
Bayu mengajak masuk Aulia. Sedangkan gadis itu malah terperangah melihat rumah Bayu yang tergolong bagus.
"Ayo masuk,!"
"Ini rumah siapa, Mas.?"
"Ini rumahku.!"
"Oh.. bagus banget, Mas. Aku tiap hari melihat rumah ini, tapi nggak tahu kalau ini rumah Mas Bayu." jawabnya takjub.
"Kan aku dulu pernah bilang kalau rumahku pas didepan toko buku dimana kamu kerja." ucap Bayu.
"Iya tapi tepatnya yang mana aku nggak tahu." jawab Bayu.
"Ya sudah, ayo masuk." ajak Bayu.
Keduanya masuk rumah dan langsung menuju ruang tamu. Bayu mempersilakan Aulia untuk duduk dulu.
"Tunggu sebentar, aku panggilkan Mama sama Papaku." ucap Bayu.
Aulia bingung kenapa kok Bayu panggil Papa dan Mamanya. Tak lama kemudian Pak Ridwan dan Bu Santy keluar diikuti oleh Bayu.
Bu Santy langsung melempar senyum kearah Aulia, begitu pula dengan Pak Ridwan. Ketika mereka sudah di ruang tamu, seketika Aulia langsung berdiri dan mencium punggung tangan kedua orang tua itu dengan takzim.
"Ma, Pa. Ini Aulia. Gadis yang pernah Bayu ceritakan." ucap Bayu sambil menoleh Aulia.
Aulia tersenyum kearah kedua orang tua dihadapannya kali ini. Kemudian Bayu menyuruh Aulia untuk duduk kembali. Pak Ridwan dan Bu Santy juga ikut duduk di ruang tamu.
"Jadi, ini gadis cantik yang Bayu ceritakan sama Mama kemarin." ucap Bu Santy sambil menatap Aulia.
"Iya Ma, ini Aulia. Gadis yang Bayu ceritakan." jawab Bayu.
"Nak Aulia berapa bersaudara.?" tanya Pak Ridwan.
"Saya dua bersaudara, Pak. Saya sama adik saya." jawabnya sopan.
"Oh jadi Nak Aulia ini anak pertama." ucap Pak Ridwan.
"Oh iya Nak Aulia ini kenal Bayu dimana.?" kini Bu Santy ikut bertanya.
"Saya pertama ketemu dengan Mas Bayu disaat dia menolong Aulia waktu mau ketabrak mobil di jalan depan. Setelah itu kita ketemu lagi di rumah singgah anak jalanan, waktu itu Mas Bayu membagikan makanan ke anak-anak, sedangkan saya membantu mengajar membaca kepada anak-anak tersebut." jelas Aulia.
"Oh jadi Nak Aulia mengajar untuk anak-anak jalanan.?" seru Bu Santy.
"Iya Bu, kalau ada waktu senggang saya mampir ke rumah singgah untuk mengajarkan anak-anak membaca." jawabnya pelan.
"Kamu hebat loh Nak, masih muda sudah peduli dengan kecerdasan anak bangsa. Bapak salut sama kamu." sahut Pak Ridwan.
Bayu sontak kaget, hatinya seketika gembira karena Papanya kelihatanya mulai suka sama Aulia. Bu Santy juga begitu, melihat respon suaminya sama gadis itu begitu positif dan antusias, maka dia nggak begitu kawatir akan kelangsungan hubungan anaknya.
__ADS_1
"Terima kasih Pak, saya hanya kasihan dengan anak-anak jalanan yang kehilangan waktu belajarnya untuk turun ke jalan melawan terik dan kerasnya hidup dikota besar hanya demi sesuap nasi." jawab Aulia.
"Oh iya orang tua kamu masih ada semua.?" Bu Santy mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Masih ada semua Bu. Ayah kerja sebagai buruh pabrik, sedangkan Ibu punya warung kecil-kecilan jualan nasi." jawab Aulia.
Pak Ridwan memandangi gadis dihadapannya kali ini. Dia simpatik sama keluarganya Aulia, semua bekerja dan tidak mengenal kata lelah. Meskipun keadaan kehidupannya yang pas-pasan, tapi dia masih peduli dengan keadaan anak-anak sekitarnya.
"Bay, Mama tadi sudah beli makanan pas sepulang ngajar. Ayo ajak Aulia makan dulu." ucap Bu Santy.
"Lia, ayo makan dulu." ajak Bayu.
"Maaf Mas, saya belum Sholat Ashar. Apa boleh saya numpang Sholat." ucap Aulia.
"Oh iya silakan." jawab Bayu.
Bayu mengantarkan Aulia ke kamar tamu. Lalu Bu Santy mengambil mukena di dalam kamar dan memberikan pada Aulia.
