
Keesokan harinya Aulia sengaja berencana memasak guna menyambut kedatangan suami tercinta. Di rumah mertuanya dia tinggal karena untuk tinggal di rumah Bayu sendiri tidak diperbolehkan oleh Bu santy.
"Aulia, apa hari ini kamu pergi ke showroom,?" tanya Bu Santy kalem.
"Nggak Ma, hari ini Mas Bayu pulang. Jadi Aku akan memasak makanan buat Mas Bayu," jawab Aulia.
"Oh ya sudah kalau gitu. Apa kamu sudah siapkan bahan-bahan makanan buat suamimu.?"
"Semuanya sudah siap, Ma. Kemarin sepulang dari showroom Aulia mampir ke supermarket buat belanja. Nanti Mama dibuatin apa sekalian Aulia masak buat Mas Bayu," tawar Aulia pada Ibu mertuanya.
"Mama sih terserah kamu saja sayang, nggak usah repot-repot. Masak apa saja Mama pasti makan," jawab Bu Santy.
"Iya Ma."
"Ya sudah, Mama langsung berangkat ngajar, ya? Papamu sudah siap," ucap Bu Santy seraya melangkah keluar.
Aulia mengikuti mertuanya keluar rumah yang hendak pergi mengajar. Setelah menyalami kedua orqng tua itu, Aulia kembali masuk rumah dan menutup rapat-rapat pintu rumahnya.
Dengan senang hati dia mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah mertuanya tersebut. Dia tak henti-hentinya berucap syukur karena dipertemukan dengan Bayu dan keluarganya.
Bayu memang dari keluarga biasa saja namun kedua orang tuanya mempunyai pekerjaan yang begitu mulia yaitu sebagai guru. Meskipun demikian secara materi Bayu tidak kekurangan sesuatu apapun itu.
Dari kecil Pak Ridwan selalu mengajarkan kepada anaknya itu untuk rajin menabung dan tidak boleh boros. Maka dari itu Bayu sekarang punya banyak pundi-pundi uang dari hasil kerja kerasnya selama ini. Selain karirnya yang semakin sukses, dia juga punya usaha toko sepatu.
Aulia adalah gadis yang sangat beruntung karena menjadi pilihan Bayu untuk menjadi istrinya. Memang dulu Bayu punya rencana menikah dengan Dini tapi takdir berkata lain, Dini lebih dulu dipanggil oleh yang Maha Kuasa karena kecelakaan.
Akhirnya sampai Bayu menemukan sosok Aulia dalam kehidupannya dan bisa mengembalikan kepercayaan Bayu akan persoalan asmara. Usia pernikahan Bayu dan Aulia memang masih dini dan satu bulan adalah waktu yang dibilang masih senang-senangnya mereka berduaan.
Tapi dikarenakan urusan pekerjaan mereka berdua terpaksa untuk menjalani rumah tangga dengan berjauhan. Seperti halnya hari ini Bayu janji akan pulang seperti biasa dan Aulia menyambut kepulangan suaminya itu dengan memasak makanan kesukaan suaminya tersebut.
Sudah hampir dua jam Aulia berkutat di dapur guna memasak makanan kesukaan Bayu. Dan akhirnya dia hampir selesai memasak.
"Alhamdulilah., akhirnya selesai juga aku memasak. Nanti siang Mas Bayu datang pasti senang," ucap Aulia dengan wajah yang berseri-seri.
(***)
Sekitar pukul dua siang, Aulia baru saja selesai mandi dan dandan cantik untuk menyambut kedatangan suaminya. Dia sudah memberaihkan rumah dan kini dia duduk di ruang tengah sambil nonton televisi.
Tak henti-hentinya dia melihati jam dinding karena menunggu Bayu pulang. Bayu bilang perkiraan sampai jam tiga sore karena kantornya setengah hari dan dia langsung dari kantor menuju Surabaya.
Tiga puluh menit kemudian terdengar suara mobil masuk pelataran rumah dan langsung saja Aulia berdiri dan membuka pintunya. Dengan wajah yang sumringah Aulia melihat kedatangan Bayu.
__ADS_1
Seketika Aulia langsung mendekati mobil dan menyambut suaminya tersebut. Bayu membalas senyuman istrinya dan membuka pintu mobil.
"Alhamdulilah akhirnya kamu sampai rumah, Mas," ucap Aulia seraya mencium punggung tangan suaminya.
"Iya sayang, aku sampai dengan selamat," jawab Bayu sambil mencium kening istrinya.
"Aku sudah siapkan makanan kesukaan kamu, Mas."
"Oh iya, kamu memang istri yang baik. Makasih sayang," ucap Bayu sambil menggandeng Aulia masuk.
Sesaat setelah Bayu selesai bersih-bersih badannya kini dia langsung menuju mrja makan dimana Aulia sudah menyiapkan semuanya. Mata Bayu langsung melotot karena makanan di hadapannya kali ini rata-rata makanan kesukaannya.
