MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 22 (Mencari tahu)


__ADS_3

Sejak dari rumah Rudi, Bayu drngan dibantu temannya langsung menyiapkan semua keperluan untuk usaha outlet sepatu dan sandal. Dia memang suka berinvestasi. Dengan persiapan yang sudah mulai dicicilnya, dia dibantu temannya untuk memgurus semua itu.


"Ma, Bayu mau buka usaha toko sepatu dan sandal. Dan Bayu akan mencari orang yang bisa mengurus toko tersebut." ucap Bayu saat duduk sama Mamanya.


"Bagus itu Bay, Mama sih setuju saja." jawab Bu Santy.


"Oh iya, Ma. Bayu mau cerita sesuatu."


"Cerita apa sayang.!"


"Ma, Bayu kan kenal seorang cewek, dia baik, kalem, keibuan ya hampir mirip sama Dini. Kami bertemu hanya tiga apa empat kali Bayu lupa. Tapi, setelah itu tahu kabar terakhir katanya dia sudah dilamar orang, tapi orangnya itu jahat dan kasar sama gadis itu dan Bayu melihat sendiri laki-laki itu main kasar sama gadis itu.


Dan yang lebih mengejutkan lagi, kemarin Bayu melihat laki-laki itu ternyata sudah punya istri dua, dan kebetulan rumah istri keduanya itu berhadapan dengan rumah Rudi teman Bayu. Lalu Rudi bilang kalau laki-laki itu memang kasar dan sering memperlakukan istrinya itu dengan kasar.


Kalau menurut Mama Bayu harus gimana, Ma?" tanya Bayu.


Bu Santy tersenyum terhadap anak semata wayangnya itu lalu memegang pundaknya, "Bay, apa kamu sudah jatuh cinta sama gadis itu.?"


Bayu tidak langsung menjawab, lalu dia menundukan kepalanya sambil mengangguk, "Iya Ma!"


"Kalau memang kamu mencintai gadis itu, perjuangkan. Jangan sampai kamu menyesalinya" jawab Bu Santy.


"Tapi, dia kan sudah dilamar orang. Apa nanti Bayu tidak disalahkan orang.?"


"Kamu cari tahu, kenapa dia sampai mau dilamar orang yang sudah punya istri dua. Pasti dibalik itu ada alasannya kenapa keluarganya menjodohkan dengan orang yang sudah beristri." jawab Bu Santy.


"Baiklah Ma, Bayu akan berusaha untuk mencari tahu." jawab Bayu.


"Mama senang sekali Nak, kamu sudah perlahan sudah bisa kembali menata hatimu." jawab Bu Santy.


"Iya, Ma.!"


Bu Santy tersenyum dan senang sekali karena anaknya sudah mulai kembali seperti biasanya. Perlahan dia sudah bisa melupakan tunangannya yang sudah meninggal.


.


.


.


Sore harinya Bayu mencari Gani di kamarnya, "Gani, Gan,!" teriak Bayu sambil mengetuk pintu kamar Gani.


"Iya Kak, ada apa.?" jawab Gani setelah membuka kamarnya.


Bayu langsung masuk ke dalam kamar Gani lalu duduk dipinggir tempat tidur. Gani masih nggak ngerti kenapa Bayu kelihatan begitu sumringah.

__ADS_1


"Gan, kamu dulu kan pernah bilang kalau Kak Bayu kamu suruh menikahi Kak Aulia.?" tanya Bayu sambil menatap Gani.


"Iya, Kak. Emang kenapa.?"


"Kamu mau bantuin Kakak, kan.?"


"Gani pasti bantuin buat Kak Bayu."


"Bantuin Kakak untuk bisa menikahi Kak Aulia,!" ucap Bayu dengan mata berbinar.


"Yang benar, Kak! Gani nggak salah dengar ini.?" ucap Gani.


"Iya, dan sekarang ayo ikut Kakak ke rumah Kak Aulia.!" jawab Bayu.


"Serius Kak!"


"Iya, ayo temani Kakak kesana.!"


Akhirnya Bayu dan Gani berangkat ke rumahnya Aulia. Dengan mengendarai mobil kesayangannya. Dengan semangat Bayu mengendarai mobilnya menyusuri jalanan Surabaya.


Sekitar tiga puluh menit kemudian mereka sudah mendekati rumah Aulia, Bayu memasukan mobilnya ke sebuah daerah di pinggiran kota dan langsung memarkirkan mobilnya didepan pagar nggak sampai masuk rumah.


Bayu dan Gani turun mobil lalu masuk kedalam rumah yang sangat sederhana. Gani mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Lalu tak lama kemudian pintupun terbuka.


