MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 103 (Rencana Bayu)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Bayu merencanakan untuk pulang ke Surabaya dan membicarakan rencana hubungannya dengan Aulia. Dia kali ini harus benar-benar memikirkan masa depannya.


Setelah kejadian yang menimpa Windy waktu itu, akhirnya setelah Windy sadar Brian langsung melamar Windy. Meskipun awalnya terjadi perdebatan panjang fan akhirnya Brian berhasil meyakinkan keluarganya soal Windy.


(***)


SURABAYA


Bayu memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya setelah seharian dia keluar untuk mengecek showroom, lalu ke rumah temannya serta sekedar jalan-jalan.


"Bay, kamu sudah makan,?" tanya Mamanya.


"Sudah Ma, tadi pas di rumah teman aku disuguhi makanan. Sekarang masih kenyang."


"Oh iya gimana rencana hubungan kamu dan Aulia. Sekarang Mama sadar kalau tidak bisa melarang ataupun tidak setuju. Kamu sudah dewasa dan ingat umur kamu juga sudah mendekati kepala tiga, jadi Mama pikir semua urusan calon istri itu semua terserah kamu saja," ucap Bu Santy.


"Iya Ma. Makasih kalau Mama sudah bisa merestui hubunganku dengan Aulia. Makanya Bayu pulang ini lantaran mau membahas soal hubunganku dengan Aulia," jawab Bayu.


"Bagaimana apa perlu diadakan lamaran lagi,?" tanya Bu Santy.


"Bayu rasa tidak usah Ma, kita datang saja langsung ke rumah Aulia menemui Aulia dan Ibunya untuk meminta kembali anaknya sebagai istri Bayu, gimana Ma,?" tanya Bayu.


"Lalu apa tidak membawa sesuatu seperti lamaran kamu dulu,?" ucap Bu Santy.


"Soal seserahan nanti sekalian dibawa saat acara pernikahan saja, jadi intinya kita ke rumahnya membahas kelangsungan hubungan aku dan Aulia," jawab Bayu.


"Apa kamu sudah bicara sama Aulia.?"


"Belum, rencananya besok kita janjian ketemu untuk membahas soal itu."


"Ya sudah kamu bicarakan saja dulu rencana kalian bagaimana, lalu setelah itu kasih tahu Mama. Jadi nanti Mama sama Papa bisa bertindak," jawab Bu Santy.


"Iya Ma. Sekarang Bayu ke kamar dulu. Mau bersih-bersih badan Bayu lengket semua," jawab Bayu sembari dia meninggalkan Mamanya yang masih duduk di ruang tengah.


Bayu sudah mantap untuk melanjutkan hubungannya dengan Aulia. Dia juga sudah banyak berpikir bagaiaman dan apa yang harus dia lakukan kedepannya.


Dalam kamar dia tidak langsung mandi melainkan membuka ponselnya untuk memberi kabar sama Aulia bahwa dia ada di Surabaya.


"Assalamualaikum Lia.,"


Sekitar satu menit kemudian Aulia baru membalasnya.


"Waalaikumsalam.,"


"Kamu apa kabar, aku sekarang di Surabaya."


"Aku alhamdulilah baik, Mas. Kamu sendiri gimana kabarnya. Kapan datang."


"Syukurlah aku juga baik. Kemarin siang aku datang. Kamu besok ada waktu, nggak? Aku mau ketemu."


"Aku ada waktu, jam berapa Mas? Nanti sepulang aku dari rumah singgah gimana.?"


"Kamu ke rumah singgah jam berapa? Apa perlu aku yang antar.?"


"Nggak usah Mas, aku sama pengacaranya Mas Fatih untuk mengurus surat-suratnya karena rumah singgahnya sudah selesai dibangun. Dan secepatnya bisa digunakan. Paling sekitar jam sebelasan aku sudah selesai."


"Baiklah kalau gitu. Jam sebelas aku jemput dimana?"


"Nggak usah jemput aku Mas. Kita langsung ketemuan dimana gitu."


"Mmm, gimana kalau kita ketemu di cafe paradise dekat kantor aku dulu.?"

__ADS_1


"Oke Mas Bayu, aku langsung kesana saja."


"Oke Lia, sampai besok ya?"


"Iya Mas."


Bayu meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Kini dia masuk kamar mandi untuk membersohkan tubuhnya biar segar.


Sekitar dua puluh menit kemudian Bayu selesai mandi. Setelah ganti baju dia langsung turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya.