Aulia yang mendapati suaminya senang sekali dengan makanan yang dia masak kali ini langsung tersenyum kearah Bayu. Dia mengajak Bayu untuk langsung makan bersama.
Bayu duduk lalu diikuti oleh Aulia, kemudian Aulia mengambilkan makanan buat suaminya itu. Menu kali ini ada udang goreng tepung serta tumis kangkung kesukaan Bayu.
"Sudah sayang, segitu cukup,!" seru Bayu.
"Iya Mas."
"Kamu juga makan, jangan meladeni aku saja."
"Iya dong, Mas. Aku kan memang sengaja menunggu kamu untuk makan," jawab Aulia.
"Oh iya aku lupa bilang sama kamu, Mama sama Papa ada perlu jadi agak telat pulangnya," jawab Aulia.
Aulia kemudin mengambil nasi untuk ditaruh di piringnya. Kemudian dia mengambil lauk serta sayurannya. Mereka berdua akhirnya makan dengan lahapnya sampai-sampai nggak terasa Bayu nambah.
Aulia sangat senang jika suaminya sampai lahap bahkan sampai nambah untuk makannya. Dia bahagia karena mempuanyai suami yang selalu sayang dan perhatian sama dirinya.
Di tengah-tengah mereka menikmati makanannya, tiba-tiba Aulia merasakan pusing. Dia berhenti mengunyah lalu diam.
Bayu yang mendapati istrinya mengeluh sakit kepala, langsung berdiri dan menghampiri Aulia.
"Kamu kenapa sayang,?" tanya Bayu panik.
"Nggk tahu Mas, tiba-tiba kepalaku pusing sekali," jawab Aulia pelan.
"Kita ke dokter sekarang,?" jawab Bayu lagi.
"Nggak usah Mas, antar aku ke kamar saja," jawab Aulia seraya memegang tangan suaminya.
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu sayang, ayo kita ke kamar."
Dengan perlahan Bayu mengantarkan Aulia ke atas ke kamarnya. Bayu sangat cemas sekali karena Aulia tidak mau dibawah ke rumah sakit. Sesampainya di kamar Bayu langsung membantu merebahkan tubuh istrinya di atas pembaringan.
"Mas, tolong buatkan aku teh panas, ya? Maaf ya aku harus minta tolong buatkan teh," ucap Aulia sambil memegang perutnya.
"Iya sayang. Aku buatkan sekarang. Nggak apa-apa sayang, karena kita memang harus saling membantu satu sama lain. Kamu tunggu sebentar, ya.?"
Bayu langsung keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan Aulia teh panas. Sedangkan di kamar Aulia masih meringis kesakitan pada kepalanya.
"Kok perutku nggak enak gini, ya.?" gumamnya.
Tiba-tiba Aulia merasakan mual pada perutnya. Dia berasa ingin muntah tapi susah untuk muntah. Tak lama kemudian Bayu masuk sambil membawa teh panas.
"Ini sayang tehnya," ucap Bayu seraya membantu Auli untuk meminum teh panasnya tersebut.
"Makasih Mas."
Aulia perlahan meniup teh untuk mengurangi panasnya kemudian dia meminumnya sedikit. Bayu mengusap wajah istrinya yang sempat keluar keringat dingin.
"Hueeek,!" Aulia membungkam mulutnya yang berasa mau muntah.
"Sayang, kita ke rumah sakit ya. Aku kawatir dengan kamu," seru Bayu cemas.
"Nggak usah Mas, mungkin aku hanya masuk angin saja. Sebentar lagi pasti anginnya keluar," jawab Aulia pelan.
"Tapi kamu pucat sayang,!"
"Sssttt.., sudahlah Mas. Kamu disini saja temani aku. Ini perutku sudah nggak sakit lagi. Nanti saja kalau memang aku masih seperti ini, kita pergi ke rumah sakit," jelas Aulia.
"Baiklah sayang. Sekarang kamu istirahat saja dan ini semua pasti karena kamu kecapekan. Jadi selanjutnya kamu nggak boleh capek-capek," ucap Bayu sambil mencium kening istrinya.
"He'em Mas, nggak apa-apa kok, Mas."
Bayu memandangi wajah istrinya yang perlahan sudah nggak pucat lagi. Dengan bantuan teh panas yang membuat keadaan Aulia sedikit membaik.
Bayu masih terus menatap istrinya yang perlahan sudah tertidur. Di dalam benaknya Bayu menyimpan beberapa pertanyaan dengan kejadian barusan yang menimpa istrinya.
"Ada apa dengan Aulia, kok tiba-tiba dia merasakan pusing serta mual. Apakah Aulia hamil,?" Bayu berbicara sendiri.
---------------------------------
__ADS_1
Next......