MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 102 (Keputusan Bayu)


__ADS_3

Bayu merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Windy saat ini. Dia juga sempat menelpon orang tuanya soal kejadian yang menimpa Windy. Orang tuanya cuma berpesan jangan salah ambil keputusan, renungkanlah dan jangan gegabah.


(***)


Hari ini dia masuk kantor seperti biasa, sementara yang nunggui Windy di rumah sakit adalah Bu Sumi. Sebagai orang yang di gaji oleh perusahaan, Bu Sumi juga wajib turun tangan untuk urusan Windy.


"Silakan duduk Pak Bayu," ucap Pak Adrian sesampainya Bayu di ruangannya.


"Iya Pak. Makasih."


"Oh iya, saya mau membahas soal Bu Windy. Sebenarnya ada masalah apa sampai Bu Windy jatuh pingsan,?" tanya Pak Adrian.


"Sebenarnya ini urusan mereka. Waktu itu kalau Bu Windy tidak teriak minta tolong, pasti saya juga tidak akan ikut campur. Soalnya kejadiannya itu sewaktu sepulang Bu Windy saya antar, mungkin teman Bu Windy itu cemburu sama saya, jadi dia gelap mata dan hendak memukul saya. Tapi disaat bersamaan, Bu Windy malah mendorong saya dan akhirnya dia yang kena pukul temannya itu dan kepalanya ke bentur ke lantai," jelas Bayu.


"Oh jadi seperti itu ceritanya. Kalau tidak salah apa laki-laki temannya Bu Windy itu bernama Brian.?"


"Iya betul Pak. Namanya Brian."


"Seingat saya mereka sempat hampir menikah, cuma setelah orang tuan Brian itu tahu kalau Bu Windy hanyalah yatim piatu dan tidak tahu dari keluarga seperti apa, maka mereka nggak jadi menikah," ucap Pak Adrian.


"Iya, Bu Windy juga sempat cerita sama saya."


"Kasihan Bu Windy. Dia di Semarang tidak punya siapa-siapa. Jadi kalau mendapat masalah seperti ini dia sendirian," ucap Pak Adrian.


"Saya janji akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Bu Windy. Karena gara-gara dia membela saya jadi dia yang kena," jawab Bayu.


"Pak Bayu apa saya boleh bertanya lebih pribadi.?"


"Oh iya silakan Pak."


"Begini Pak Bayu, saya hanya mau tanya apa Pak Bayu sudah punya calon atau pacar gitu,?" tanya Pak Adrian.


Bayu kaget kenapa bosnya ini tiba-tiba nanya seperti itu. Bayu hanya tersenyum kemudian menatap Pak Adrian.

__ADS_1


"Dibilang belum itu sudah ada, dibilang sudah tapi saya belum tahu bisa menikah dengan dia apa enggak," jawab Bayu pelan.


"Kok bisa begitu, Pak.?"


"Ceritanya panjang, Pak. Cuma kali ini kalau saya ingin menikahinya harus menunggu masa idanya selesai. Dia baru saja ditinggal suaminya lantaran sakit."


"Sebentar, kok saya masih belum faham.?"


Akhirnya Bayu menceritakan dari awal sampai akhir apa yang terjadi pada dirinya dan Aulia. Pak Adrian manggut-manggut mendengarkan cerita Bayu. Perlahan Pak Adrian tersenyum dan mulai faham apa yang di ceritakan Bayu.


"Semangat Pak Bayu, saya percaya kalau jodoh itu pasti tidak akan kemana. Setelah mendengar cerita Pak Bayu barusan, saya tahu bahwa Pak Bayu punya hati yang luas dan sangat mencintai perempuan itu," jawab Pak Adrian.


"Iya Pak, terima kasih dukungannya."


"Kembali ke masalah Bu Windy, sebaiknya Pak Bayu ajak bicara lagi si Brian itu. Kalau memang dia benar-benar cinta sama Bu Windy, suruh dia lekas menikahi Bu Windy," ucap Pak Adrian.


"Tapi apa pantas saya bicara seperti itu sama dia Pak. Sedangkan saya hanya teman kantornya Bu Windy," jawab Bayu.


