MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 40 (Bayu tunangan 2)


__ADS_3

Irwan menatap wajah istrinya tanpa kedip. Sedangkan Dinda masih terdiam karena diantidak berani menatap suaminya. Akhirnya Irwan tidak tega setelah melihat wajah Dinda yang ketakutan.


"Sayang, maafin aku. Bukannya aku marah sama kamu, tapi aku nggak mau kalau kamu bersikap seperti itu sama Aulia," ucap Irwan pelan.


"Mas, maafin aku juga. Aku seperti itu bukan karena aku cemburu. Aku cuma ingat sama Mbak Dini, Mas," jawab Dinda sambil meneteskan air mata.


"Ya Allah, kamu nggak boleh gitu, Din. Bayu itu juga perlu melanjutkan hidupnya. Dini juga nggak suka kalau kamu seperti ini," ucap Irwan sambil memegang tangan istrinya.


"Aku merasa kalau Mas Bayu itu mengkhianati Mbak Dini. Aku nggak terima jika Aulia menjadi istrinya Mas Bayu," ucapnya lirih.


"Sudahlah Din, kamu harus ihklaskan Mbak Dini supaya dia tenang. Doakan saja supaya dia dapat tempat di sisiNYA," ucap Irwan.


"Iya Mas, aku memang salah. Makasih sudah diingatkan," ucap Dinda.


Setelah acara makan-makan, kini tinggal ngobrol-ngobrol antara kedua anggota keluarga. Bayu dan Aulia juga lagi asyik ngobrol berdua.


"Lia, hari ini kamu sudah aku ikat, jadi kedepannya kalau ada apa-apa kamu harus bilang sama aku," ucap Bayu.


"Iya, Mas. Jadi apapun masalahnya kita harus saling cerita dan berbagi," jawab Aulia.


Ketika Bayu dan Aulia lagi ngobrol berdua, Irwan dan Dinda mendekati mereka berdua. Irwan duduk di sebelah Bayu, sedangkan Dinda duduk di samping suaminya.


"Bay, kita mau bicara sama kalian berdua," ucap Irwan.


"Emm, mau bicara apa,?" jawab Bayu.


"Sayang, bicaralah. Mumpung kita masih ada waktu buat ngobrol-ngobrol," ucap Irwan sambil melirik Dinda.


Dinda mengangguk lalu mendekati Aulia.

__ADS_1


"Lia, maafin aku, ya. Selama ini aku selalu jutek sama kamu."


Aulia lalu tersenyum kemudian meraih tangan Dinda. "Mbak Dinda, aku bisa mengerti apa yang Mbak Dinda rasakan."


"Tapi aku melakukan ini bukan lantaran Mas Bayu nggak jadi menikah sama aku, tapi aku melakukan ini karena aku ingat sama Mbak Dini, dan merasa kalau Mas Bayu itu telah mengkhianati Mbak Dini," jawab Dinda sambil meneteskan air mata.


"Dinda, kamu jangan punya pikiran seperti itu. Semua orang di dunia ini siapa yang mau kalau di pisahkan dengan orang yang disayanginya, tapi kalau takdir sudah menuliskan harus berpisah, kita bisa apa,?" sahut Bayu.


"Iya, Mas. Makanya aku bicara ini mau minta maaf," jawab Dinda.


"Sudahlah Din, nggak ada yang perlu di maafkan. Yang penting kita selanjutnya tidak boleh ada yang saling benci dan iri yang macam-macam, karena bagaimanapun juga kita ini satu keluarga," jelas Bayu.


"Iya, Mas Bayu. Sekali lagi Dinda minta maaf, ya? Dan kamu Aulia, jangan benci aku, ya. Aku janji akan berusaha untuk mengendalikan emosiku," jawab Dinda.


Aulia mengangguk, kini keduanya saling memafkan dan berpelukan. Bayu dan Irwan saling pandang dan tersenyum. Karena mereka semua senang kalau keduanya bisa akur.


Akhirnya acara lamaran sudah selesai, kini keluarga besar Bayu meninggalkan rumah Aulia dan menuju rumahnya kembali.


Keesokan harinya Bayu masuk kerja seperti biasanya. Dia mengendarai motor kesayangannya itu. Sekitar jam setengah delapanan dia sudah sampai kantor. Karena masuknya masih jam delapan, Bayu akhirnya duduk di meja receptionis dulu.


Sambil membuka ponselnya, dia mencoba melihat foto-foto pas acara lamarannya kemarin. Satu persatu dia lihatin foto tersebut. Dia menatap foto Aulia yang begitu cantik meskipun dengan riasan yang tipis.


"Bay,!" seru seseorang yang datang tiba-tiba.


Bayu sontak mendongakan wajahnya dan melihat siapa yang datang. Dia kaget karena Panji, temannya dulu sudah di hadapannya kali ini.


"Kok, kamu ada disini,?" tanya Bayu heran.


"Iya, perusahaan di tempat aku kerja lagi ngadain kerja sama dengan kantor kamu. Aku disuruh kesini pagi-pagi karena ada janji dengan atasan kamu. Ternyata aku kepagian, dan aku lihat kamu sudah datang, akhirnya aku samperin saja kamu," jelas Panji.

__ADS_1


"Oh gitu, aku nggak tahu. Karena memang bukan divisiku. Kamu gimana kabarnya, masih jomblo saja,?" ucap Bayu.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku masih betah jomblo. Nggak seperti kamu sudah punya pacar,!" ucap Panji.


"InshaAllah nggak lama lagi aku akan menikah dengan pacarku itu yang ketemu kamu di Mall," ucap Bayu.


"Syukurlah, Bay. Aku ikut senang. Mudah-mudahan sebentar lagi aku juga nyusul kamu," jawab Panji.


"Iya, Ji. Aku juga doakan supaya kamu biaa menemukan jodoh yang baik," ucap Bayu.


Tak lama kemudian datanglah Irwan. Dia ketemu Bayu dan temanya itu di meja receptionis. Irwan langsung menyapa Bayu.


"Hai, Bay. Aku tadinya mau nebeng kamu ke kantornya, tapi nggak jadi karena Dinda nggak jadi ke rumah Ibunya. Jadi motornya aku pakai," ucap Irwan.


"Kamu nggak telpon aku, tahu gitu aku jemput."


"Nggak apa-apa. Ternyata Dinda nggak mau kemana-mana. Maklum hamil muda," jawab Irwan.


Panji yang dari tadi di anggurin, merasa nggak enak saja karena hanya diam melihat mereka berdua ngobrol. Tapi, setelah sadar, Bayu akhirnya memperkenalkan Panji sama Irwan sepupunya sekaligus anak buahnya.


"Ji, kenalin ini Irwan sepupuku, dan kebetulan kerja disini juga," ucap Bayu.


"Irwan,"


"Panji,"


"Oh iya, dia ini pengantin baru, Ji."


----------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2