
''Malu tau..'' bisik Dini yang menutupi wajahnya dengan bucket bunga pemberian sang suami.
Namun, sesekali tetapi menatap ke arah depan dengan menampilkan senyum manisnya.
Fryan hanya menoleh sekilas dengan menunjukkan senyumnya dan kembali menghadap ke arah depan.
''Satu lagi persembahan dari saya yang biasa aja ini untuk menemani malam Minggu kalian. Lagu ini tentunya spesial untuk wanitaku yang sempurna.''
Gemuruh tepuk tangan dan seruan yang terbawa suasana romantis memenuhi KaDin dan tidak sabar lagu apa yang akan di persembahkan oleh suami untuk istrinya itu.
''I love you..'' bisik Fryan menatap lekat sang istri sebelum memulai nadanya.
Dini hanya bisa tersenyum bahagia dan terharu, namun tetap dengan menahan rasa malunya karena menjadi pusat perhatian para pengunjung.
...°°°°°°°°°°°°°°...
...(Andra & The BackBone \= Sempurna)...
Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah
Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu
Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu
Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
__ADS_1
Sempurna, sempurna
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
...°°°°°°°°°°°°°...
"Terimakasih teman-teman sudah mempercayakan malam akhir pekan kalian di KaDin. Semoga puas dengan apa yang kami sajikan, dan cukup sekian dari saya.." ucap Fryan.
"LAGIIIIIII..."
''LAGIIIIIII..."
Seru dari beberapa pengunjung.
"Cukup yang teman-teman haha.. yang punya hobi menyanyi, silahkan duduk disini dan tunjukkan bakatmu.." ujar Fryan berlagak seperti host pencarian bakat.
Beberapa pengunjung yang ketagihan dengan suara Fryan dan adegan romantisnya langsung berteriak lesu.
...
"Gimana sayang suara ku?" tanya Fryan penasaran dengan tanggapan sang istri.
Mereka saat ini sudah kembali ke rumah untuk istirahat.
"Bagus, makasih ya.." jawab Dini.
"Emm, ohya, kan kamu tadi bilangnya ada keperluan? kok tiba-tiba ada disana?" selidik Dini.
"Ehehehe sayang, maaf ya harus berbohong dulu, tapi, beneran ini niat banget loh sayang. Maaf ya nggak izin dulu.."
"Aku terkejut, untung nggak pingsan hehe.. aku suka, makasih ya sudah mencintai Kakak." ucap Dini setengah meledek sang suami.
''Kakak versi plus plus ya?'' goda Fryan.
__ADS_1
"Adek mesum!!'' pekik Dini lalu menepuk paha Fryan.
Dini menutupi bibirnya sendiri karena Fryan sudah semakin memajukan wajahnya.
''Mesumnya bikin Kakak ketagihan kan?'' goda Fryan lagi.
"AAAAAAA awas mau tidur.''
Dini langsung beranjak dari sofa dan setengah berlari dengan membawa bucket bunga dari sang suami menuju kamar.
Namun, larinya yang tidak seberapa mudah saja bagi Fryan untuk menangkap.
Fryan langsung terbahak-bahak saat berhasil mendekap sang istri dari belakang saat masih di tangga menuju kamar atas.
''Kakak sengaja nantangin adek ya?'' bisik Fryan tepat di telinga Dini lalu menggigit kecil di ujung daun telinga.
Kekuatan kaki Dini tiba-tiba terhenti saat bisikan dari sang suami membuatnya bergidik ngeri tetapi tak ingin untuk berontak.
''Akkhh''
''Owwhh sayang aku suka suaramu..''
Fryan menyusupkan bibirnya di tengkuk sang istri dan menc1umi secara perlahan dan beruntun.
''Kaprii geli haha''
Fryan langsung memutarkan tubuh Dini untuk menghadapnya. Tatapan mereka saling bertemu untuk menginginkan sesuatu.
''Let's go sayang.'' ucap Fryan lirih namun penuh arti.
Tangan Dini yang masih memegang bucket bunga menghalangi kegiatan Fryan.
Sehingga membuatnya tidak mau berlama-lama di tangga, Fryan langsung merengkuh pinggang Dini dan memapahnya untuk masuk ke dalam kamar.
''Bunga ini menghalangiku..'' gerutu Fryan yang langsung merebut bunga yang masing di pegang oleh Dini.
Fryan meletakkan bucket bunga tersebut di atas meja rias, lalu kembali menghampiri sang istri.
''Kan bunganya dari kamu..'' gerutu Dini.
''Iya sih hehe''
''Sekarang kita fokuskan produksi, soal bunga besok lagi..'' lirih Fryan.
Sekali angkatan, Fryan sudah membopong tubuh Dini dengan mudah dan membawa ke atas ranjang.
Ia selalu menatap beberapa saat sebelum memulai aktivitasnya. Memperhatikan setiap inchi garis di wajah bidadarinya yang berhasil membuatnya jatuh cinta tanpa berpaling.
Setelah puas memandangi, Fryan menurunkan kepalanya lalu memulai pemanasan.
Sesuatu yang sudah sesak membuat nafasnya berat, ia melepaskan dan melemparkannya ke sembarang arah pakaian yang melekat di tubuhnya.
Begitupun juga dengan pakaian yang dikenakan oleh sang istri, ia lucuti hingga tak tersisa.
Malam hari dengan guncangan dan derai keringat saling bertautan di kamar Fryan dan Dini.
Hingga tak terasa waktu terus berlalu dan pasangan suami istri semakin kehabisan bensin setelah mencapai puncak yang selalu di rindukan.
''Terimakasih sayang.'' ucap Fryan lalu meng3cup kening Dini dengan lembut.
__ADS_1