MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 57 (Kegelisahan Aulia)


__ADS_3

"Apa Mas, kenapa Mas Fatih bicara seperti itu,?" tanya Aulia kaget.


"Karena aku benar-benar cinta sama kamu, Lia."


Degh,!


Aulia langsung menoleh kearah Ibunya, demikian pula dengan Ibunya juga menoleh kearah Aulia. Mereka bingung karena apa yang diucapkan oleh Fatih diluar dugaan mereka.


"Mas Fatih jangan bicara seperti itu, kan dulu kita sudah sepakat untuk menjalin persaudaraan saja. Lagian Mas Fatih sudah memiliki dua istri, kan,?" jawab Aulia.


"Lia, kedua istriku sudah meninggalkanku setelah mereka tahu kalau aku sakit. Mereka sudah nggak mau merawat aku," jawab Fatih pelan.


"Mas Fatih sudah Lia anggap seperti kakak sendiri, jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh lagi, ya.?"


"Tapi Lia, aku benar-benar cinta sama kamu. Dulu saat kita dijodohkan oleh Ayahku, aku pikir itu hanya untuk memenuhi keinginan Ayah saja bukan yang lain. Tapi, setelah aku kenal kamu dan kita putus, aku baru merasakan ada yang hilang dalam diriku," jelas Fatih.


"Sudahlah Mas, sekarang yang penting Mas Fatih sembuh dulu, ya. Soal itu nanti dibahas lagi. Sudahlah jangan mikir yang aneh-aneh dulu," jawab Aulia.


"Tapi Lia, sekarang aku tinggal sendirian dengan asisten rumah tanggaku, Ayahku sudah meninggal,!" ucap Fatih sambil menangis.


"Apa, Pak Broto meninggal,!" sahut Ibunya Aulia kaget.


"Inalilahiwainailahirojiun..," sahut Aulia.


"Iya Lia, Ayah sudah meninggal tiga hari yang lalu. Stroke dan hipertensinya yang membuat beliau kolabs dan akhirnya tak tertolong," jawab Fatih.


"Kok Mas Fatih nggak bilang dari awal kalau Pak Broto sudah meninggal, minimal kan asisten Mas Fatih nagabari ke rumah seperti dulu saat ngabari Mas Fatih masuk rumah sakit," seru Aulia sambil memegang lengan Fatih.


"Maaf Lia, aku memang yang nggak ngebolehin ngabari kamu. Aku pikir dulu saat kamu dikasih tahu kalau aku masuk rumah sakit kok kamu belum juga nongol, pikirku kamu sudah nggak mau berurusan dengan keluargaku lagi, makanya saat Ayah meninggal aku yang nggak ngebolehin untuk kabari keluargamu," jelas Fatih sambil menatap Aulia.

__ADS_1


"YaAllah Mas, maafin aku ya. Bukannya seperti itu, karena memang kebetulan kerjaanku banyak dan Ibu dapat pesanan kue banyak sekali, jadi belum sempet jenguk Mas Fatih kesini. Sekali lagi aku ikut berduka cita ya Mas, maafkan jika baru tahu soal ini," jawab Aulia.


"Iya nggak apa-apa Lia, aku juga minta maaf karena tidak ngabari kamu dan keluargamu," ucap Fatih.


"Sekarang misal Mas Fatih keluar dari rumah sakit, Mas Fatih pulang kemana,?" tanya Aulia.


"Aku pulang ke rumah Ayah saja. Karena rumahku ditempati oleh mantan-mantan istriku," jawabnya lirih.


"Ya sudah kalau gitu Mas, biarkan rumah-rumah Mas Fatih ditempati mereka, kan masih ada rumah Pak Broto yang juga nggak ada yang nempati," ucap Aulia.


"Iya Lia, rumah besar itu hanya ditempati kedua asisten rumah tanggaku serta satu sopir dan satu pembantu buat masak," jawab Fatih.


"Sekarang Mas Fatih tinggal pulihkan stamina saja, biar cepat sembuh. Jangan mikir aneh-aneh dulu. Nanti kalau aku juga longgar pasti akan jenguk Mas Fatih disini lagi," ucap Aulia sembari memegang tangan Fatih.


Fatih melirik kearah tangannya ketika tangan Aulia memegang tangannya. Dalam hatinya serasa senang sekali saat ada sentuhan tangan wanita pada tubuhnya. Perlahan air matanya menetes ketika tangan Aulia memegang tangannya.


"Sssttt, sudah jangan lemah seperti ini. Mas Fatih pasti kuat kok meskipun tanpa ada yang memegang tangan Mas Fatih seperti ini. Aulia yakin itu, oke,!" jawab Aulia sambil perlahan melepaskan tangannya.


"Nak Fatih, kita permisi dulu ya. Semoga Nak Fatih cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali," ucap Ibunya Aulia.


"Aku pulang dulu, ya Mas? Semoga lekas sembuh," ucap Aulia.


"Iya makasih Lia, Ibu. Kehadiran kalian menjadi obat buat aku. Dan kamu Lia, jangan lupa kata-kataku tadi ya, aku serius sama kamu," ucap Fatih sambil menatap tanpa kedip kepada Aulia.


Aulia hanya tersenyum kearah Fatih dan mengangguk pelan, "Sudah ya Mas, aku pulang dulu."


.


.

__ADS_1


.


Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, Aulia masih memikirkan apa yang dikatakan Fatih saat di kamar. Dia bingung dengan keadaan Fatih saat ini.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah. Aulia memarkirkan motornya di teras rumah. Karena hari semakin siang, dia langsung menaruh motornya di teras rumahnya.


"Aaaah, capek sekali rasanya Bu, Aku ingin istirahat sebentar," ucap Aulia sambil mendaratkan tubuhnya di kursi.


"Kamu istirahat saja kalau gitu, Lia. Nggak usah bantu Ibu dulu," jawab Ibunya.


Ibunya melihat kearah anak gadisnya itu. Dia melihat kalau sebenarnya dia nggak capek fisik, melainkan dia masih kepikiran omongan Fatih. Sebagai Ibu dia hanya menyupport saja apa yang sudah menjadi keputusan anaknya. Yang penting keputusan tersebut tidak salah dan tidak merugikan bagi anaknya itu.


"Lia, Ibu boleh tanya sesuatu nggak,?" tanya Ibunya.


Gadis berhijab itu lalu menoleh kearah Ibunya. Kemudian dia menegakan tubuhnya dan membetulkan lerak duduknya.


"Iya Ibu mau nanya apa,?" jawab Aulia.


"Apa kamu tidak mempertimbangkan lagi apa yang ditawarkan oleh Nak Fatih,?" kalimat Ibunya membuat Aulia sedikit kaget.


Dalam hatinya, Aulia nggak pernah terpikirkan sedikitpun untuk kembali sama Fatih. Dia sudah menutup rapat-rapat lembaran sama Fatih.


Kenapa saat ini dia terusik dengan permintaan Fatih yang tidak mungkin dia kabulkan. Ditambah lagi Ibunya yang sedikit terpengaruh dengan omongan Fatih.


Aulia semakin bingung dan gelisah. Dia memang menganggap Fatih seperti kakaknya sendiri dan tidak mungkin menerima kembali tawaran Fatih untuk kembali meneruskan perjodohan itu.


------------------------------


Next....

__ADS_1


__ADS_2