Ada Gani yang tengah duduk dengan Pak Ridwan sedang nonton televisi. Mereka memang sudah akrab satu sama lain karena Gani sudah lama ikut keluarga Bayu.


"Gan, ikut Kakak sebentar," ucap Bayu.


"Kemana Kak,?" jawab Gani.


"Cari anget-anget, ngopi gitu," jawab Bayu sambil ngedipin matanya.


"Bay, memangnya adikmu mau kamu ajak kemana,?" sahut Pak Ridwan.


"Nongkrong saja, Pa. Biasa anak muda," jawab Bayu.


"Kamu itu bisa saja. Ya sudah jangan malam-malam pulangnya," ucap Papanya.


"Siap Pa,!" jawab Bayu.


Bayu dan Gani akhirnya pergi ke srbuah tempat nongkrong anak muda. Sekitar lima belas menit mereka sampai di tempat tersebut. Bayu memarkirkan mobilnya di parkiran lalu dia dan Gani menuju salah satu meja.


"Kamu mau pesan apa,?" tanya Bayu.


"Aku mau kopi susu saja, Kak."


Bayu lalu memesan minuman dan makanan kecil. Setelah itu dia kembali lagi ke meja dan bergabung dengan Gani.


"Oh iya Kak, Gani sampai lupa kalau pernah bilang ke Kak Bayu kalau mau bicarakan soal Kak Aulia," jawab Gani.


"Memangnya apa yang kamu ketahui soal Kak Aulia,?" tanya Bayu lagi.


"Maaf Kak, Gani sempat mendengar pembicaraan Kak Aulia dan pengacaranya Kak Fatih. Kalau tidak salah dengar katanya Kak Aulia akan menyumbangkan semua harta dan warisan Kak Fatih buat yayasan yang kini sedang di bangun oleh Kak Aulia," jelas Gani.


"Kamu kok bisa tahu jelas pembicaraan mereka.?"


"Iya Kak, karena saat itu Gani pas ada di rumah Kak Aulia."


"Kalau itu memang terserah Kak Aulia, Gan. Kakak tidak bisa ikut campur karena semua itu hak Kak Aulia."


"Iya juga sih, Kak. Cuma yang membuat Gani bertanya-tanya, kenapa Kak Aulia nggak mau mengelolah sendiri yayasan itu. Katanya sih, mau di serahkan sama Bu Sonya mantan istrinya Kak Fatih," jelas Gani.


"Apa Bu Sonya,?" jawab Bayu dengan mata membulat.


"Iya Kak. Bu Sonya."


Bayu sedikit terganggu dengan nama Sonya. Apalagi dia pernah mergoki Sonya di Mall saat itu. Dia sepertinya memang ingin berniat menguasai dan memeras Aulia.


"Ya coba besok Kakak akan bicara sama Kak Aulia soal yang akan memegang yayasan itu," ucap Bayu.


"Iya Kak. Makasih ya, kenapa Gani takut kalau yang mengelolah yayasan itu jadi Bu Sonya, takutnya nasib teman-teman di rumah singgah akan terancam," ucap Gani dengan wajah memelas.


"Iya tenang saja. Gitu saja kamu minta ngobrol di luar. Tadi di rumah saja kan bisa," ucap Bayu sambil mencubit pipi adiknya itu.


"Gani takut kalau Bapak sama Ibu tahu akan hal ini."

__ADS_1


"Oalah gitu, ya sudah minumannya dihabiskan," titah Bayu.


Disaat mereka lagi ngobrol sambil menikmati minuman hangat, tiba-tiba di seberang tepatnya dekat meja dimana Bayu dan Gani duduk, ada yang rame-rame seperti orang bertengkar.


"Kak, bukankah itu Bu Sonya,?" ucap Gani menunjuk kearah seseorang yang sedang bertengkar itu.


"Oh iya, kamu juga sudah tahu Bu Sonya,?" tanya Bayu.


"Iya Kak, Gani tahu."


Sedangkan di tempat dimana Sonya bertengkar, dia lagi sama seorang laki-laki muda mungkin usianya dibawah Sonya sendiri.


"Sayang, aku kan sudah bilang. Aku akan segera menikahi kamu. Tapi, kali ini aku butuh modal buat join usaha sama temanku. Ini juga kan demi masa depan kita," ucap laki-laki muda itu.


"Tapi kamu janji mulu, sedangkan uangku semakin menipis," jawab Sonya.