"Iya saya tahu, tapi saya rasa dengan Pak Bayu membantu bicara sama Brian, maka secara tidak langsung Pak Bayu sudah bertanggung jawab atas diri Bu Windy," ucap Pak Adrian.


"Oke, saya rasa itu saja. Pak Bayu bisa kembali ke ruangan Pak Bayu," ucap Pak Adrian.


"Iya Pak. Makasih atas semua sarannya."


"Sama-sama."


Bayu keluar dan kembali ke ruangannya. Dia kini mulai tenang soal nasib Windy selanjutnya. Setidaknya dia ada pencerahan Soal itu.


(***)


Malam harinya sekitar habis maghrib Bayu janjian ketemuan di rumah sakit. Dia mau membicarakan apa yang tadi di sarankan oleh Pak Adrian.


Di cafe rumah sakit Bayu dan Brian bertemu. Kini mereka duduk berhadapan sambil di depannya sudah tersedia kopi hangat.

__ADS_1


"Ada perlu apa kamu ajak saya kesini,?" tanya Brian membuka obrolan.


"Saya sebelumnya minta maaf karena lancang ikut campur urusan kalian berdua. Tapi, soal kejadian kemarin memang saya berhak ikut campur karena keadaan yang membuat saya harus menolong Windy," ucap Bayu.


"Iya saya tahu soal itu. Saya juga minta maaf karena telah kasar sama kamu," jawab Brian.


"Begini, kemarin kan kamu sempat bilang sama saya kalau kamu akan menjaga dan merawat Windy. Apa perkataan itu tulus dan bisa dipertanggung jawabkan kedepannya,?" tanya Bayu.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? Jelas saya tulus karena saya memang cinta sama dia," jawab Brian.


"Kalau memang kamu tulus, janganlah kasar sama dia. Kasihan Windy, dia itu perlu ada orang yang mengayomi bukan malah bersikap kasar sama dia," ucap Bayu sambil menatap Brian.


"Ya itulah kelemahan saya, dari dulu saya selalu terbawa emosi jika memang suasana hati saya tidak pas. Okelah., saya janji tidak akan bersikap kasar sama Windy dan saya juga janji akan mencintainya seumur hidup saya," jelas Brian.


"Baiklah kalau begitu, memang maksud saya ngajak kamu ketemuan karena mau menyampaikan hal itu tadi, jagalah dan cintai dia dengan baik," ucap Bayu lagi.


"Makasih ya, kamu sudah menjadi pelindung Windy selama tidak ada saya. Dan sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah kasar sama kamu dan Windy," ucap Brian sambil menepuk pundak Bayu.


"Baiklah kalau begitu, kita kembali lihat Windy. Soalnya dia belum juga siuman," ucap Bayu sambil dia berdiri lalu membayar minumannya itu.


Akhirnya Bayu bisa bicara baik-baik dengan Brian. Dia semalam juga berfikir dan ditambah tadi pagi di kantor dia juga banyak dikasih masukan sama Pak Adrian soal Windy.


Bayu sempat bingung dan dilema, dia memang tidak mencintai Windy, tapi tindakan Windy yang menyelamatkan dirinya dari pukulan Brian dan sampai me


buatnya pingsan dan kritis membuat Bayu merasa bersalah sama Windy dan ingin bertanggung jawab sama gadis itu.


Setelah dipikir-pikir akhirnya dia mengurungkan niatnya dan mengembalikan semuanya pada Brian laki-laki yang mencintai Windy. Bayu tidak tahu saat itu apa yang ada dalam pikirannya sampai dia nggak menyadari bahwa Brian juga punya hak atas Windy.


Karena bukan hanya dia saja yang merasa bersalah, Brian juga malah yang membuat Windy menjadi seperti ini, dia pun juga merasa bersalah dan bertanggung jawab.


Setelah memikirkannya akhirnya Bayu memberi kesempatan kepada Brian untuk kembali menjaga Windy dan membahagiakannya.


-------------------------------

__ADS_1


Next....


__ADS_2