MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 23 (Debat)


__ADS_3

Semua yang ada di ruang tamu itu langsung terkejut ketika mendengar suara seorang laki-laki dari luar berjalan masuk kedalam rumah.


Pak Sardi, Bayu serta Gani langsung menoleh kearah sumber suara, dan ternyata dia adalah Pak Broto yang tiba-tiba muncul dari luar. Matanya sudah menampakan tanda tidak suka.


"Kamu siapa berani-beraninya membatalkan perjodohan ini.!" seru Pak Broto dengan nada tinggi.


"Saya pacarnya Aulia,!"


Pak Broto langsung membulatkan matanya karena dia nggak percaya kalau Aulia sudah punya pacar. Pak Sardi juga nggak nyangka kalau Bayu berani menjawab seperti itu didepan Pak Broto.


"Apa,! Pacar.?" ucap Pak Broto.


"Iya Pak, saya pacarnya Aulia." jawab Bayu.


Pak Broto memandangi Bayu dari atas sampai bawah, dia juga sempat melirik ke arah halaman rumah Aulia yang terparkir sebuah mobil. Mungkin menurut Pak Broto laki-laki yang mengaku sebagai pacarnya Aulia ini orang berduit juga.


"Kamu serius mau membatalkan pernikahan Aulia dengan anak saya.?" tanya laki-laki paru baya yang kini berdiri dihadapan Bayu.


"Iya,!" jawab Bayu singkat.


"Kenapa kamu begitu menginginkan perjodohan ini batal!"


"Karena saya mencintai Aulia! Makanya saya tidak ingin gadis yang saya cintai jatuh ke laki-laki lain, apalagi laki-laki itu sudah punya istri.!" jawab Bayu dengan nada tinggi.


"Kamu lancang sekali bicara seperti itu! Kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa.!" seru Pak Broto.


"Saya tahu.! Anda kan Pak Broto lintah darat yang terkenal di kota ini.!" jawab Bayu.


Gani merasa ketakutan karena melihat Bayu yang bersitegang dengan Pak Broto yang terkenal jahat serta arogan. Pak Sardi lekas merangkul anak laki-laki itu karena dia tidak mau kalau sampai pertengkaran ini membuat dia ketakutan.


"Bagus kalau kamu tahu siapa saya. Jadi jangan coba-coba menghalang-halangi rencana pernikahan Aulia dengan anak saya." jawab Pak Broto.


"Maaf Pak, kalau pernikahan ini hanya sebagai spekulasi saja, mendingan dibatalkan.!" ucap Bayu.


"Apa maksud kamu spekulasi. Kamu jangan sok tahu anak muda!" jawab Pak Broto.


"Pak Broto kan memaksa Aulia untuk menikah dengan anak Bapak lantaran Ayahnya Aulia nggak bisa melunasi hutang-hutangnya sama Bapak. Benar kan.?" ucap Bayu.

__ADS_1


Sontak Pak Broto kaget karena Bayu mengetahui apa yang terjadi. Apa Pak Sardi telah cerita.


"Lalu kalau iya kenapa, masalah buat kamu!" seru Pak Broto.


"Jelas masalah buat saya, karena saya mencintai Aulia.!" ucap Bayu dengan penekanan.


"Bruuk,!!"


Terdengar suara benda jatuh dari luar. Sontak semua menoleh kearah pintu. Ternyata Aulia datang dengan membawa beberapa buku, dan semuanya terjatuh di lantai.


Gani buru-buru mendekati Aulia dan membantu memunguti buku-buku yang berjatuhan. Bayu langsung menatap kearah gadis berhijab tersebut. Dia melihat dari sorot matanya kalau Aulia memang sedih.


"Aulia,!" gumam Bayu.


Aulia kemudian mengambil buku-buku nya kembali dari tangan Gani. Dia berjalan mendekati Ayah dan Bayu. Pak Broto menatap Aulia dengan tatapan yang sedikit marah.


"Ayah, ada apa ini kok rame-rame.?" tanya Aulia.


"Ini Pak Broto dan Nak Bayu lagi membicarakan soal perjodohan kamu dan Nak Fatih." jawab Pak Sardi.


"Aulia, kenapa kamu nggak bilang kalau sudah punya pacar.?" tanya Pak Broto dengan nada serius


"Aulia, kamu bilang sama mereka kalau sebenarnya kita sudah pacaran.!" ucap Bayu sembari menatap mata sayu Aulia.


