Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 6 : Udah Bisa Bikin Anak


__ADS_3

Anita dan Nandini akhirnya sudah berhasil menyandang gelar sarjana komputer.


Mereka sangat bahagia karena selesai kuliah tepat waktu.


''Din, apa rencana kamu kedepannya?'' tanya Nita.


''Aku pengen menerima tawaran ke perusahaan tempat aku magang itu Nit. Kalau kamu gimana? jadi keluar kotanya?'' tanya Dini gantian.


''Jadi Din, tapi aku mau nikah dulu,''


''Nikah?!! Serius Nit?? Secepat itu??''


''Sebenarnya nggak secepat ini Din, aku kan keluar kota ikut bang Aldo, dia pindah tugas ke kota itu, dia maunya kita nikah aja, kamu tau sendirilah Din kalau bang Aldo sudah dewasa, dia nggak mau nanti bikin ayah mikir yang macam-macam, lagian kita juga udah lama deket, ayah langsung setuju, kalau aku ya tentu saja bahagia akhirnya bang Aldo membuktikan keseriusannya,'' jelas Nita lalu menatap sahabatnya itu.


Dini nampak termenung.


''Aku bahagia Nit lihat kamu bahagia,'' ucap Dini lalu memeluk erat kepada Anita.


Mereka saling berpelukan, sampai airmata mereka sama-sama membasahi pipi.


''Semoga kamu juga sukses dan mendapatkan laki-laki yang sayang banget sama kamu,'' ucap Nita.


''AAMIIN......''


Kemudian mereka tertawa, tidak menyangka waktu kebersamaan akan terus berkurang.


''Terus kamu kapan nikahnya?'' tanya Dini.

__ADS_1


''Bulan depan, akhir bulan ini kita lamaran, kamu wajib datang, aku sudah pesan seragam untuk kita semuanya,'' pinta Nita tidak mau mendengar penolakan.


''Ohh Nita..'' Dini kembali memeluk sahabatnya, ia benar-benar terharu di campur rasa tidak menyangka dan belum siap jauh dari sahabatnya itu.


''Cafe gimana?'' tiba-tiba Dini teringat.


''Aman, soal laporan tetap sama kamu ya.. walaupun nanti kamu kerja di tempat lain, aku mohon bantu kita, aku percayakan sama kamu dan Fryan, kalian bisa bergantian,'' ujar Nita.


''Iya aku usahakan menjaga kepercayaan kamu Nita, cafe itu saksi perjuangan haha..'' jawab Dini lalu terkekeh.


''Haha kamu bener Din..''


--


Waktu terus berjalan, acara resepsi pernikahan Aldo dan Anita di gelar di sebuah hotel.


Keluarga Dini memilih untuk pulang terlebih dahulu karena dirumah juga sedang kedatangan tamu, nenek dan kakek Dini dari kampung.


''Nanti Kakak biar saya aja yang antar Yah..'' ujar Fryan yang ntah sejak kapan berada di dekat mereka.


''Oh gitu.. boleh-boleh, maaf ya nak Fryan sudah merepotkan,'' ucap Ayah Dini.


''Sama sekali nggak merepotkan kok Yah,'' jawab Fryan.


''Ya sudah kami duluan ya, terimakasih jamuannya, tadi kami sudah bilang juga sama Nita kalau kita mau langsung pulang..'' Ujar Ibu.


''Oh iya Bu, terimakasih kehadirannya,'' ucap Fryan.

__ADS_1


Ayah dan Ibu mengangguk lalu keluar dari acara tersebut.


Acara lempar bunga segera berlangsung, Fryan langsung menarik tangan Dini tanpa izin.


''Eh bocil kebiasaan!'' Dini terus memukuli tangan Fryan, tetapi Fryan tidak bergeming, ia langsung menuju posisi paling depan.


''Ngapain sih kamu semangat banget? anak kecil jangan buru-buru, ini jatahnya orang dewasa,'' bisik Dini meledek Fryan.


''Anak kecil tapi udah bisa bikin anak, mau bukti? ayok!'' bisik Fryan menggoda Dini.


Dini langsung menjewer telinga Fryan tanpa ampun.


''Sakit tau Kak!'' lirih Fryan sambil mengusap telinganya yang sudah memerah.


''Biarin''


.


''Baiklah para jomblowan dan jomblowati, silakan bersiap-siap, pasangan raja dan ratu kita malam ini akan segera melempar bunga, persiapkan tenaga dan pikiran kalian, dalam hitungan mundur 3....2.....1...... '' seru seorang MC pada acara ini.


Dini dan Fryan menangkap dengan semangat, mereka menangkap bunga secara bersamaan hingga terjadi saling rebut.


''Waahh itu tandanya kalian berdua berjodoh.'' ucap seorang MC.


''AAMIIN......'' Sahut Fryan dengan suara kerasnya.


''Ah padahal gue udah latihan sama Kak Nita wkwkwk, tapi, gue harus ngejar cinta gue secara serius biar berjodoh beneran, I LOVE YOU KAK DINIIII!! Thankyou Kak Nit hahaha'' batin Fryan terkekeh sendiri.

__ADS_1


__ADS_2