Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 28 : Bilang Aja Modus


__ADS_3

"Yah, boleh tanya?'' kata Nita berhati-hati.


''Boleh dong, mau tanya apa?''


''Emmm sejak kapan ayah kenal dengan wanita itu? dimana? statusnya apa? daannn jawab dulu pertanyaan-pertanyaan itu hehe...''


''Nyerocos terus anak satu ini..'' protes Fryan.


Sssttt


Nita memberikan isyarat kepada Fryan agar tidak menimpali dengan apapun.


''Oh iya Ayah hampir lupa menceritakan hal ini kepada kalian. Wanita itu dulu anak dari ibu kantin di tempat kerja Ayah saat masih bujang, terus lama nggak ketemu karena dia menikah dapat orang jauh.


Satu tahun yang lalu ayah ketemu lagi nggak sengaja di bandara X, dia yang nyapa duluan, dan kita ngobrol-ngobrol banyak karena dia juga mau kesini, karna melihat dia sendiri, ayah tanya-tanya dan dia akhirnya bercerita kalau rumahtangganya sudah berakhir saat masih mengandung.


Dari ceritanya, dia punya 1 anak perempuan masih di pesantren sambil sekolah.''


Ayah menghela nafas.


''Sejak saat itu perasaan Ayah seperti terbuka lagi, ada rasa yang berbeda, hingga akhirnya ayah menjalani pengenalan, dan yah beginilah.. ayah jadi malu cerita macam anak muda hehe..'' jelas Ayah kemudian terkekeh.


Fryan tiba-tiba memeluk ayahnya, begitupun Nita juga ikut mendekat dan melakukan hal yang sama.


''Ayah berhak bahagia.'' ucap Nita lirih.


"Ayah sangat menyayangi kalian." kata Ayah lalu mencium kening anak-anaknya.


Fryan tak bisa berkata-kata, ia sangat menyayangi ayahnya yang selalu ada untuknya.

__ADS_1


Ia langsung menyeka air mata yang sudah sedikit keluar, ia tak ingin mereka melihatnya menangis dan berfikiran macam-macam, karena yang ia rasakan saat ini perasaan terharu.


***


''Dinner? kapan?'' tanya Dini dalam sambungan telepon.


''Besok malam Din, bisa kan? permintaan ayah..'' kata Nita beralasan.


''Tapi, kalau weekend aku biasanya pulang Nit.'' ujar Dini.


''Yaudah nggak papa Din, abis dinner langsung di antar ke rumah ibu.. mau ya Din, acara penting buat ayah.'' ucap Nita memohon.


''Acara apa sih Nit?'' tanya Dini penasaran.


''Besok pasti tau kok, yang penting kamu mau ya..'' jawab Nita.


''Iya deh iya, jadi kepo nih hehe..''


''Haha miss you too Nita sayang..''


Dini kembali meletakkan hpnya di atas meja sambil tersenyum.


***


Tok tok tok


Dini berjalan ke pintu depan setelah mendengar suara ketukan pintu.


''Siapa sih ganggu orang tidur siang aja.'' gerutunya dalam hati.

__ADS_1


Hari Sabtu bekerja setengah hari, karena sebelumnya Nita mengirimkan pesan berangkat sore akhirnya Dini memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu.


Dini terkejut saat membuka pintu, dihadapannya muncul makhluk seperti tanpa dosa mengembangkan senyumnya.


''Ngapain kesini?'' tanya Dini ketus.


''Jemput Kak Dinilah, emang maunya ngapain aku ada disini?'' goda Fryan dengan tersenyum nakal.


Dini mengepalkan tangannya membuat Fryan langsung terkekeh.


''Nita mana?''


''Dirumah,''


''Kok bukan dia yang jemput?''


''Kak Nita lagi ada urusan sama bang Aldo ke rumah saudaranya, lagian kalau mereka yang jemput, kasihan sekali engkau Kakak.. bisa dijadikan obat nyamuk sama mereka..'' ledek Fryan.


''Halah, bilang aja modus.'' sahut Dini ketus.


''Hahaha pinter sekali kamu sayang..'' puji Fryan menarik gemas hidung Dini.


''Aww sakiit tau!!'' Dini langsung menampik tangan Fryan agar menjauh.


''Udah pulang aja sana, kata Nita kan sore jalannya.''


''Iya sore, tapikan nanti biar jalannya bareng dari rumah, kalau harus kesini dulu ya kejauhan sayang, tujuannya nggak searah.'' jelas Fryan.


Dini hanya bisa menghela nafas untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya.

__ADS_1


''Yaudah tungguin bentar, duduk, jangan kemana-mana!'' suruh Dini.


''Wah senangnya sama calon istri dilarang pergi, oke aku nurut.'' jawab Fryan santai, sedangkan Dini menggerutu kesal karena yang ia maksud jangan masuk ke ruangan lain.


__ADS_2