"Sore juga, Gan. Tumben kamu kesini. Kak Aulianya tidak ada." jawab Pak Sardi.


"Oh Kak Aulianya belum pulang kerja ya Pak.?" sahut Gani lagi.


"Iya, dia belum pulang."


Gani menoleh kearah Bayu kasih kode ditunggu apa langsung pulang. Tapi Bayu menggeleng.


"Nggak apa-apa, Pak. Saya ada perlu sama Bapak saja" ucap Bayu.


"Oh iya silakan masuk dulu Nak. Ayo Gan ajak mas ini masuk." ucap Pak Sardi.


"Makasih Pak.!"


"Tapi maaf rumahnya sederhana, berantakan lagi." jawab Bayu sambil mendaratkan tubuhnya diatas kursi.


"Ada perlu apa sama saya, maaf Nak namanya siapa kalau boleh Bapak tahu.?"


"Saya Bayu, Pak. Saya temannya Aulia dan Gani." jawab Bayu sambil melirik Gani.


Pak Sardi seolah mengingat sesuatu, dia mengenyitkan dahinya mengingat sesuatu. "Oh Nak Bayu ini yang mengasuh Gani itu ya.?"

__ADS_1


"Iya Pak. Saya Kakak angkatnya."


"Oh iya, tadi ada perlu sama Bapak apa ya?" tanya Pak Sardi.


"Begini Pak, maksud kedatangan saya kesini adalah untuk meminta anak Bapak sebagai istri saya.!"


Pak Sardi kaget bukan main. Dia sempat nggak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya. Lalu dia menoleh kearah Gani, dan anak kecil itu tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Tapi Nak, maaf anak saya sudah dilamar orang." jawabnya pelan.


"Apa tidak bisa dibatalkan Pak.?"


"Hmm..gimana ya Nak, saya itu nggak berani menolak keinginan Pak Broto." jawab Pak Sardi.


"Pak Broto itu siapa, kok Bapak sampai nggak berani melawan beliau.?"


"Sebenarnya beliau itu rentenir, saya pernah berhutang sama beliau, dan hutang saya masih kurang lima juta. Berhubung saya belum bisa melunasinya, akhirnya beliau meminta Aulia menikah dengan Fatih anaknya" jelas Pak Sardi.


"Bapak tahu kalau Fatih itu sudah punya istri.?" tanya Bayu.


Pak Sardi mengangguk lalu menudukkan wajahnya tanpa berani menatap Bayu. "Iya saya tahu, Nak. Tapi, Bapak terpaksa melakukan ini."


Kini Bayu mengerti kenapa perjodohan ini terjadi. Semuanya lantaran hanya untuk melunasi hutang Ayahnya.


"Apakah Bapak juga tahu kalau Fatih itu kasar sama perempuan.?"


"Enggak, kalau yang ini saya benar nggak tahu." jawab Pak Sardi serius.


"Pak saya mohon sama Bapak untuk membatalkan perjodohan ini. Saya nggak mau Aulia akan mengalami kekerasan seperti istri-istrinya Fatih. Saya akan menanggung semua resikonya asalkan perjodohan ini dibatalkan." ucap Bayu memelas.


Pak Sardi bingung, dia sebenarnya juga nggak tega karena menjodohkan Aulia dengan laki-laki yang beristri. Sekalipun laki-laki itu kaya, dia juga nggak mau kalau anaknya nanti nggak bahagia. Tapi, mau gimana lagi keadaanlah yang membuat Pak Sardi menerima perjodohan ini.


"Nak Bayu, jujur Bapak juga nggak tega sama Aulia, tapi bagaimana caranya saya bilang sama Pak Broto soal pembatalan perjodohan ini." ucap Pak Sardi sambil wajahnya menampakan kesedihan.


"Pak Sardi coba untuk merundingkannya lagi dengan Pak Broto soal perjodohan ini. Apa tidak ada jalan lain selain dengan perjodohan." tanya Bayu.


"Sebenarnya ada Nak Bayu, jika Bapak bisa melunasi hutang Bapak menjadi dua kali lipat, maka Pak Broto bisa membatalkan perjodohan ini." jawab Pak Sardi.


"Pak, biarkan Saya yang akan melunasi hutang Bapak pada Pak Broto dua kali lipat. Tapi, tolong batalkan perjodohan ini." ucap Bayu.


"Apa,! siapa kamu berani-beraninya membatalkan perjodohan ini.,!"


-------------------------------


Next....

__ADS_1


__ADS_2