Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 15 : Kak Dini Apa Kabar?


__ADS_3

''Itukan??''


Fryan memastikan pandangan matanya tidak salah dan mempercepat laju mobilnya untuk semakin memastikan.


Tin tin..


Wajah Fryan seketika langsung berbinar saat gadis impiannya ada di depannya tengah mendorong motor.


''Kak Dini...'' Fryan memanggil dari jendela mobilnya yang ia buka.


Seketika Dini langsung menoleh dan langsung berhenti saat melihat laki-laki yang ia kenal.


''Stop dulu Kak, tunggu aku cari tempat aman dulu..'' Teriak Fryan dari dalam mobil, ia mencari tempat untuk menepikan mobilnya.


Setelah menepikan mobilnya, Fryan dengan cekatan turun dari mobil dan setengah berlari menghampiri Dini yang tidak jauh darinya.


''Kak Dini apa kabar?'' tanpa izin Fryan langsung memeluk erat Dini.


''Baik, lepasin Fryan..'' pinta Dini, namun tak di indahkan oleh Fryan, ia malah semakin mengeratkan pelukannya.


''Kak, maafkan aku, tolong jangan menghindar lagi..'' ucap Fryan.


''Iya-iya sudah di maafin, tapi, tolong di lepas dulu, engap..'' pinta Dini lagi.


Fryan pun akhirnya melepaskan pelukannya, melihat keringat Dini yang sudah bercucuran karena cuaca sangat cerah.


''Motor Kakak kenapa?'' tanya Fryan.


''Rusak,'' jawab Dini singkat.


''Ya sudah Kakak tenang aja, aku telponkan Bagas biar ambil motor kakak..'' ujar Fryan.


''Eh nggak usah Fryan, nggak usah..'' tolak Dini sambil berusaha merebut ponsel di tangan Fryan.

__ADS_1


''Halo Gas, tolong ke depan ATM *N* dekat sekolahan ya, motornya kak Dini rusak, bawa teman.''


''.........''


''Iya sekaranglah masak tahun depan.. nggak pake lama,'' ujar Fryan lalu menutup telponnya.


''Ishh kenapa pake ngerepotin anggotamu sih..'' gerutu Dini setelah Fryan menutup telpon.


''Siapa yang ngerepotin dan siapa yang di repotin sih Kak?? kan mereka lagi kerja juga, daripada kakak dorong-dorong, capek kan??'' tanya Fryan langsung mengusap keringat yang bercucuran di kening Dini.


''Eh eh!'' Dini spontan mundur.


''Astaga cuma ngelap keringet aja Kak..'' ujar Fryan.


''Nggak gitu, keringetnya bau asem..'' jawab Dini.


''Hahaha emang ada gitu keringet bau kembang mawar..''


''Ada,''


''Coba tanya Ayu Tingting, dimana.. dimana.. dimanaa...'' jawab Dini asal.


''Buahaha''


''Sumpah aku ka-''


Tin tin


Anggota Fryan tiba-tiba sudah muncul dan membuat perkataan Fryan terhenti.


''Semprul nih manusia,'' batin Fryan.


Hal yang biasa Dini dan Fryan lakukan adalah selalu memiliki celetukan-celetukan yang membuat mereka tertawa, dan hal itu sempat hilang, baru saja Fryan akan mengungkapkan kerinduan momen itu, terpaksa harus dihentikan karena kedatangan Bagas.

__ADS_1


''Wihh Dini.. apa kabar? lama nggak nongol?'' tanya Bagas sok akrab.


''Baik Gas, kamu apa kabar?''


''Baik juga,'' jawab Bagas.


''Udah sana bawa motornya kak Dini, keburu sore..'' timpal Fryan memotong pembicaraan Dini dan Bagas.


''Iye sabar boss..'' gerutu Bagas.


Bagas dan temannya membawa motor Dini ke bengkel.


''Ya sudah aku ambil motornya besok aja, aku mau pesen taxi online,'' ujar Dini.


''Eittss no, no.. tidak bisa, aku yang antar pulang.'' cegah Fryan langsung merebut ponsel Dini.


''Eh ngomong-ngomong ini mau pulang kemana?'' tanya Fryan.


''Nggak usah Fryan, makasih sudah di bantu, bawa sini hpnya,'' tolak Dini seraya berusaha merebut kembali ponselnya.


''Tolong jangan di tolak ya Kak, please.. cukup cintaku yang Kakak tolak waktu itu, nanti jangan lagi ya haha..'' kata Fryan lalu terkekeh, padahal hatinya merasa pilu.


''Dibawa canda aja biar nggak dijauhin lagi'' batin Fryan.


''Tapi, jangan macem-macem ya..'' pinta Dini dengan mengancam.


''Iya-iya Kakak.. satu macam aja deh, kalau macam-macam boleh di jewer, di cubit, apalagi di cium.. hmmm boleh banget eh! ups!'' Fryan langsung berbalik arah dan menepuk-nepuk mulutnya sendiri karena ceroboh dalam berbicara.


''Becanda Kak, ayok aku antar, janji aman dan selamat sampai tujuan, ke rumah ayah kan?'' tanya Fryan.


''Awas ya kalau macem-macem?!'' ancam Dini lagi.


''Iya-iya janjii..'' jawab Fryan semangat.

__ADS_1


Dengan langkah yang masih terasa canggung di antara keduanya, Dini masuk ke dalam mobil setelah Fryan membukakan pintu untuknya.


__ADS_2