Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 37 : Mau Jahat Kok Nanggung


__ADS_3

''FRYANN AWAASS!!''


BUG


DUGG


Fryan terhuyung menatap pinggiran aspal karena tiba-tiba dari arah belakang hadir seseorang menyerangnya, namun Fryan langsung bangkit dan memberikan perlawanan.


Dini semakin panik, terlebih saat ada seseorang yang memaksa membuka pintu mobil Fryan.


''FRYANN TOLONG KAKAK..'' Dini sekuat tenaga memberontak melepaskan tangan yang menariknya paksa dari mobil.


''Siapa kamu?! lepasin!!''


''DIAM!!'' gertak pria bertopeng itu berhasil membuat Dini tersentak.


Sedangkan Fryan terlibat perkelahian dengan dua laki-laki yang sangat kuat, Dini hanya bisa berteriak di jalanan yang sudah sepi.


Pemberontakan Dini sama sekali tidak menghasilkan apa-apa kecuali teriakan, tenaga pria itu sangat kuat.


''LEPASKAN DIA!'' Seru Fryan saat melihat Dini tengah di tarik secara paksa dengan kondisi tangannya di ikat di belakang.


Pria itu melepaskan cengkramannyaa dan melepas Dini ke pria lain yang baru saja turun dari sebuah mobil sport, namun sama memakai topeng.


''LU MAU DIA LEPAS? LAWAN GUE SEKARANG?'' seru pria itu.


''Lo jangan macem-macem sama calon istri gue, lepasin dia sekarang juga atau kalian akan menyesal?!!'' ancam Fryan.


''Menyesal?? hahahaha''


Suara gelak tawa merendahkan ancaman Fryan.


''Hmmm hmmm hmmm'' Dini tidak bisa mengeluarkan suara lagi karena mulutnya sekarang di bungkam.


''Heh heh jangan kabur lo!!!'' Fryan langsung mengejar pria yang sedang memaksa Dini masuk ke dalam mobil sport.

__ADS_1


Dini terus memberikan isyarat agar Fryan menolongnya.


''LEPP-paass''


Dini berteriak dalam bungkamnya, ia semakin berteriak histeris saat melihat Fryan mendapatkan tusukan benda tajam di lengannya, setelah itu seseorang memukul punggung lalu menjegal kakinya, sehingga membuat Fryan langsung shock dan melemas.


Sementara itu, di rumah Aldo sedang mengobrol dengan kakak iparnya.


Sebuah bunyi pesan menghentikan obrolan mereka, Aldo membelalakkan kedua matanya melihat beberapa foto yang ia terima, di akhiri dengan kiriman lokasi.


''Kak, Kak, Fryan sama Dini dalam bahaya.'' Bisiknya pada Ali yang yang terkejut.


''Ayok cepat Kak! aku mau bilang ke Nita ada perlu sebentar, biar dia nggak panik, ini kunci mobilnya.''


Ali mengangguk lalu keluar rumah mempersiapkan kendaraan, sedangkan Aldo kembali masuk ke dalam kamar sebentar.


''Bentar aja sayang, kak Ali minta antar cari sesuatu..''


''Iya hati-hati''


''Ayo cepat Kak..''


Ali mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju lokasi yang dikirimkan oleh Dini.


''Ya ampun Fryan, Dini.. kalian ada apa sih..'' batin Aldo.


Aldo langsung bergegas turun dari mobil dan mendekati dua orang asing itu, namun mereka langsung kabur begitu saja saat melihat kedatangan Ali dan Aldo.


Sementara Ali langsung mendekati Fryan yang sudah tersungkur.


''Fryan bangun, Fryan..'' Ali menggoyang-goyangkan tubuh adik bungsunya.


Ali bernafas lega karena melihat Fryan masih bernafas dan membuka mata.


''Tolongin Dini Kak, dia di bawa orang, tolong.. aku nggak papa..'' pintanya dengan suara lirih.

__ADS_1


''Hah Dini? kemana? ke arah mana?'' Ali celingukan sudah tidak ada siapapun kecuali mereka.


''Fryan.. astaga lu kenapa jadi gini? ayok ke rumah sakit!'' ujar Aldo.


Fryan mengangkat tangannya menolak.


''Cari Dini dulu bang..'' Fryan langsung berusaha berdiri, tetapi kembali terjatuh.


''Kamu jangan keras kepala Fryan! sebutkan ciri-cirinya biar Aldo yang mencari, keadaan kamu harus segera di tangani..'' ujar Ali keras.


Fryan menunduk lalu menjelaskan beberapa hal yang ia ingat.


''Aku punya firasat itu Dito bang..'' Lanjutnya lirih sembari memegangi lengannya yang terus mengeluarkan darah.


''Oke, sekarang kamu ke rumah sakit sama kak Ali! dengan keadaan kamu yang kayak gini nggak akan bisa nyari Dini, biar aku aja!''


Fryan akhirnya mengalah karena tenaganya sudah lemas.


--


''DITOO, DITOO.. '' Aldo menyunggingkan sudut bibirnya.


Aldo kembali membawa mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan beberapa kali panggilan telepon dari sang istri ia abaikan.


Ia juga sudah menghubungi beberapa anggotanya untuk ikut mencari keberadaan Dini.


Aldo sudah tiba di depan gerbang sebuah rumah mewah, ia yakin Dito membawa Dini kesini.


Rumah besar milik orangtua Dito yang saat ini tinggal di luar negeri.


Aldo melihat penjaga di rumah itu memasang wajah tegang, terlihat sekali mereka sedang menyimpan sesuatu.


''Ah b0d*hnya kau Dito, mau jahat kok nanggung..'' senyum meremehkan tersungging di sudut bibir Aldo.


Aldo langsung segera turun dari mobil, beberapa anggotanya sudah di kode untuk jangan terlalu dekat karena ia sedang membuat sebuah rencana untuk bisa masuk ke rumah itu.

__ADS_1


''Pak, Pak, tolong cepat buka Pak.. musuh Dito sedang mengejar saya! tadi saya ketinggalan!'' ujar Aldo dengan nafas yang seolah-olah kelelahan.


__ADS_2