MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 90 (Pertemuan)


__ADS_3

Setelah pulang dari Bali, Bayu mendapat cuti selama tiga hari. Akhirnya cuti tersebut digunakan Bayu untuk pulang ke Surabaya menemui Aulia. Dia berangkat habis subuh dengan mengendarai mobilnya sendiri.


.


.


.


Siang harinya sekitar pukul dua siang dia sampai di rumah. Bayu langsung memasukan mobilnya ke halaman rumahnya. Mama serta Papanya senang sekali melihat kepulangan anak semata wayangnya.


"Aaahh, capek banget, Ma," ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Kamu berangkat jam berapa Bay,?" tanya Papanya.


"Bayu nggak lihat jam, Pa. Pokoknya tadi habis sholat subuh langsung berangkat."


"Kamu sudah makan? Mama tadi masak makanan kesukaan kamu. Udang goreng tepung sama tumis kangkung," ucap Bu Santy.


"Belum Ma, tapi bentar dulu Bayu duduk-duduk dulu," jawab Bayu.


"Bay, Mama sama Papa sudah jenguk Aulia, lalu cincinnya juga sudah Mama kembalikan," ucap Mamanya.


"Gimana keadaan Aulia sekarang, Ma. Apa sudah baikan.?"


"Sudah, saat kita kesana juga sudah mendingan, kan Pa,?" jawab Bu Santy sambil menoleh kearah suaminya.


"Iya Bay, Aulia sudah nggak apa-apa. Kamu nggak punya rencana jenguk dia,?" tanya Pak Ridwan.


"Iya Pa, Bayu rencananya mau jenguk dia," jawab Bayu.


"Kamu serius mau jenguk Aulia,?" tanya Bu Santy dengan mimik tegang.


"Iya Ma. Memangnya kenapa, Ma.?"


"Mama bukannya nggak setuju, tapi status Aulia sekarang sudah beda. Masa idanya juga belum selesai, nanti apa kata orang kalau tahu kamu dekati dia lagi," jawab Mamanya.


"Ma, Bayu kan hanya melihat saja. Dia kan habis sakit, lumrah kalau Bayu mau jenguk," sahut Pak Ridwan.


"Iya juga sih Pa, tapi Mama kok merasa gimana gitu," jawab Bu Santy.


"Bayu besok rencananya mau ajak Gani. Jadi biar tidak dikira macem-macem," sahut Bayu sambil meninggalkan orang tuanya ke kamar.


Pak Ridwan melirik kearah istrinya yang kebetulan juga menoleh kearahnya.


"Tuh kan, anak kamu jadi ngambek. Kamu sih Ma, ngomongnya gitu," ucap Pak Ridwan.


"Mama kan bener, Pa. Aulia masih dalam masa ida. Nanti kalau Bayu mendekati apa kata orang."


"Dia itu cuma mau jenguk, Ma. Bukan macem-macem," sahut suaminya.


Bu Santy terdiam, dia merenungkan apa yang dibilang suaminya itu memang benar. Dia jadi merasa bersalah karena bersikap seperti itu.

__ADS_1


"Pa, Mama mau lihat Bayu dulu ya.?"


"Iya Ma."


Tok..tok.. Bu Santy mengetuk pintu kamar anaknya. Dia berdiri di depan pintu sambil menunggu pintu itu dibuka. Tak lama kemudian Bayu pun keluar.


"Bay, Boleh Mama masuk.?"


"Silakan, Ma."


Bu Santy masuk mengikuti anaknya lalu dia duduk di tepi tempat tidur. Bayu duduk di sebelah Mamanya dan pandangannya menatap kedepan.


"Kamu masih marah sama Mama,?" tanya Bu Santy sambil memegang tangan Bayu.


Bayu menoleh lalu membalas pegangan tangan Mamanya sambil menggeleng.


"Kenapa Bayu mesti marah.?"


"Kali aja kamu marah karena sikap Mama. Karena melarang kamu menjenguk Aulia," jawab Bu Santy sambil menatap anaknya dengan lekat.


"Ma, Bayu mengerti kok perasaan Mama. Jadi nggak usah dibahas lagi," jawab Bayu pelan.


"Maafkan Mama, ya? Mama bersikap seperti ini karena hanya ingin melakukan yang terbaik buat kamu, sayang," jawab Bu Santy sembari tangannya memegang pipi Bayu.


