Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 11 : Memangnya Kamu Calon Suaminya?


__ADS_3

Nandini tetap berusaha bersikap seperti biasanya terhadap keluarga Anita, kecuali kepada Afryan.


Ia masih merasakan hal yang sangat sulit untuk melupakan tindakan Fryan waktu itu.


Antara benci dan tidak menyangka selalu memenuhi pikirannya.


Hari ini Anita dan Aldo akan berangkat ke salah satu kota di Jawa Tengah dengan mengendarai mobil pribadi milik Aldo.


Sebagai sahabat yang sudah seperti saudara, Dini pasti menyempatkan waktu untuk datang ke rumah orangtua Nita, apalagi hari ini akhir pekan, hari yang sengaja di pilih oleh Nita dan Aldo agar keluarganya kumpul, kecuali keluarga Aldo yang asli warga Jawa Tengah.


Dini datang bersama kedua orangtuanya yang juga sudah menganggap Anita seperti anaknya sendiri.


''Senangnya Ayah sama Ibu datang kesini..'' sambut Nita kepada orangtua Dini manja.


''Iya dong, kalau sudah jadi orang jauh jangan semakin menjauh loh ya..'' goda ayah Dini langsung di sambut gelak tawa lainnya.


''Bisa aja Ayah, kayak lagu hehe..'' ujar Nita.


''Mari masuk dulu om..'' timpal Aldo.


''Terimakasih nak Aldo, panggil aja Ayah sama Ibu juga..'' jawab Ibu.


''Hehe iya Tante eh Bu..'' jawab Aldo.


Aldo mengajak ayah dan ibu Dini masuk ke dalam rumah, sedangkan Nita dan Dini sedang berbincang-bincang di belakang mereka sambil melangkah masuk ke dalam juga.


''Kelakuan pengantin baru, adek sendiri di suruh-suruh bawa kopernya yang segede truk,'' suara gerutuan dari dalam.


''Wah ternyata sudah datang..'' ayah Nita keluar dari kamarnya dengan sumringah.


''Siapa Yah?''


''Dini'' jawab ayah ikut menaikkan volume suaranya.

__ADS_1


Fryan langsung menggeletakkan dua koper tanpa mempedulikan isinya, ia langsung setengah berlari menuju ruang tengah.


''Eh ayah sama ibu mertua hehe..'' ucap Fryan dan langsung mendapat tatapan tajam dari Nita yang sedang berjalan kearahnya.


Fryan yang merasa mendapat tatapan tajam langsung menghindar dan berjalan menuju Dini dan kedua orangtuanya untuk berjabat tangan.


Fryan menatap kearah mata Dini, tetapi Dini langsung menghindari dan cekatan melepas tangan Fryan.


''FRYAAANNNN!!!!''


Suara dari dalam memecah obrolan di ruang tengah.


Sedangkan nama yang di panggil langsung teringat sesuatu dan langsung lari menuju sumber suara.


''Apasih Kaaakkk???'' bisik Fryan kepada kakaknya.


''Ini kenapa koper kakak pada koprol??'' protes Nita.


Fryan menggaruk lehernya yang tidak gatal.


''Tolong ya dedek.. bawa langsung ke mobil, OKEE..'' pinta Nika dengan menekan suaranya.


''OKE ashiaaapp Kakakku yang super cantik..'' jawab Fryan menggombal.


Tiga puluh menit Anita dan suaminya bersiap-siap dan sedikit mengobrol, mereka langsung berpamitan karena tak ingin mengulur waktu.


Anita memeluk satu per satu untuk perpisahan, suasana menjadi haru.


''Dini, terimakasih banyak, tetap jadi saudaraku ya.. jangan benci kami, jangan jauhi kami apapun yang terjadi, maafkan adikku, aku nggak tau kalian ada masalah apa, yang ku lihat kalian berbeda, aku minta maaf atas nama adikku kalau dia melakukan kesalahan ke kamu..'' ucap Nita lirih.


Dini hanya mengangguk dan tersenyum.


''Hati-hati ya Nita, semoga selamat sampai tujuan, ditunggu kabar baiknya..'' pesan Dini.

__ADS_1


''Aamiin, terimakasih Dini..''


Aldo dan Nita masuk ke dalam mobil, membuka kaca mobil dan melambaikan tangan ke keluarganya sampai benar-benar tidak terlihat.


Sepeninggalan Aldo dan Nita, Dini dan kedua orangtuanya hendak langsung pulang, tetapi di tahan oleh ayah Nita, akhirnya mereka melanjutkan obrolannya.


''Sebelumnya mohon maaf nih pak Wildan, apa bapak tidak ada rencana untuk mencari pendamping lagi?'' tanya ibu Hasni penuh hati-hati, tetapi jiwa keponya sudah tak tertahankan.


''Ibu..'' bisik Dini.


''Nggak papa Dini, ibumu bertanya hal yang wajar kok..''


''Hehe'' Dini hanya malu sendiri.


''Ntahlah Bu, sampai sekarang saya masih nyaman dengan keadaan seperti ini, dengan mencari kesibukan kesana kemari, ya Alhamdulillah tidak ada masalah, mungkin fokusnya sekarang nunggu cucu lagi dari Aldo dan Nita, haha..'' jawab Ayah.


''Baru juga nikah kemarin Yah, Yaah..'' protes Fryan yang duduk di samping ayahnya.


''Makanya Ayah bilang nunggu..'' jelas ayah.


''Hmm iya deh iya..''


''Iya Pak benar, kadang orang memaksa tanpa mau tau perasaan yang di paksa, yang penting keluarga Pak Wildan bahagia,'' ujar ayah Dini.


''Alhamdulillah sekali Pak Wahyu, anak-anak kita ini tidak pernah aneh-aneh, jadinya orangtua ikut tenang..'' jawab ayah Wildan.


Ayah dan ibu Dini merespon setuju.


''Nah, kalau Dini gimana nih? Nita sudah dibawa suaminya..'' ledek pak Wildan.


''Emm itu Yah, anu, emmm..'' Dini gugup sendiri, apalagi setelah melirik Fryan sekilas.


''Kak Dini tuh belum siap Yah..'' sahut Fryan.

__ADS_1


''Lah sok tau, memangnya kamu calon suaminya??'' tanya ayah.


Dini dan Fryan langsung kompak saling menatap terkejut dengan candaan ayah Wildan.


__ADS_2