Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 54 : Fryan Bau Asem!


__ADS_3

Dini berdiri di depan cermin sambil membuka satu kancing piyamanya yang paling atas untuk melihat kembali hasil tatto dari Fryan, kemudian melirik sang suami yang terlihat masih nyenyak karena tidur lagi setelah subuh tadi.


Dini mendengus kesal, akibat perbuatan itu banyak sekali tanda merah disana.


''Ishh Kapri nih..'' gerutu Dini kesal lalu kembali membenarkan bajunya.


''Kapri bangun..''Dini menggoyangkan kaki Fryan agar bangun.


''Hmmmm''


''Banguuun..''


Fryan membuka matanya perlahan, lalu menyunggingkan senyumnya kepada sang istri.


Hoaaammm


Fryan menutup mulutnya yang terus menguap dan beranjak duduk.


''Pagi istriku..'' ucap Fryan lalu membawa Dini ke dalam pangkuannya.


Kenapa jantung Dini tetap saja berdetak lebih kencang, seperti genderang mau perang, eh salah, itu lagu🤭


Ya begitulah perasaan Dini, jantungnya dag-dig-dug saat suami tersenyum manis kepadanya.


Fryan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri membuat Dini reflek melingkarkan satu tangannya di leher sang suami.


''Kakinya masih sakit?'' tanya Fryan.


''Enggak.'' jawab Dini.


Fryan memberikan vitamin paginya di bibir Dini.


''Tidur abis Subuh tuh nggak baik.'' protes Dini.


''Yaudah kita olahraga aja, mau?'' ujar Fryan santai.


''Olahraga? boleh.'' jawab Dini polos.


Fryan menyeringai senyum di sudut bibirnya, ternyata sang istri tidak memahami apa maksud kata olahraga yang ia ucapkan.


''Kenapa malah senyum-senyum? ayok..'' Dini mengernyitkan keningnya lalu melepaskan tangannya dan siap beranjak berdiri.


Belum sempat Dini melepaskan dirinya, Fryan sudah sigap mengungkung tubuh sang istri di bawahnya.


''Katanya mau olahraga?'' tanya Dini heran, ia menatap mata sang suami yang berada di atasnya.


''Nggak sabar ya?'' tanya Fryan lirih.


Dini membelalakkan kedua matanya karena tiba-tiba teringat kejadian kemarin.


''Fry-an hmmmmp''


Fryan membungkam bibir Dini dengan bibirnya, membuat Dini tidak bisa berkutik.


Perlahan tangan Dini mengendur dan tidak berontak lagi.


Fryan mengusap rambut Dini dengan lembut dan perlahan tangannya turun kebawah membuka kancing piyama Dini satu per satu.


Fryan mengulum senyum lalu bersemangat melakukan aksinya seperti anak bayi, sedangkan Dini hanya bisa menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara.

__ADS_1


Kruukkk kruuukk


Fryan langsung berhenti sejenak dan menempelkan telinganya di perut sang istri.


''Kamu laper sayang?'' tanya Fryan masih dengan posisinya di atas Dini.


''Hehe'' Dini hanya nyengir memperlihatkan giginya.


''Ya ampuun sayang.. maaf ya, padahal baru aja pemanasan.'' goda Fryan seraya menc1um sang istri lalu menyudahi aktivitasnya.


''Yaudah mandi dulu ya.. eh aku cuci muka dulu bentar.'' Fryan menc1um pipi istrinya sekilas lalu beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Sementara itu, Dini masih menunggu sang suami yang katanya mau cuci muka tapi belum juga keluar.


''Tetap tenang Dini.. bukankah memang benar ini semua haknya? justru kamu akan berdosa kalau terus-terusan menolak, sudahi pikiran gengsimu, kamu juga manusia normal yang punya hasrat, mulutmu bisa menolak tapi tubuhmu tidak bisa berbohong.'' Dini mencoba menenangkan jantungnya yang masih saja dag-dig-dug mengingat setiap sentuhan Fryan.


''Aku keluar bentar beli sarapan, kamu mandi aja dulu nggak papa, kalau mau mandi bareng nunggu aku bentar.'' ujar Fryan berujung menggoda istrinya.


''Hah iya-iya.'' jawab Dini yang lamunannya tiba-tiba buyar karena kedatangan Fryan, padahal ia kurang jelas menangkap ucapan dari suaminya.


''Beneran iya?'' tanya Fryan langsung mendekat dengan senyum sumringah.


''Iya.'' jawab Dini singkat.


''I LOVE YOUUUU.'' Fryan menghujani c1uman kepada istrinya berkali-kali sampai Dini terasa engap.