Aulia membalas tatapan Bayu dengan lekat. Tatapan laki-laki itu seakan menyiratkan sebuah asa. Aulia juga nggak bisa menutupi kalau selama ini dia juga sempat kagum dengan kebaikan Bayu.


Perlahan dia membalas genggaman tangan Bayu dengan semakin mempererat genggaman itu. Kemudian dia kembali menatap Bayu dan sebaliknya Bayu menatap sambil menganggukan kepalanya.


"Maaf sebelumnya kalau saya harus berkata yang sebenarnya. Saya sama Mas Bayu memang pacaran." jawab Aulia.


Sontak Pak Broto mukanya semakin memerah menahan marah. Matanya sudah berkilat seolah mau menerkam semua yang sekarang dihadapannya kali ini. Kemudian dia mendekati Pak Sardi.


"Sekarang terserah Ayah kamu saja. Masih ingin tetap melanjutkan perjodohan ini apa tidak. Kalau memang tidak, Ayah kamu harus menanggung segala resikonya!" jelas Pak Broto.


Aulia bingung dan dia lalu menoleh kearah Ayahnya. Terlihat wajah Pak Sardi semakin ciut karena takut. Lalu Bayu mencoba untuk menenangkan semuanya.


"Pak Sardi, seperti yang sudah saya bilang tadi. Jadi pikirkan sekali lagi untuk kebaikan Aulia." ucap Bayu.

__ADS_1


"Iya Nak Bayu,!"


"Baiklah Pak Broto, sebelumnya saya minta maaf kalau ucapan saya nanti menyinggung Pak Broto." ucap Pak Sardi lirih.


"Sudah jangan berbelit-belit! Sekarang Pak Sardi putuskan, perjodohan ini tetap lanjut atau dibatalkan tapi, Pak Sardi harus bisa menanggung segala resikonya." ucap Pak Broto.


"Maaf Pak Broto, sebaiknya perjodohan ini dibatalkan saja. Demi kebaikan semuanya. Maafkan saya karena tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Untuk konsekuensinya akan segera saya usahakan." jawab Pak Sardi.


"Baiklah, saya kasih waktu satu minggu untuk segera melunasinya!" ucap Pak Broto sambil melangkah pergi.


Sebelum sampai Pak Brpto melangkah, tiba-tiba Bayu memanggilnya.


"Tunggu dulu,!"


Sejenak Pak Broto berhenti dan menoleh kearah dalam rumah. Bayu mendekatinya kemudian mengeluarkan ponselnya.


"Berapa nomor rekening Anda. Dan berapa saya harus melunasinya.?" tanya Bayu.


Pak Broto memandang Bayu dengan tatapan tidak suka dan pingin marah. Namun setelah itu dia juga mengeluarkan ponselnya. "Ini nomer rekeningnya, dan kamu harus membayar sepuluh juta!"


"Baiklah, tunggu sebentar.!" ucap Bayu sambil memencet ponselnya. Tak sampai lima menit kemudian dia sudah berhasil mentransfer uang sepuluh juta rupiah ke rekening Pak Broto.


"Sudah kan? Berarti lunas hutangnya Pak Sardi. Dan saya mohon jangan ganggu Aulia dan keluarganya lagi.!" tukas Bayu.


Tak butuh waktu lama akhirnya Pak Broto meninggalkan rumahnya Aulia. Kini dirumah tinggal mereka berempat. Pak Sardi langsung menyalami Bayu dan mengucapkan terima kasih.


"Sudahlah Pak, nggak usah seperti ini. Saya dari awal kan sudah bilang sama Bapak kalau saya serius sama anak Bapak." jawab Bayu.


"Iya Nak Bayu, Bapak percaya sama kamu. Dan saya juga terserah kalian berdua saja." ucap Pak Sardi.


"Aulia, seperti yang kamu dengar tadi. Saya kesini ingin meminta kamu untuk menjadi istriku." ucap Bayu.


"Tapi, Mas. Aulia hanya gadis kampung biasa. Apa nanti kata orang!" jawab Aulia.


"Sudahlah jangan pernah memikirkan omongan orang, yang penting sekarang kamu bersedia nggak menjadi istriku.?"


----------------------------

__ADS_1


Next....


__ADS_2