Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 17 : KDRT Nih


__ADS_3

''Assalamu'alaikum..'' ucap Dini dan Fryan bersamaan.


''Wa'alaikumsalam..'' suara ibu terdengar dari dari dalam.


''Eh loh kok sama nak Pryan? motormu mana?'' tanya ibu.


''Rusak Bu, kebetulan tadi ada dia lewat.'' jawab Dini.


''Ibu apa kabar?'' tanya Fryan sambil menjabat tangan Ibu.


''Alhamdulillah baik, ayo sini masuk nak..''


''Terimakasih loh sudah nganterin kakakmu, untung ketemu sama kamu di jalan, kok bisa rusak sih motornya..'' ibu terus bersuara.


Fryan hanya bisa tersenyum.


''Namanya juga mesin Bu, di pake terus ya bisa rusak hehe '' jawab Dini.


''Hikmahnya kan kita ketemu lagi Bu hehe '' timpal Fryan.


''Iya betul, betul sekali, ibu kangen loh lama nggak lihat nak Pryan.'' ujar ibu.


''Sama Bu, aku juga kangen.'' jawab Fryan sumringah.


''Fryan Bu, bukan Pryan..'' sahut Dini yang baru keluar dari kamarnya setelah meletakkan tasnya.


''Sama aja, iya kan nak?'' bantah ibu lalu mencari pembelaan kepada pemilik nama.


''Hehe iya Bu.'' jawab Fryan.


Dini langsung memicingkan bola matanya ke arah Fryan yang tak memihak dirinya.


Sedangkan Fryan hanya nyengir saja memperlihatkan giginya.


''Kopi apa teh?'' tanya Dini.

__ADS_1


''Kayak biasanya Kakak.'' jawab Fryan santai.


''Cih gayamu'' Dini langsung berlalu ke dapur meninggalkan ibu dan Fryan.


Fryan terkekeh melihat respon Dini, tetapi Dini tetap langsung bergegas membuatkan karena memang sudah tau kebiasaan Fryan yang menyukai kopi dengan campuran susu sedikit buatan Dini.


Ntah memang buatan Dini yang enak atau bagaimana, selama ini jika di cafe, Fryan selalu mau buatan kak Dini yang menurutnya rasanya sangat enak dan berbeda.


''Kalian ini kalau nggak ada yang tau pasti di kira pasangan deh.'' celetuk ibu tanpa dosa.


''Ibuu..'' protes Dini.


''Serasi kah Bu?'' tanya Fryan menimpali.


''Iya serasi, serasi jadi kakak adik.'' jawab Ibu lalu terkekeh.


Dini langsung merasa menang, sedangkan Fryan terlihat sedih.


''Yah Ibu.. padahal aku serius loh Bu nanyanya..'' protes Fryan sedih.


''Lah Ibu malah ngelawak.'' ujar Fryan.


Ibu langsung terkekeh melihat ekspresi Fryan yang sedih, tetapi beliau menganggap Fryan tengah bergurau saja. Karena sepengatahuan ibu, anak-anaknya ini sudah seperti saudara.


-


''Pulang dulu ya Bu..'' pamit Fryan setelah Maghrib.


''Iya hati-hati, terimakasih ya, salam untuk ayahmu..'' ucap Ibu.


''Oke Bu, salam juga untuk ayah mertua hehe '' canda Fryan.


''Haha iya iya, besok di salamin kalau sudah pulang.'' jawab Ibu.


Dini hanya menyimak percakapan ibu dan Fryan yang membuatnya harus banyak-banyak bersabar.

__ADS_1


''Dini, antar nak Pryan ke depan, ibu mau ke belakang.'' suruh Ibu.


''Iya Bu..'' jawab Dini nurut.


Dini menuruti perintah ibunya untuk mengantar Fryan sampai depan, rasanya ingin menolak tetapi tidak sanggup membantah, takut ibunya curiga jika sedang terjadi sesuatu di antara mereka.


''Makasih.'' ucap Dini.


''Sama-sama Kakak, besok aku jemput ya.'' ujar Fryan.


''Lah ngapain? mau kemana?'' tanya Dini.


''Nengok motor Kakaklah.'' jawab Fryan.


''Oohhh, iya iya, jam berapa?'' tanya Dini.


''Idih nggak sabaran banget deh, padahal belum juga ditinggal, jam 9..'' sahut Fryan.


''KAPRIIII.. PUG'' Dini menepuk lengan Fryan.


''Aduh Kak sakit tau, KDRT nih..'' pekik Fryan sambil mengusap lengannya.


''Eh tapi nggak sakit deng, boleh di ulang hehe..'' goda Fryan.


''Buruan pulang sana.'' usir Dini sambil mendorong lengan Fryan.


''Yah di usir, yaudah sampai ketemu besok Kakak Dini cantik..'' ujar Fryan lalu mengacak-acak rambut Dini sekilas kemudian berjalan cepat masuk ke dalam mobil sebelum di tabok.


''Dasar bocil!'' seru Dini.


''Daaaaa..'' seru Fryan dari dalam mobil.


Dini kembali masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarnya.


Tanpa di sadari, senyumnya mengembang sambil memegangi rambutnya.

__ADS_1


''Ish apaan sih Dini, jangan aneh-aneh deh mikirnya!'' omel Dini pada dirinya sendiri.


__ADS_2