Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 100 : Anak Kecil Mesum


__ADS_3

''Sayang, kamu harus janji ya.. kemana pun kalau mau keluar rumah harus sama aku, jangan pernah sendirian, oke..'' pinta Fryan.


''Iya..''


''Aku serius sayang.'' ujar Fryan lagi.


''Iya, aku juga serius jawabnya.''


Fryan bisa sedikit tersenyum lega, ia benar-benar takut hal yang tidak diinginkan terjadi.


''Kalau gitu, mari kita lanjut proyek nanggung tadi sore.'' ujar Fryan langsung bersiap diri.


''Sayang.. Mama sama Papa mau mainan dulu ya, kamu bobok nyenyak di dalam..'' ujar Fryan mengusap lembut perut sang istri.


Dini merasakan kelembutan kasih sayang dari suaminya.


Setelah mengucapkan izin kepada anak yang masih di dalam kandungan, Fryan langsung melakukan pemanasan menikmati setiap inchi wajah sang istri.


Sebelumnya ia sudah berkonsultasi dengan dokter tentang bagaimana berhubungan saat sang istri tengah hamil.


Permainan lembut yang diberikan oleh Fryan lama-lama membuat Dini kehabisan bensin.


Fryan langsung memeluk tubuh Dini dengan erat dan menutup tubuh polos mereka dengan selimut tebal.


''Kamu capek ya?'' tanya Fryan.


Dini mengangguk, ia menjawab jujur dengan apa yang ia rasakan.


''Maaf ya sayang, yasudah kita bersih-bersih dulu, habis itu langsung tidur ya..''


Fryan mengecup kening Dini lembut dan tidur dalam keadaan saling berpelukan.


--


Keadaan pagi ini ada yang berubah, Dini merasakan perutnya yang damai, tidak terjadi mual-mual seperti hari-hari sebelumnya.


Tentu saja hal itu sangat menggembirakan bagi dirinya setelah satu bulan mengalami mual-mual dan muntah di setiap pagi hari.


''Loh sayang..'' Fryan melongo di depan pintu kamar mandi.


Saat Dini akan keluar dari kamar mandi, bersamaan dengan Fryan yang mau masuk, sengaja mau menyusul sang istri sembari membawakan minyak kayu putih.


''Aku sudah nggak mual-mual lagi..'' ujar Dini tersenyum.

__ADS_1


''Serius?''


Dini mengangguk bahagia.


''He'em..''


''Alhamdulillah sayang, semoga seterusnya nggak mual-mual lagi ya..'' Fryan juga sangat gembira mendengar kabar baik ini, karena ia sangat tidak tega melihat sang istri selalu memuntahkan isi perutnya disetiap pagi.


''Aamiin..'' jawab Dini.


Karena tidak perlu lagi ritual mual-mual dulu, Fryan dan Dini langsung turun ke bawah.


Fryan membuatkan susu dan membuat roti panggang untuk sang istri.


Sedangkan Dini membuatkan minuman kesukaan Fryan.


Mereka menikmati minuman hangat dan roti panggang di ruang keluarga sambil menonton televisi, selain itu juga karena menunggu waktu untuk jalan-jalan pagi.


Linda juga sudah mulai beraktivitas, ia menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak nanti.


''Katanya kalau orang hamil harus sering-sering dibawa jalan-jalan pagi. Sebenarnya menurutku nggak harus orang hamil kan ya.. siapapun harus menerapkan hidup sehat.'' tutur Dini.


''Iya sayang, kita harus menerapkan hidup sehat..''


''Tapi, kamu sekarang makin buncit..'' protes Dini.


''Hahaha iya juga ya Yang.. kamu sih yang bikin semua ini terjadi.''


''Enak aja!'' sungut Dini.


''Nggak Sayang, becanda.. yaudah yuk jalan-jalan.'' ajak Fryan.


Seperti biasa, Dini membersihkan sendiri peralatan yang habis dipakainya.


Lalu kemudian menyusul sang suami ke depan untuk segera jalan pagi.


Sayangnya cuaca pagi ini tidak secerah kemarin-kemarin, hari ini ternyata mendung, pantas saja cuaca masih gelap.


''Kayak mau hujan..'' ujar Dini.


''Iya Sayang, tuh lihat disebelah sana udah gelap banget..'' Fryan menunjukkan langit di ujung selatan.


Dini mengikuti arah tangan suaminya untuk melihat langit yang memang sudah sangat gelap.

__ADS_1


Mereka memutuskan jalan-jalan sebentar di halaman rumah lalu kembali lagi ke dalam karena mendung semakin mendekat dan rintikan air sudah mulai turun.


''Mau hujan Lin kayaknya..'' ujar Dini.


''Oh iya Kak, udah mulai gerimis..'' jawabnya setelah melongok pintu belakang.


''Yaudah kita keatas dulu ya..''


''Iya Kak..''


Gerimis sudah menjadi hujan yang deras, Fryan dan Dini duduk di sofa kamar.


Mereka sama-sama bermain ponsel masing-masing tanpa obrolan.


''Kamu kok belum mandi?'' tanya Dini sembari mendongak keatas karena posisinya menidurkan kepalanya di paha Fryan.


''Nanti siang aja.'' jawab Fryan.


''Lah kok siang? emang mau jalan jam berapa?''


''Aku nggak kemana-mana Sayang, pengen dirumah, lagi ngidam pengen dirumah aja.''


''Diihh.. alasan nggak nih?'' selidik Dini.


''Iya itu alasannya Sayang..''


Dini menyebik mendengar ucapan Fryan, sengaja ingin mengejek.


''Mancing nih..''


''Apasih..''


''Semalam masih kurang ya?'' goda Fryan.


''Ishh Kaprii!!''


Dini mendorong wajah suaminya yang menghujani c1uman bertubi-tubi membuatnya kehabisan nafas.


''Hahaha''


Fryan langsung tertawa melihat rambut Dini yang sudah acak-acakan.


''Anak kecil mesum!'' umpat Dini.

__ADS_1


''Hah? apa?? yang keras dong sayang.. aku nggak denger..'' ledek Fryan


Dini langsung melengos kearah lain untuk menghindari godaan dari suaminya.


__ADS_2