"Katanya kamu punya ATM berjalan yaitu istri dari mantan suamimu itu. Ya sudah kamu minta saja sama dia," ucap laki-laki itu lagi.


"Tapi sayang, aku sudah terlalu sering minta uang sama dia. Aku nggak mau kalau dia akan curiga," jawab Sonya.


Perdebatan mereka terdengar Bayu dan Gani. Kini Bayu semakin yakin kalau Sonya memang nggak baik orangnya dan Aulia harus tahu akan hal ini.


"Tuh kan, Kak. Bu Sonya sangatlah bahaya jika nantinya memegang yayasan. Bisa-bisa uangnya habis dibuat biayain pacarnya itu," ucap Gani.


Bayu terdiam dan memikirkan apa yang barusan dia lihat. Sepertinya kali ini dia harus memberitahu Aulia soal penyerahan rumah singgah tersebut.


"Ya sudah nanti Kakak akan bantu bicara sama Kak Aulia. Sekarang sebaiknya kita pulang saja," ucap Bayu.


"Iya, Kak."


Akhirnya keduanya meninggalkan cafe tersebut dan menuju rumahnya. Dalam perjalanan pulang Bayu banyak berpikir soal tadi.


(***)


Keesokan harinya sekitar pukul sepuluh pagi Bayu sudah siap-siap hendak ketemuan dengan Aulia. Papa Mamanya sudah berangkat ngajar dan Gani pun juga berangkat sekolah.


Di depan kaca dia mencoba memperhatikan penampilannya, takut ada yang kurang. Dia harus tampil keren di hadapan gadis pujaannya itu.


Kali ini Bayu memakai celana jeans dibalut dengan atasan tshirt polo serta outer rajut yang menambah penampilannya semakin gagah.


Setelah dirasa cukup, Bayu langsung menyambar kunci mobil dan dompet yang ada di atas mejanya. Dia kemudian turun lalu menuju garasi mobilnya.


Sekitaran jam setengah sebelas dia sudah berangkat menuju paradise cafe di drkat kantornya yang dulu. Saking senengnya dia mau ketemu Aulia sampai dia bela-belain berangkat duluan sebelum Aulia datang.


Dalam perjalanan menuju paradise cafe Bayu kelihatan senang banget karena dalam hatinya saat ini berbunga-bunga karena dia kangen banget dengan gadis pujaannya ini.


"Dini, makasih ya kamu telah ikut mendoakan aku supaya mendapatkan pengganti kamu yang baik, tulus serta sholehah. Aku senng sekali karena Aulia adalah gadis yang baik," ucap Bayu pelan.


Tak terasa matanya mulai panas dan air matanya juga mau jatuh. Buru-buru Bayu menahan supaya air matanya tidak jatuh.


"Oh iya Din, aku hampir saja goyah dengan hatiku ini. Karena teman aku di kantor ada yang mirip banget dengan kamu. Dan pada saat itu juga Aulia lagi ada maslaah yang tiba-tiba dia dilamar oleh mantan tunangannya. Tapi, dengan kesabaranku akhirnya masalah itu bisa kami lewati. Kamu tenang disana, ya Din. Kamu akan selalu ada di hatiku, karena bagaimanapun juga kamu masih punya tempat di hatiku ini," ucap Bayu sambil menyetir mobilnya.


Tak lama kemudian dia sudah sampai di paradise cafe. Dilihatnya jam sudah menunjukkan tepat pukul sebelas. Bayu langsung memarkirkan mobilnya di parkiran dan dia langsung masuk untuk memilih meja.


Bayu memilih meja yang letaknya paling depan dan dekat dengan taman. Dia memesan satu minuman dulu sambil menunggu Aulia. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh cafe yang dulu sering dia kunjungi.


Semuanya tampak sama seperti dulu dan hanya sedikit yang berubah. Bayu melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya sudah lebih sepuluh menit berjalan dari jam sebelas.


Tak lama kemudian dia menangkap mobil yang baru saja masuk ke halaman cafe. Sebuah mobil sedan mewah warna hitam yang begitu menyita perhatiannya kali ini.


Tak selang lama pemiliknya keluar dan dia kaget siapa yang turun dari mobil tersebut. Seorang wanita cantik dengan memakai busana muslim lengkap dengan membawa sebuah tas kecil. Sedangkan di belakangnya disusul oleh seorang laki-laki dengan pakaian kerja lengkap. Stelan jas yang menambah kegagahan laki-laki tersebut.

__ADS_1


-------------------------------


Next...


__ADS_2