Bayu jadi terharu karena Mamanya bersikap seperti ini. Dia melihat kedua bola mata Mamanya sudah mulai mengembun. Bayu tak tega kalau melihat Mamanya seperti itu.


"Ma, tidak ada yang perlu dimaafkan. Bayu mengerti kok. Semua yamg Mama lakukan itu demi kebaikan Bayu. Jadi Mama jangan merasa bersalah lagi, ya?" ucap Bayu dengan tangannya mengusap pipi Mamanya yang sudah mulai basah.


"Kamu boleh kok jenguk Aulia. Mama ijinin kamu," ucap Bu Santy sambil terisak.


"Yang bener, Ma,?" jawabnya sumringah.


"Iya sayang, apapun yang membuat bahagia Mama akan dukung."


"Makasih Ma, sekali lagi Bayu ucapkan terima kasih banyak atas pengertian Mama," ucap Bayu lagi.


"Iya sayang. Sekarang kita turun, sudah ditunggu Papa di meja makan," ajak Bu Santy.


"Iya Ma."


Akhirnya Bayu turun sama Mamanya menuju meja makan. Bu Santy sangat senang karena anaknya sudah bisa tersenyum lagi.


(***)


Keesokan harinya Bayu bersiap-siap untuk menjenguk Aulia. Kali ini Bayu mengajak Gani adiknya.


"Gani.., kamu sudah siap,?" teriak Bayu sambil menuruni anak tangga rumahnya.


"Iya Kak, tunggu sebentar.!"


Tak lama kemudian Gani keluar kamarnya dan menuju keluar rumah. Bayu melajukan mobilnya menuju rumah Aulia.

__ADS_1


"Gan, rumah Kak Aulia yang sekarang jauh nggak,?" tanya Bayu saat di jalan.


"Nggak juga, Kak. Paling dua puluh sampai setengah jam dari rumah kita," jawab Gani.


"Oh iya sudah," jawab Bayu.


.


.


.


Sesampainya di rumah Aulia yang sekarang, mobil Bayu masuk ke pelataran rumah yang cukup besar itu. Gani keluar setelah itu tak lama Bayu juga keluar.


"Assalamualaikum.," ucap Gani saat di depan pintu.


Tak lama kemudian pintupun terbuka, Bi Lastri langsung terkejut karena Gani datang dengan laki-laki yang tak dikenal.


"Wa'alaikumsalam.," jawab Bi Lastri sambil menatap Gani kemudian berpindah kearah Bayu.


"Kak Aulianya ada, Bi,?" tanya Gani.


"Oh ada, Mas Gani. Dia sedang duduk-duduk di ruang tengah," jawab Bi Lastri sambil menoleh kearah Bayu.


"Oh iya, Bi. Ini Kak Bayu," ucap Gani.


"Oh ini yang namanya Mas Bayu, ganteng. Hehehe," ucap Bi Lastri sambil terkekeh.


"Bibi ini bisa saja," jawab Bayu malu-malu.


"Oh iya silakan masuk, Bibi sampai lupa nyuruh kalian masuk," ucap Bi Lastri.


Bayu dan Gani masuk mengikuti Bi Lastri. Mereka langsung diajak masuk ke ruang tamu dan disuruh duduk karena mau di panggilkan Aulia.


"Mbak Aulia, ada tamu yang mencari Mbak Aulia,?" ucap Bi Lastri.


"Siapa Bi,?" tanyanya balik.


"Mbak Aulia lihat sendiri saja," jawab Bi Lastri sambil senyum-senyum.


Aulia mengerutkan alisnya karena bingung dengan sikap Bi Lastri. Ada apa dengannya karena sampai senyum-senyum seperti itu.


"Siapa, Bi.?"


"Sebaiknya Mbak Aulia keluar dan lihat sendiri saja," jawab Bi Lastri.


"Baiklah kalau begitu. Saya minta tolong bantu saya keluar ke ruang tamu," ucap Aulia.


Aulia berdiri dengan dibantu Bi Lastri menuju ruang tamu. Saat sudah berada di ruang tamu, Aulia kaget karena siapa yang datang.


"Mas Bayu,!"

__ADS_1


------------------------------


Next...


__ADS_2