
''Loh loh mau kemana ini? jangan macem-macem ya!!'' seru Dini sembari menatap tajam ke arah Fryan.
''Kebiasaan su'udzon deh, kakak pasti pening kan kerja terus, nah.. mari kita jalan-jalan menghilangkan penat sehari, besok mulai lagi peningnya.'' tutur Fryan.
''Nggak mau, mau istirahat aja.'' tolak Dini.
''Kalau capek nanti aku pijitin.'' ujar Fryan.
''Ish Fryaan kamu ini.. serah kamulah!'' kata Dini pasrah.
''Nah gitu dong kakak cantik, jangan gengsi, biasanya juga hayuk kalau di ajak jalan.'' ujar Fryan mengingatkan Dini.!!!
''Itukan sama Nita juga, nggak berdua aja..'' bantah Dini.
''Sekarang yang ada aja ya Kakak..'' jawab Fryan.
''Biar terbiasa juga hehe'' batin Fryan.
Dini hanya diam tanpa merespon. Melihat kelakuan adik ketemu besarnya yang sekarang sudah berubah rasanya harus ekstra waspada.
Fryan mengarahkan kemudinya menuju mall yang sering mereka kunjungi saat bersama Nita.
''Kangen Nita jadinya.'' gumam Dini lalu menunduk sedih.
''Jangan sedih, ada adeknya disini.'' ujar Fryan.
''Sejak kapan kamu disitu?'' Dini tersentak saat melihat Fryan yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.
''Sejak masa penjajahan Jepang, Kak.. makanya ayok turun jangan sedih karena ada Fryan disini untuk kak Dini..''ujar Fryan
__ADS_1
''Hahaha kasian amat, pantesan keriput..'' ejek Dini langsung bergegas turun.
''Biar keriput yang penting pede..'' ujar Fryan membela diri.
Dini tak berniat merespon lagi, ia lebih fokus ke memorinya yang memutar momen-momen saat dulu sering berkunjung ke mall ini bersama dengan Nita.
Jalan-jalan tanpa beli apa-apa, dan berujung di bioskop lalu pulang.
''Yaudahlah nonton film aja.'' ajak Dini.
''Oke siaap..'' jawab Fryan dengan mata berbinar.
Fryan dan Dini memasuk gedung mall, seperti hari akhir pekan pada biasanya yang selalu ramai, terutama bagi para anak-anak yang mengisi hari liburnya dengan bermain.
''Dini''
Fryan dan Dini langsung menoleh, mereka sangat terkejut saat melihat sosok anak manusia yang dikenalinya.
Seketika senyuman terpancar pada bibir Fryan, meskipun ia paham tujuan Dini melakukan hal itu.
''Apa kabar?'' tanya seseorang itu.
''Sangat baik.'' jawab Dini dengan senyuman terpaksa.
''Dia pacar kamu?'' tanyanya dengan tatapan merendahkan kepada Fryan.
''Kenapa emangnya kalau gue pacarnya Dini?'' timpal Fryan, ia langsung merengkuh pinggang Dini agar semakin terlihat mesra di hadapan laki-laki buaya darat itu.
Dini ingin sekali menabok tangan Fryan, tetapi mengingat tujuannya akhirnya bisa pasrah karena Fryan juga sedang membantunya melancarkan tujuannya.
__ADS_1
Fryan sangat tau jika laki-laki yang di hadapannya adalah masa lalu Dini, mereka putus karena laki-laki yang bernama Dito itu ketahuan selingkuh.
''Santai brother..'' ucapnya sambil memegang pundak Fryan, tetapi Fryan langsung menepis.
''Dini, kamu pasti masih cinta kan sama aku? selama di Inggris, aku selalu merindukanmu, aku kembali untuk menemui kamu lagi, aku ingin kita lanjutin hubungan kita yang dulu.. please '' ucapnya sambil berusaha menarik tangan Dini.
Sebelum tangan Dito menggapai Dini, Fryan langsung menarik Dini ke sisinya yang semakin berjarak dengan Dito.
''Dengar ya brother, Dini sudah menjadi milik gue, tidak perlu susah-susah mencari alasan untuk menyakitinya lagi.'' gertak Fryan.
''Oh anak kecil.. bukannya lo adiknya Nita, berarti lo juga adiknya Dini juga kan? jangan halu dek..'' ledek Dito dengan tatapan merendahkan.
''Emang kenapa kalau aku akhirnya berhubungan dengan yang lebih muda, sekalipun itu Fryan, kita hanya seperti saudara yang nyatanya tidak ada hubungan darah, semua bisa terjadi tuan Dito..'' sahut Dini tegas, Fryan tertegun dengan perkataan Dini.
''Andaikan ungkapan itu nyata Kak..'' batin Fryan menatap Dini dengan lekat.
''Please Dini.. dia anak kecil, pikirannya labil, aku janji akan buat kamu bahagia.'' ujar Dito.
''Maaf Tuan Dito yang terhormat, jangan samakan anda dengan saya, silakan beli cermin! permisi!'' sergap Fryan lalu menarik Dini dan keluar dari mall.
Mood akhir pekannya langsung hilang seketika.
''Tunggu!'' seru Dito.
Fryan dan Dini tidak menggubris hal itu, mereka sama-sama terdiam dan terus berjalan.
''Dini tunggu, tolong dengerin aku..'' Dito terus berteriak sambil mengejar dua anak manusia di depannya, mereka sudah tidak menggubris dengan tatapan orang-orang yang menatap mereka.
Saat tiba di parkiran, Fryan langsung membukakan pintu mobil untuk Dini.
__ADS_1
Tetapi mereka tidak langsung masuk karena Dito terus mengikuti dan berdiri tidak jauh dari mereka.
''Masih mau ngejar pacar orang? harga diri bos!! CUP'' seru Fryan dan langsung mencium kening Dini tepat di hadapan Dito yang tengah menatap geram padanya.