Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 14 : Sini Saya Garukin


__ADS_3

''Hey anak baru, sepertinya ada yang senang sekali ya bisa makan siang romantis sama ponakan bos yang tampan itu..'' cibir seorang gadis cantik yang merupakan sekretaris bosnya.


''Saya Kak?'' tunjuk Dini pada dirinya.


''Kami pikir siapa lagi disini?''


''Kak Cintya salah besar jika mengira saya dan pak Ardi makan siang romantis, saya hanya menerima tawaran beliau saja untuk makan siang biasa, makanan dari piring di suap ke mulut, selesai kembali ke kantor,'' Jawab Dini.


''Kamu!!'' tunjuk Cintya.


''Jangan pernah kegatelan sama pak Ardi, dia milik saya!'' ujarnya pede.


''Hah? gatel? tinggal garuk-garuk aja kok Kak kalau gatel, nggak perlu minta ke pak Ardi buat garukin hehe..'' jawab Dini santai.


Cintya kembali tersulut emosi mendengar respon Dini yang terlihat tidak memiliki rasa takut kepadanya.


''Oooo Kak Cintya lagi kegatelan ya? sini saya garukin, boleehhh...'' Dini langsung bersiap-siap memasang jari-jarinya, tetapi langsung di tepis kasar oleh Cintya.


''LO YA!!'' geram Cintya dengan mengepalkan tangannya di depan wajah Dini.


''Aduh Kak maaf permisi, saya kebelet pipis..'' Dini langsung berlari meninggalkan Cintya yang masih geram padanya.


Dini hanya berpura-pura saja agar bisa menghindari gadis cantik dan seksi itu.


Ia tidak ingin keributan ini di ketahui yang lain sehingga terjadi permasalahan bagi dirinya, apalagi ia masih anak baru, sedangkan Cintya sudah senior.

__ADS_1


Apalagi jika sampai diketahui tengah membahas sosok pak Ardi yang bukan siapa-siapanya.


Sedangkan Cintya yang merasa geram dengan anak baru memilih untuk pergi dan kembali ke tempatnya.


Di dalam toilet


''Oh berarti ini yang di maksud kak Dira, kalau di kantor ini ada wanita ular..'' gumam Dini.


Dira adalah senior Dini di bagian pemasaran, sejauh ini Dini baru bisa akrab dengan Dira.


^^^


Beberapa waktu kemudian


''Bagaimana kabarnya Fryan?'' tanya Nita dari sambungan telepon.


''Baik juga, apa benar ayah mau menikah lagi?'' tanya Nita.


''Kayaknya, beberapa kali ngode-ngode gitu sih..'' jawab Fryan.


''Kamu tau kan kalau selama ini keputusan ada di ayah sendiri sama kamu, kalau ayah sudah siap menerima orang baru, kamu gimana?'' tanya Nita.


Sejauh ini, selain ayah Wildan sendiri yang belum siap untuk menerima sosok baru, ada salah satu anaknya yang tidak menginginkan sosok ibu sambung, Fryan selalu mengatakan bahwa ibu tiri itu kejam, tak ada yang tulus, jika mau pun mungkin hanya ingin mengincar harta saja.


Tetapi, belakangan ini pikirannya sedikit berubah, ia merasa egois jika melarang ayahnya memiliki pendamping hidup lagi, toh kepergian ibunya sudah lama.

__ADS_1


''Ntahlah Kak, yang penting ayah bahagia aku ikut bahagia, yang penting ayah tidak asal-asalan dalam menentukan pilihannya..'' jawab Fryan.


''Ya sudah, Minggu depan kakak akan pulang membahas ini..'' ujar Nita.


''Iya Kak, hati-hati..''


Nita sudah memutuskan sambungan telepon.


''Kak Dini apa kabar ya? lagi ngapain?'' gumam Fryan.


Rasanya ingin segera menghubungi gadis impiannya itu, tetapi rasa canggung memenuhi pikirannya.


Fryan masih berada di lokasi baru, tanahnya luas, sehingga Fryan bisa membangun rumah minimalis namun terkesan elegan untuk dirinya.


Selain akan membangun bengkel dan toko sparepart lagi di lokasi tersebut, rencananya akan di bangun coffe shop juga di lantai 2.


''Bi, gue duluan ya..'' ujar Fryan berpamitan dengan anggotanya yang bernama Bian itu.


''Ok Bro, hati-hati..'' jawabnya.


''Siaap..''


Fryan berlalu meninggalkan rumah barunya karena sudah menjelang sore.


..

__ADS_1


''Itukan??''


Fryan memastikan pandangan matanya tidak salah dan mempercepat laju mobilnya untuk semakin memastikan.


__ADS_2