''Hati-hati di rumah, aku cuma bentar belinya di gang depan.'' ujar Fryan lalu mengambil kunci motornya.


''Iyaaaa.'' jawab Dini.


Fryan berjalan dengan cepat sambil bersiul, perasaannya sangat berbunga-bunga.


Fryan memanasi mesin motornya sebentar sebelum menjalankan motornya.


Sementara itu, setelah Fryan keluar dari kamar, Dini cepat-cepat mengambil baju ganti dan langsung masuk ke kamar mandi.


Membersihkan tubuhnya dan berusaha menggosok-gosok tatto yang katanya hasil kreasi sang suami.


Dini memanyunkan bibirnya di depan cermin karna belum juga hilang, padahal ia sudah menggosok sampai kulitnya ikut memerah.


Byuurr byuurrr


Dini sudah menyelesaikan mandinya dan membungkus rambutnya dengan handuk karena habis keramas lalu turun ke lantai bawah sambil menenteng keranjang pakaian kotor.


''Fryan belum pulang?'' gumam Dini sambil celingukan ke arah pintu.


Pintu masih tutup, Dini langsung ke belakang meletakkan keranjang dan membuat minuman untuk suaminya.


''Sayang..'' panggil Fryan sambil membuka pintu.


''ASSALAMU'ALAIKUM..'' sahut Dini.


''Ehehehe Assalamu'alaikum sayangku..'' ucap Fryan sembari cengengesan.


''Wa'alaikumussalam.'' jawab Dini.


''Aku beli nasi uduk aja yang paling deket, itupun ngantri bareng emak-emak, hufftt.'' gerutu Fryan.


''Nggak papa, yang penting makan.'' sahut Dini.

__ADS_1


''Hehe iya sayang, eh sayang, kok kamu udah ganti baju? ini handuk? kamu udah mandi?'' cerca Fryan.


Dini mengernyitkan keningnya heran dengan pertanyaan sang suami yang menurutnya konyol.


''Lah iya udah mandi, masa abis main pasir..'' jawab Dini.


''Kok nggak nungguin aku? katanya mau mandi bareng..'' protes Fryan.


''Siapa bilang gitu?'' tanya Dini yang tidak merasa.


''Tadi kamu bilang iya pas aku tanya mau mandi bareng, gimana sih..''


''Enggak, aku nggak denger kamu ngomong gitu kok..''


''Jadi.. gagal mandi bareng nih.. mandi lagi yuk.'' tawar Fryan merasa hatinya hancur wkwkwk.


''NGGAK MAU.. mana sarapannya, nanti aku pingsan.'' ujar Dini.


Fryan akhirnya mengalah karena mengingat istrinya tadi kelaparan.


''Gimana? enak?'' tanya Fryan.


''Enak, makasih ya..'' ucap Dini.


''Sama-sama, makan yang banyak biar sehat.''


''Nanti jam 9 kita belanja ya.. belum ada apa-apa dirumah ini hehe.'' ajak Fryan.


''Iya.'' jawab Dini lalu kembali menyendok makanannya.


Beberapa menit Dini dan Fryan sudah menghabiskan nasi uduknya.


Kalau bungkusnya di buang😏


''Beneran nggak mau mandi lagi?'' tanya Fryan memastikan.


''Nggaaak Fryan, kurang kerjaan mandi terus.'' jawab Dini.


''Beneran nih??'' tanya Fryan lagi, ia merasa di PHP-in oleh istrinya sendiri.


''Iyaaaa.. tadi nggak jelas kamu ngomong apa, jadi aku iya-iya aja, udah buruan sana mandi.'' usir Dini.


''Yang.. aku sedih loh..'' ucap Fryan manja dengan mengerucutkan bibirnya.


''Hahahaha sumpah kayak bocah.''


Dini tidak bisa menahan gelak tawanya melihat tingkah sang suami membuat Fryan merasa bahagia karena melihat istrinya tertawa tanpa di buat-buat.


''Yaudah deh, mandi sendiri, gosok gigi sendiri, cebok sendiri, hmmmm yang penting tidur udah nggak sendiri.. asiiikkkk..'' oceh Fryan sambil berjalan menaiki tangga.


''Eh lupa..''Fryan tiba-tiba berbalik arah dan menghentikan tawa Dini.


''Apa?'' tanya Dini heran.


''Fryaannn bau asem!!'' seru Dini karena Fryan menghujani c1uman di seluruh wajahnya.


''Hahahaha hukuman karena kasih harapan palsu ke suaminya..'' tawa Fryan puas.


''ISSHH!!'' gerutu Dini sambil mengusap wajahnya

__ADS_1


Fryan yang sudah merasa puas langsung berlari ke atas.


__ADS_2