Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 27 : Ajak Calon Mantu


__ADS_3

''Adikku yang tampan tapi jombloo...'' seru Nita begitu baru turun dari mobil dan mendapat sambutan dari sang adik.


Mereka saling melepas rindu dengan berpelukan.


''Jomblo dulu dapetnya yang berkualitas.'' sahut Fryan membanggakan kejombloannya.


''Cih sombong amat anak pak Wildan..'' protes Nita.


''Wajeeebbbb" jawab Fryan.


Kakak beradik ini langsung terkekeh. Tak heran jika mereka terlihat akrab, berbeda dengan kakak sulung mereka yang sangat jarang terlihat kebersamaannya karena telah membina keluarga dengan warga negara sebelah dan menetap disana dan terakhir pulang saat pernikahan Anita.


***


Mengingat tujuan kedatangan Nita ke rumah ayahnya tidak hanya untuk sekedar berkunjung saja, ayah mengumpulkan kedua anaknya dan juga sang menantu untuk duduk di ruang keluarga.


''Ayah meminta kalian berkumpul disini tentu memiliki maksud.'' ujar ayah memulai pembicaraan, kemudian menatap satu per satu anak-anaknya secara bergantian.


''Apa yang ingin Ayah sampaikan ke kita?'' tanya Fryan.


''Fryan, anakku.. tidak mudah untuk Ayah menentukan semua ini, bicara seperti ini ke kalian, apalagi untuk menerima orang baru.. dan sekarang, sepertinya Ayah sudah siap untuk hadirnya orang baru.


Tapi, jika kamu masih belum setuju, Ayah nggak akan melanjutkan langkah ini, Ayah sangat menyayangi kalian, apapun yang akan Ayah lakukan, kalian harus memberi restu, jika tidak suka ya katakan saja..'' ayah terlihat menghela nafas sebentar.


''Sepertinya ayah siap untuk berumahtangga lagi.'' imbuhnya lalu menatap Fryan yang baginya menjadi kunci utama.

__ADS_1


Fryan tak langsung merespon, begitu besar perannya sehingga sang ayah harus melalui restu darinya.


''Yang penting Ayah yakin kalau wanita itu wanita yang benar-benar tulus mau bersama Ayah, aku ikut bahagia Yah.'' jawab Fryan.


Ayah menatap kepada anak-anaknya secara bergantian, senyum mengembang di wajahnya.


''Terimakasih anak-anak.. insyaa Allah wanita yang Ayah kenal itu wanita yang sudah di persiapkan Tuhan untuk Ayah.''


''Untuk mengabari Kakak kalian, nanti biar Ayah yang menelponnya sendiri.'' imbuhnya.


Anak-anak mengangguk menyetujui ucapan ayah Wildan.


''Boleh kita bertemu atau setidaknya berkenalan dulu Yah..'' ujar Nita.


''Iya benar Yah apa yang dikatakan Nita.'' timpal Aldo yang sedari tadi belum berkata-kata.


Fryan dan Nita saling melempar tatapan untuk menyetujui atau tidak.


''Oke, ide bagus..'' jawab Nita semangat.


''Ajak calon mantu ya Yah, eh ups keceplosan.'' Nita langsung membungkam mulutnya sendiri.


''Oohh Dini?? boleh dong, boleh banget..'' kata Ayah santai.


''Beneran nih Yaahh??'' senyum mengembang Fryan tak tertahankan.

__ADS_1


''Iyalah beneran, masa iya anak bujang Ayah mau jadi obat nyamuk haha..'' ejek Ayah lalu diikuti gelak tawa dari anak-anaknya.


Nita yang baru saja tertawa lalu tiba-tiba terdiam ketika mengingat sesuatu.


''Bentar-benar, emang Ayah sudah tau kalau anak kecil Ayah ini lagi naksir berat sama Dini?'' tanya Nita yang langsung mendapat sorotan tajam dari Fryan yang disebut anak kecil.


''Tau, nggak nyangka juga Ayah kalau anak kecil Ayah sudah berani naksir gadis, pake di bilang calon bini lagi..'' jawab ayah kemudian terkekeh membayangkan.


''Ledek terus.. iya terusin aja...'' sahut Fryan.


Buahaha


Gelak tawa memenuhi ruangan itu yang sudah lama jarang terdengar keramaian karena ditinggal Nita. Biasanya Nita kerap mengajak Dini untuk ke rumah dan menciptakan keramaian.


Sementara Fryan dan ayah sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


''Idihh!! tukang ngambek gitu kok sok-sokan mau nikahin anak orang..'' cibir Nita meledek adiknya


''Makanya Fryan lagi nyari pawangnya sayang biar nggak ngambek-ngambekan lagi.'' timpal Aldo.


Ayah menggelengkan kepala melihat kelakuan anak-anaknya yang masih suka ribut jika bertemu.


''Biarin! lihat aja bentar lagi pawangnya gue bawa pulang..'' sahut Fryan.


''Jangan pake gue lu!'' sahut Ayah yang tidak suka.

__ADS_1


''Hehe iya Yah, maap keceplosan.'' jawab Fryan sambil menutup mulutnya sendiri.


Nita menahan tawanya setelah berhasil meledek sang adik yang selalu konsisten terhadap perasaannya itu.


__ADS_2