Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 34 : Kacang Ijo Dibalik Bakpao


__ADS_3

Dini berangkat ke kantor dengan tergesa-gesaa karena bangun kesiangan.


Bahkan perutnya yang lapar juga belum sempat di isi, jangankan untuk mengisi perutnya, meluangkan waktu untuk membuat sarapan dulu saja takut kesiangan.


''Pak, Pak Ardi..'' panggil Dini setengah berteriak.


Baru saja tiba di halaman kantor, ia melihat Ardi baru turun dari mobil.


Sejak kejadian hari itu, Dini belum jadi menemui Ardi untuk meminta maaf secara langsung.


Dini langsung berjalan cepat setelah melihat Ardi menatap ke arahnya dengan tersenyum.


''Maaf Pak..'' ucap Dini.


''Ada apa Dini?'' tanya Ardi.


''Saya mohon maaf atas kejadian hari itu Pak, saya benar-benar mohon maaf, dari kemarin-kemarin saya mencari bapak, ternyata bapak sedang ada kegiatan di luar kota..'' ucap Dini dengan menangkupkann kedua tangannya sambil menunduk.


''Laki-laki muda itu sepertinya sangat mencintai kamu Din..''


''Lebih baik jangan membahas soal itu lagi Pak, saya hanya ingin memohon maaf dan saya jamin kejadian itu tidak akan terulang lagi..''


''Baiklah Dini saya tidak akan membahas pria begajuln itu lagi, saya akan melupakan kejadian waktu itu..'' ujar Ardi.


''Kenapa aku tidak terima Fryan dikatakan pria begajulan? ah entahlah, yang penting sekarang pak Ardi bisa memaafkan Fryan.'' batin Dini, tapi, ia mencoba tetap tersenyum.


''Terimakasih banyak Pak Ardi.'' ucap Dini lalu membungkukkan badannya.


''Sudah-sudah, tidak apa-apa.. ayo masuk.'' ucap Ardi terlihat ramah.


''Sekali lagi terimakasih ya Pak..''


Ardi hanya tersenyum lalu mempersilahkan Dini untuk berjalan di sampingnya.


Setibanya di ruangan Dini merasa perutnya semakin meronta-ronta minta di isi.

__ADS_1


''Kamu kenapa Din?'' tanya Dira yang sedari tadi memperhatikan Dini.


''Emm ini, aku laper Kak..'' jawabnya setengah berbisik.


''Ya ampuuun.. kamu belum makan?'' tanya Dira histeris.


''Sssttt, jangan keras-keras Kak, aku malu, aku tadi bangun kesiangan.''


''Hahaha yaudah beli aja sana, sarapan dulu daripada nggak bisa fokus..''


''Emang di bolehin Kak?'' tanya Dini was-was.


''Boleh kok, belinya di kemas rice bowl aja biar simpel buat dibawa kesini, di kantin ada tuh..'' ujar Dira.


''Beneran Kak? oke deh aku meluncur..'' kata Dini semangat.


''Bentar-bentar, Kak Dira mau titip apa?'' tanya Dini tiba-tiba berhenti.


''Nggak deh, udah kenyang, nanti siang aja sekalian istirahat..''


Dini langsung meninggalkan ruangannya dan melangkah menuju kantin.


Benar apa yang dikatakan oleh Dira, ia tak bisa fokus bekerja karena perutnya sangat lapar.


''Eeee ehh apa nih?''


Dini terkejut ketika tiba-tiba ada yang menariknya ke tempat sepi.


''Ular? eh kak Cintya maksudnya.'' kata Dini lirih.


''Kenapa? heran? kaget? atau takut? haha..'' tawa Cintya setelah berhasil memojokkan Dini.


''Bentaaarr.. ada apa nih? sepertinya saya nggak ada keperluan dan nggak ada masalah dengan Kak Ciin..'' ucap Dini seraya menatap mata Cintya.


''Heh! lu bilang nggak ada masalah? gue bilang jauhin Ardi, kenapa lu masih beraninya deketin dia hah?!!'' cerca Cintya sambil menekan dagu Dini.

__ADS_1


''Aduuh lepas dulu atuh Kakak, engaap..'' keluh Dini langsung menangkis tangan Cintya.


''Saya nggak sengaja ketemu pak Ardi di depan.'' jawab Dini.


''Heran deh gitu aja cemburu, bukan miliknya juga..'' gumam Dini.


''Apa lu bilang?!''


''Nggak ada.. minggir dulu bisa kah Kak? saya lagi kelaparan banget nih mau ke kantin pas jam kerja, nanti kalau saya pingsan atau mati kelaparan, Kakak loh orang pertama yang tanggung jawab..'' ujar Dini mengancam.


''Ngancam gue?''


''Nggak Kakak, kalau Kakak nggak percaya boleh deh tanya sama kak Dira, dia tau saya tadi mau pingsan..''


''Cih! nggak level sama perempuan itu..'' gerutu Cintya.


Dini memandangi wajah ketidaksukaan dari Cintya ketika ia menyebutkan nama Dira.


Seperti ada kacang ijo di balik bakpao.


''Ini peringatan terakhir!'' Ancam Cintya lalu pergi meninggalkan Dini.


''Sak karepmu mbakyuu...'' kata Dini lalu melanjutkan langkahnya ke kantin yang sempat tertunda.


--


''Kantinnya pindah ke Bandung apa gimana nih?'' sindir Dira saat melihat Dini baru masuk setelah sekian lama.


''Bukan Bandung lagi Kak, ke Lampung pindahnya, makanya nyeberang dulu, ketemu anaconda lagi.. hihh serem..'' ujar Dini bergidik ngeri.


''Hahaha paham nih siapa yang di maksud.'' ucap Dira tanpa menatap Dini.


''Udahlah Kak, aku makan dulu.. ini cemilan sama minuman buat kak Dira yang super sabar sama aku hehe..''


''Waahh thank you cantik..'' ucap Dira.

__ADS_1


''Sama-sama Kakak cantik..'' jawab Dini lalu kembali ke mejanya dan menikmati sarapan yang tertunda.


__ADS_2