain baik-baik nggak jawab, malah ngeloyor pergi. Mau kamu apa, hah,!" bentak Brian.
__ADS_1
Bayu perlahan berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor karena kena tanah. Kemudian dia memegangi wajahnya yang sedikit ngilu akibat pukulan Brian barusan.
"Maaf, kalau sikap saya dianggap nggak sopan. Saya melakukan itu lantaran kami nggak punya banyak waktu ke acara kami. Lagian kan sudah jelas, bahwa Bu Windy sudah menolak ajakan Anda," jelas Bayu.
"Saya belum selesai bicara sama Windy, tapi keburu Anda mengajaknya masuk ke dalam mobil," ujar Bayu.
"Ya sudah kalau gitu sekali lagi saya minta maaf, ijinkan kami berangkat dulu soal urusan dengan Bu Windy tolong Anda selesaikan lain waktu saja," tukas Bayu.
Brian terdiam sejenak setelah mendengarkan penuturan Bayu. Dia sedikit tenang dan tidak terlalu emosi menanggapi ucapan Bayu.
"Baiklah kalau begitu, sorry tadi saya kebawa emosi," ucap Brian.
"It's ok, Kami berangkat dulu."
Bayu melanjutkan langkahnya menuju mobil. Setelah dia masuk dia menutup mobil lalu menginstruksikan kepada Pak sopir untuk melanjutkan perjalanan.
"Maaf Pak Bayu, apa Pak Bayu nggak apa-apa,?" tanya Windy.
"Nggak apa-apa, kok."
"Maafkan atas tindakan Brian, ya Pak,?" ucap Windy pelan.
Windy melihat di pipi Bayu agak merah bekas pukulan Brian tadi. Tapi dia tidak berani melakukan apa-apa karena sungkan.
Dalam perjalanan menuju hotel tempat diadakan acara tersebut, Bayu hanya diam saja. Begitu juga dengan Windy dia tidak berani mengajak Bayu ngobrol dikarenakan sikap Bayu yang tiba-tiba dingin.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, akhirnya mereka sampai juga di tempat acara. Bayu dan Windy turun dari mobil lalu berjalan menuju dimana diadakan acara tersebut.
Acara tersebut diadakan di lobby hotel. Tamu yang lainnya sudah lumayan banyak yang sudah datang. Bayu dan Windy berjalan lalu bergabung dengan mereka.
"Maaf Bu Windy, saya ke toilet sebentar, ya,?" ucap Bayu lirih.
"Oh silakan, Pak."
Bayu berjalan menuju toilet, ternyata jarak toiletnya sedikit jauh, sekitar lima menit dia berjalan lalu baru sampailah dia di toilet.
Bayu lalu masuk dan memilih kamar mandi yang diujung sendiri kebetulan juga kosong. Belum sampai dia masuk, tiba-tiba terdengar suara seseorang berbicara di telpon mendekat.
Bayu segera masuk kamar mandi tersebut karena takutnya keburu dimasuki orang tersebut.
"***Iya, nanti saya urus soal surat wasiat itu. Saya sekarang masih di Semarang untuk menghadiri acara lounching produk baru di perusahaan klien saya."
__ADS_1
"...."
"Apa Pak Fatih keadaannya baik-baik saja, atau semakin memburuk.?"
Degh.!
Bayu sedikit terusik dengan nama Fatih. Apalagi orang itu menyebutkan keadaan kesehatannya segala. Dia memperlambat kegiatannya di dalam kamar mandi lantaran penasaran dengan kelanjutan pembicaraan orang itu.
"Apa,! Beliau sudah nggak mau makan dan minum.?"
"...."
"Begini saja, kalau gitu besok pagi-pagi sekali saya akan terbang ke Surabaya. Tunggu saya, ya. Makasih***.!"
Bayu semakin yakin kalau yang dimaksud orang itu adalah Fatih mantan tunangan Aulia. Kemudian dia keluar dan mendapati orang itu berdiri di dekat wastafel untuk menunggu giliran masuk.
Setelah Bayu keluar lalu orang itu buru-buru masuk kamar mandi. Saat berpapasan dia mencoba senyum karena memang hanya mereka berdua di dalam toilet tersebut.
Bayu kemudian tidak lekas keluar, dia menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Dalam hatinya dia masih bertanya-tanya dengan perkataan orang tadi.
Tak lama kemudian Bayu meninggalkan toilet tersebut dan menuju tempat acara dan bergabung dengan Windy dan lainnya.
"Maaf Bu Windy, saya agak lama."
"Oh iya nggak apa-apa, Pak Bayu."
Bayu dan Windy akhirnya ngobrol-ngobrol sambil menunggu acara dimulai. Tak lama kemudian Pak Robert membuka acara tersebut. Semua yang hadir begitu menyimak apa yang disampaikan oleh Pak Robert.
Akhirnya setelah selesai berbicara, Pak Robert mempersilakan para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan.
Bayu dan Windy menuju tempat dimana hidangan tersebut berada. Mereka berjalan dengan santai karena para tamu undangan yang lainnya juga mulai mengambil makanan.
Ditengah perjalanan menuju tempat makanan tersebut, Bayu tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Bruuk,!
"Oh Maaf, saya tidak sengaja.!"
--------------------------------
Next...
__ADS_1