Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 62 : Selalu dan Selamanya


__ADS_3

Fryan dan Dini sudah bangun lebih awal dari biasanya, bahkan sejak tadi malam Dini sudah tidak nyenyak tidur karena memikirkan perjalanan jauh yang akan ia tempuh.


''Biar aku aja sayang yang bawa ke mobil.'' rebut Fryan saat melihat Dini keberatan mengangkat koper.


Fryan baru saja keluar dari toilet karna membuang sesuatu yang sudah menumpuk di dalam perutnya.


Melihat sang istri mengangkat koper yang berukuran besar dan terisi penuh, tentu saja membuat Fryan tidak akan membiarkan hal itu.


Meskipun koper bisa di tarik, tetap saja nanti saat menuruni tangga bakal di angkat.


''Aku cuma nyoba-nyoba aja, ternyata berat hehe.'' jawab Dini.


''Kamu nggak boleh capek-capek sayang, capeknya besok aja.'' kata Fryan lalu mengedipkan satu matanya dan memberikan senyuman yang penuh makna.


''Hah..'' Dini menggaruk tengkuknya mencerna kata-kata Fryan.


''Nggak, bukan apa-apa, i love you.'' ucap Fryan menc1um kening istrinya.


''Terimakasih.'' jawab Dini dengan senyum malu-malu.


''Terimakasih untuk?'' tanya Fryan.


''Sudah mencintaiku.''


''Selalu dan selamanya.'' jawab Fryan cepat.


Fryan langsung memutar bahu Dini dan membawa ke pelukannya.


Mereka sama-sama merasakan kenyamanan di dalam pelukan.


Fryan mengangkat dagu Dini pelan, tatapan dan deru nafas mereka sudah sangat dekat.


Fryan yang sudah merasakan candu tidak menunggu lama lagi untuk mendaratkan bibirnya di bibir sang istri dan saling bertautan .


..


Baru selesai subuh, Fryan dan Dini sudah bersiap-siap, karena memang sengaja akan berangkat cepat.


Belum lagi harus menghampiri si kembar Bagas dan Bagus di rumahnya.


''Mereka udah siap belum?'' tanya Dini.

__ADS_1


''Udah, kalau sampai belum siap tak jewer semuanya.'' gerutu Fryan.


''Heh jangan gitu..'' protes Dini.


''Iya-iya sayang, becanda..'' ujar Fryan lalu menc1um puncak kepala sang istri.


Waktu sudah menunjukkan jam 05.25 WIB, setelah memastikan semuanya aman dan tidak ada yang tertinggal, Fryan dan Dini langsung bersiap berangkat menjemput si kembar Bagas dan Bagus.


Lima belas menit perjalanan, mereka sudah tiba di kediaman Bagas dan Bagus.


Keduanya juga sudah nampak bersiap-siap dengan koper yang terlihat sudah berdiri di teras. Belum sempat turun dari mobil, Bagas dan Bagus sudah muncul keluar dari rumahnya.


''Itu dia.'' tunjuk Dini.


''Iya sayang.'' jawab Fryan lalu keluar dari mobil, di ikuti oleh Dini.


Melihat kedatangan mobil Fryan, Bagas langsung menenteng kopernya ke dekat mobil.


''Sudah di cek nggak ada yang ketinggalan?'' tanya Fryan.


''Aman boskuh.'' jawab Bagas.


''Oke, sebelum melanjutkan perjalanan, kita berdo'a dulu.'' ujar Fryan.


''Oke, let's go..''


Dini masuk ke dalam mobil terlebih dahulu saat Bagas memasukkan kopernya ke dalam mobil.


''EEHHHH DI DEPAN LU!!'' sungut Fryan dengan menarik hoodie Bagas yang akan masuk ke kursi belakang.


''Apa sih..'' seru Bagas.


''Enak aja lu mau nempel bini gue.'' sungut Fryan langsung masuk ke dalam mendekatkan diri ke istrinya.


''Ya maap bos.. gue nggak liat bini lu udah masuk.'' ujar Bagas membela diri.


''Terserah kalian siapa yang mau nyetir duluan, mampir dulu cari sarapan karena gue yakin kalian pasti belum pada makan.'' ujar Fryan.


''Tau aja lu bos haha..'' seru Bagas langsung duduk di kursi supir.


''Hapal.'' kata Fryan cuek.

__ADS_1


Bagas memilih untuk menyetir terlebih dahulu karena merasa sudah segar.


''Siap nih semuanya?'' tanya Bagas memastikan.


''Ready..'' jawab semuanya serempak.


''BISMILLAHIRAHMANIRRAHIIM..'' seru Bagas.


Perjalanan di mulai dengan mengisi perut terlebih dahulu, karena memang Dini pun di larang masak oleh Fryan.


Setelah selesai mengisi perut, mereka melanjutkan perjalanan dengan di iringi musik favorit Bagas yaitu dangdut.


''Awas kalian jangan mesra-mesraan.'' protes Bagas pada Fryan dan Dini.


''Dih, lu fokus aja sama setirnya.'' ketus Fryan.


''Tetep keliatan boss..''


''Gus, cariin kembaranmu cewek tuh.. bawel banget.'' ujar Fryan.


''Ogah haha.'' sahut Bagus di ikuti gelak tawanya.


''KEJAAAMMMM...'' Bagas langsung bersenandung menanggapi interaksi kembarannya dan Fryan.


''Jangan-jangan Bagus juga jomblo..'' sahut Dini.


''Bagus jomblo?? waahhh kagak ada ceritanya.'' jawab Bagus menyombongkan diri.


''Beuuhh sombong bener kembaran gue, hmmm baiklah..'' timpal Bagas dengan mata tetap fokus menatap arah depan.


''Tapi, sombongnya sesuai kenyataan, tuh di sosmednya.'' sahut Fryan.


''Eh eh udah bahas nggak pentingnya, eh Gus.. beneran semua sudah kamu urus kan?'' tanya Fryan kepada Bagus.


''Beres bro..'' jawab Bagus.


Dalam perjalanan ini, Baguslah yang di beri kepercayaan oleh Fryan untuk mengurus semua akomodasi.


Bagus yang seorang fotografer dan juga traveler tentu saja sudah memiliki banyak pengalaman tentang dunia wisata.


Tidak salah jika Fryan memberikan kepercayaan kepadanya.

__ADS_1


(Maaf telat up, authornya lagi ada kegiatan di real life🙏)


Terimakasih yang sudah bergabung dan mendukung di cerita ini🙏


__ADS_2