
Menjelang acara tujuh bulanan yang akan di gelar di kediaman orangtua Dini. Dini dan Linda fokus tinggal disini untuk beberapa hari kedepan sampai acaranya selesai. Sedangkan Fryan harus wara wiri sendiri untuk melakukan aktivitasnya.
Dini meminta untuk acara digelar secara sederhana dengan syukuran diisi do'a-do'a. Sayang sekali, kali ini gantian Kia yang memastikan tidak bisa hadir, padahal Dini menginginkan sang adik yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an.
''Undangannya sudah selesai kan?'' tanya ibu.
''Sudah Bu, Fryan yang mengurusnya.'' jawab Dini.
Sederhana namun tetap tidak sedikit, dan juga tidak terlalu banyak yang diundang, terkhusus untuk warga sekitar dilingkungan orangtua Dini yang masih memegang erat kerukunan dalam bertetangga.
Dini memastikan seluruh keperluan dari catering dan souvenir tidak ada yang terlupakan. Untuk catering ia percayakan pada KaDin. Sedangkan untuk perkuean ibu membuatnya sendiri dengan dibantu oleh Dini, Linda, dan beberapa tetangga.
''Dinii.. Nak, coba sini..'' seru ayah Wahyu dari arah depan.
Mendengar sebuah panggilan, Dini yang masih sibuk membantu ibunya membuat kue kering langsung bergegas ke depan.
''Ada apa Yah?'' tanyanya.
Belum mendapat jawaban, Dini langsung terfokus pada sebuah mobil di depan.
''NITA!'' serunya.
''BUA!!!''
Nita muncul dari balik pintu dengan menggendong baby Arkhan, tawanya langsung pecah.
''Heh emak-emak jangan bikin kaget!'' seru Dini langsung merebut Arkhan dari gendongan Nita.
''Heh disambut kek kakak iparnya, malah anaknya doang..'' sungut Nita kesal.
__ADS_1
''Hahaha maaf Kakak..'' Dini mencium pipi kanan kiri Nita, tadi ia hanya membalas jahil.
''Sama siapa?'' tanya Dini.
''Sama mertua gue, bapaknya Arkhan lagi sibuk kuliahnya jadi nggak bisa ikut.''
''Ssttt jangan pake gue, nanti kena omel..'' protes Dini.
Nita langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
Tak lama kemudian, mertua Nita menyusul masuk ke dalam rumah dan langsung disambut oleh ayah. Ibu yang masih sibuk dengan bahan-bahan kue langsung menyusul ke depan karena mendengar suara Nita.
''Anak wedok sudah datang, mana suamimu?''
''Ibu.. Nita kangen..'' mereka langsung saling berpelukan melepas rindu.
''Aldo masih sibuk dengan kuliahnya Bu, jadi titip salam aja.''
''Eh Pak, Bu.. ayo mari duduk..'' sambut ibu pada mertua Nita dan menitahnya duduk di sofa ruang tamu.
Sambutan yang sangat hangat, kedua keluarga ini mengobrol dengan santai dan sesekali diiringi gelak tawa ringan.
''Dari tadi Fryan belum kelihatan?'' tanya mertua Nita.
''Ohh itu, nak Pryan masih bekerja, biasanya sore pulangnya.'' jawab ibu.
''Ohh iya iya, pantas aja dari tadi belum muncul.''
Sementara itu, Dini mengajak Nita untuk ke kamarnya karena terlihat sepertinya baby Arkhan ingin nen3n.
__ADS_1
''Udah kelihatan belum jenis kelaminnya?'' tanya Nita disela-sela melakukan kewajibannya.
''Belum Nit, setiap USG pasti ditutupin terus, pemalu kayaknya..'' jawab Dini.
''Mudah-mudahan cowo, biar bertiga jadi grup haha..'' ujar Nita kemudian terkekeh kecil karena baby Arkhan sudah terlihat sayup-sayup mengantuk.
''Haha aamiin dah.. mau cowo atau cewe yang penting kan lancar dan sehat.'' balas Dini.
''Aamiin.. itu nomor satu Din.''
''Duuhh udah bobo aja nih bocil..'' bisik Dini.
''Anak gue enak banget yak tidurnya.. haha..'' sahut Nita.
''Persis tantenya, ketemu bantal langsung ngeessss mimpi indah.'' imbuh Nita.
''Lu sih ngefans banget sama gue haha..'' Dini ikut tertawa kecil karena takut menganggu keponakannya yang belum lama tidur.
Perjalanan darat memang sangat melelahkan, bukan hanya baby Arkhan yang cepat sekali tidur, Nita pun sebagai emaknya juga menguap terus. Akhirnya Dini membiarkan Nita menemani putranya tidur di kamarnya sembari mengurangi rasa lelah dan ia kembali bergabung bersama ibu.
''Nita dimana?'' tanya ibu.
Ibu kembali bergulat dengan bahan-bahan kuenya ditemani oleh mertua Nita. Sedangkan ayah Wahyu dan ayah mertua Nita masih melanjutkan obrolan mereka di ruang tamu sembari menikmati kopi hitam dan kue.
''Istirahat Bu, tadi ngelonin Arkhan kayaknya ngantuk banget.'' jawab Dini.
''Yaa begitulah kalau punya bayi..'' ujar ibu.
''Mamah kok nggak istirahat dulu?'' tanya Dini kepada mertua Nita.
__ADS_1
''Tadi udah istirahat di mobil kok, nanti aja..'' jawabnya dan diiyakan oleh Dini.
Sama-sama memiliki kegemaran dalam membuat kue, kedua ibu-ibu ini sangat semangat dalam membuat adonan. Rasa lelah karena perjalanan darat menjadi tersingkir melihat kegiatan yang sudah menjadi kegemarannya, apalagi melakukannya tidak sendirian.