Kini Bu Santy dan Pak Ridwan serta Bayu menunggu Aulia di meja makan.
"Pa, tuh lihat Aulia. Anaknya sholeha loh!" ucap Bu Santy sambil melirik ke arah Bayu.
"Iya..iya, Ma. Aku suka sama gadis itu." jawab Pak Ridwan.
"Hmmm, bakal jadi menantu idaman nih.!" sahut Bayu.
"Ternyata dalam diri Aulia ada bakat mengajar ya.?" ucap Bu Santy.
"Berarti nggak salah kan pilihan Bayu. Dia itu memang kalem, keibuan serta pembawaannya telaten." ucap Bayu.
"Ma, misal ada sekolah TK yang butuh tenaga pengajar, masukan dia saja. Nanti soal persyaratannya menyusul" ucap Pak Ridwan.
"Emangnya apa persyaratannya Pa.?" tanya Bayu.
"Minimal S1, makanya sekarang yang ngajar TK itu harus kuliah lagi." jawab Pak Ridwan.
Tak lama kemudian Aulia keluar kamar lalu menuju meja makan yang kini sudah ada Bayu dan kedua orang tuanya.
"Sudah selesai Nak Aulia.?" tanya Bu Santy.
"Sudah Bu.!"
"Ya sudah, sekarang kita makan dulu ya.?" ajak Bu Santy.
Kemudian mereka makan bersama, Bu Santy mengambilkan buat Pak Ridwan. Sementara Aulia mengambilkan buat Bayu dan dirinya.
"Sudah Lia, segitu aja sudah cukup.!" ucap Bayu.
"Mas Bayu mau ikan apa.?"
__ADS_1
"Tolong ambilkan ayam bakar aja."
Lalu Aulia mengambilkan ayam buat Bayu. Mereka seperti sepasang suami istri saja. Bu Santy dan Pak Ridwan saling pandang dan tersenyum. Kemudian mereka akhirnya menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Mamanya Bayu.
Disaat mereka lagi menikmati makanananya, tiba-tiba Gani datang sambil setengah berlari.
"Pak, Bu. Diluar ada tamu yang mencari Kak bayu.?" ucapnya sambil nafasnya terengah-engah.
"Siapa Gani.?"
"Gani belum nanya, Kak."
"Ya sudah biar Kak Bayu lihat."
Bayu meninggalkan meja makan lalu pergi keluar untuk melihat siapa yang datang. Setelah dia sampai teras rumahnya, Bayu langsung kaget karena melihat Pak Arman lagi duduk di kursi teras.
"Ayah.!"
"Hai Bay, akhirnya bisa ketemu kamu juga." jawabnya seolah bayu sudah untuk dicari.
"Ada apa Yah? Kok tumben kesini jam segini.?"
"Gawat Bay, Dinda menghilang dan nggak pulang." ucapnya panik.
"Apa! Dinda nggak pulang? Sejak kapan dia nggak pulangnya.?"
"Kemarin sore sepulang kerja dia pamit ke rumah temannya, lalu sekitar jam sembilan dia telpon kalau nginap di rumah temannya itu. Tapi, saya tunggu sampai sore ini tadi dia nggak ada kabar. Ponsel nggak bisa dihubungi." ucapnya panik.
"Ayah sudah menghubungi temannya yang tempat dia menginap?" tanya Bayu.
"Sudah, katanya sudah pulang." jawab Pak Arman dengan wajah yang ketakutan.
"Kita nunggu dua kali dua puluh empat jam Yah, kalau sampai besok dia belum kasih kabar atau pulang, Ayah bisa lapor Polisi." ucap Bayu.
"Ayah mohon bantuan kamu ya, bantuin Ayah cariin Dinda. Ibunya nangis terus karena dia kan dalam posisi hamil. Hiks..hiks.." ucap Pak Arman sambil menangis.
"Sudahlah Yah, iya nanti Bayu bantu untuk mencari Dinda." jawab Bayu.
Tak lama kemudian Pak Ridwan dan Bu Santy keluar dari dalam rumah. Mereka langsung menuju teras depan karena Bayu kok nggak balik-balik.
"Loh Pak Arman, kenapa nggak disuruh masuk Bay.?" ucap Pak Ridwan.
"Sudah nggak apa-apa kok Pak. Saya kesini hanya untuk meminta bantuan Bayu untuk mencari Dinda. Karena dari kemarin dia belum pulang." ucap Pak Arman.
Tak selang lama kemudian Aulia keluar dari dalam rumah dan menuju teras yang sedang ada tamu. Sontak Pak Arman kaget karena melihat ada perempuan muda yang keluar dari rumah Bayu.
"Oh iya Pak Arman, kenalin ini Aulia calon istrinya Bayu.!"
-----------------------------
__ADS_1
Next.....