Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 40 : Fryan Sama Siapa?


__ADS_3

Semalam Aldo menghubungi ART yang diminta untuk menginap di rumah mertuanya saat sang ayah belum kembali.


Begitu dikabari istrinya tertidur di sofa ruang tamu, ia tak berniat membangunkannya dan memutuskan untuk memberikan penjelasannya keesokan hari saja.


--


Pagi hari jam 04.00 Nita sudah terbangun, ia terkejut saat sudah berada di kamar karena seingatnya semalam ia sedang menunggu sang suami dan juga kakaknya di ruang tamu.


Nita melihat suaminya masih terlelap, namun karena rasa penasaran atas kejadian semalam akhirnya ia memaksa Aldo untuk bangun dan menagih penjelasan.


Dengan wajah kelelahannya Aldo beranjak ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya terlebih dahulu, rasanya ingin menolak permintaan sang istri dan melanjutkan tidurnya, tetapi ia tak ingin membuat Nita semakin penasaran dan memiliki pemikiran yang negatif, pelan-pelan ia menceritakan semuanya kepada sang istri dari awal mendapat kiriman pesan dari Dini hingga keduanya sudah berada di rumah sakit.


''Kenapa bisa terjadi Yang? terus mereka sekarang gimana?'' tanya Nita cemas setelah mendapatkan cerita dari sang suami.


''Aku juga belum tau motifnya apa, yang jelas kita sudah tau siapa pelakunya itu, dan sekarang Dini sama Fryan sudah mendapatkan perawatan, kita fokus ke situ dulu ya.. kamu tenang, jangan panik, kamu jaga kesehatanmu dan anak kita..'' ujar Aldo lalu mengusap lembut perut istrinya.


''Gimana aku nggak panik sih, kalian pamit mau pergi sebentar, taunya lama banget, di telfon nggak ada yang jawab, si Fryan sama Dini juga nggak ada yang ngangkat.. jelas panik lah yang.. mana ayah kan juga baru kemarin pagi nikah, masa iya aku mau di tinggal sendirian lagi..'' gerutu Nita dengan airmata terus mengalir.


''Maafin Abang ya.. nggak maksud bikin kamu sampai sejauh itu khawatirnya, maaf..'' Aldo langsung memeluk istrinya, rasa bersalah membuat istrinya sampai memikirkan akan ditinggalkan oleh semuanya.


''Ya sudahlah, yang penting sekarang bang Aldo sudah pulang, sudah jelas sekarang apa sebabnya.''


''Ya ampun kenapa kita malah jadi drama disini, ayok bang kita siap-siap, nanti abis Subuh harus jalan ke rumah sakit!'' imbuh Nita kemudian langsung bangkit dari duduknya.


''Jangan panik sayang, inget loh lagi hamil..'' kata Aldo.


Nita langsung menghentikan langkahnya dan menghela nafas panjang.


''Maafin mama ya sayang, mama lupa..'' Nita mengelus perutnya yang belum terlalu menonjol.

__ADS_1


''Iya maa..'' sahut Aldo lalu terkekeh.


''Apa sih nyamber aja!'' protes Nita langsung pergi ke kamar mandi.


--


Aldo dan Nita sudah berada di perjalanan menuju rumah sakit dengan keadaan masih sangat pagi.


''Semalam aku pake hpnya Dini buat SMS ke ibunya kalau dia nginep di rumah, untungnya percaya.'' ujar Aldo.


''Tapi, nanti kan bakal tau juga yang..'' protes Nita.


''Iya, tapi setidaknya nanti kita kasih penjelasan pelan-pelan, jujur aja kalau saat ini abang sama kak Ali sama-sama panik, harus jelaskan gimana dulu aja belum nemu..''


''Iya sih, ayah juga punya riwayat jantung, kasian kalau tiba-tiba denger Dini di culik.'' kata Nita lalu menyandarkan kepalanya.


''Ohya, terus kerjanya Dini gimana? otomatis kan ngelibur..'' ujar Aldo.


''Ah iya, Dini pernah cerita punya teman baik di tempat kerjanya, namanya kak Dira. Pasti ada nomornya, biar aku aja yang ngirim pesan buat izin.''


''Tasnya Dini ada di dashboard.'' tunjuk Aldo.


Nita langsung gerak cepat mengambil tas Dini dan mencari nama yang ia cari.


Dengan cekatan Nita mengetik pesan yang dan seolah-olah menjadi Dini lalu di kirimkan ke Dira.


''Oke beres.'' ucapnya setelah beberapa menit menunggu balasan dari Dira.


-

__ADS_1


Nita langsung berjalan cepat menuju ruangan Dini terlebih dahulu.


''Kalian sudah datang?'' tanya Ali.


''Dini..'' Nita langsung memeluk sahabatnya itu, tanpa mempedulikan pertanyaan sang kakak.


''Maaf aku baru kesini, maaf..'' ucapnya.


''Aku nggak papa Nita, aku cuma pengen lihat keadaan Fryan, tapi semuanya pada ngelarang.'' ujarnya sendu.


Nita melirik kakak dan juga suaminya.


''Nanti kesana bareng aku ya.. aku juga baru dateng dan belum lihat Fryan.'' ujar Nita.


''Beneran?'' tanya Dini.


Nita mengangguk.


Aldo mengambilkan kursi roda untuk membawa Dini, karena kasian melihat gadis itu terlihat masih shock dengan kejadian yang tak akan pernah ia sangka.


''Aku bisa jalan kok bang..'' ujar Dini saat melihat Aldo kembali masuk membawa kursi roda.


''Kamu masih lemas Din, ayok katanya mau jenguk dede Kapri tersayang..'' ledek Aldo.


''Jangan ngeledek bang..'' sahut Dini malu.


''Bentar-bentar, kok semuanya disini? terus Fryan sama siapa? siapa yang jagain?'' tanya Dini khawatir.


''Ada temannya semalam nggak sengaja papasann di depan, dia langsung ikut nemenin.'' sahut Ali yang sedari tadi menjadi tukang nyimak.

__ADS_1


''Teman?'' tanya Nita dan Dini bersamaan.


''Udah ayok..'' Ali langsung mendorong kursi roda yang dinaiki Dini untuk membawa ke ruangan Fryan.


__ADS_2