Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 29 : Nanti Cepat Keriput


__ADS_3

''Wah senangnya sama calon istri dilarang pergi, oke aku nurut.'' jawab Fryan santai, sedangkan Dini menggerutu kesal karena yang ia maksud jangan masuk ke ruangan lain.


Dini sudah sangat geram melihat kelakuan Fryan yang selalu saja menggodanya.


Kenapa adiknya itu sekarang semakin hari semakin berani, tapi, anehnya Dini juga benar-benar tidak bisa menghindarinya.


''Udah jangan mengumpat terus, nanti cepat keriput.'' sindir Fryan.


''Biarin!'' sahut Dini yang membuat Fryan terkekeh dan semakin gemas melihatnya.


Dini berjalan ke arah dapur mininya untuk membuatkan minuman kepada si kacang kapri terlebih dulu. Meskipun kesal, ia tetap wajib menyuguhkan sesuatu untuk tamu.


Tak lama kemudian, Dini kembali ke depan dengan membawa satu buah nampan di tangannya yang berisi minuman kesukaan Fryan dan satu toples kecil cemilan ringan.


''Silakan Kapri.. Kakak mau siap-siap dulu ya..'' ujar Dini dengan senyuman dibuat-buat.


Fryan nampak sumringah panggilan itu kembali ia dengar, meskipun terlihat ekspresi keterpaksaan di wajah sang gadis.


''Terimakasih Kakak Dini sayang, cantikku.. cintaku..'' jawab Fryan seraya mengembangkan senyum tampannya.


Dini hanya mendengus kesal, lagi-lagi Fryan tidak memiliki rasa malu untuk menggodanya.


"Ini nggak ada racunnya kan?" goda Fryan.

__ADS_1


Dini berbalik menatap Fryan.


"Itu isinya racun semua biar kamu kembali waras." jawab Dini membuat Fryan kembali terkekeh.


Dini langsung kembali ke kamarnya, karena waktunya masih lama, ia memutuskan untuk mandi nanti di rumah ayah Wildan, selain itu, ia tak mau lama-lama menerima tamu laki-laki, meskipun tanpa larangan selagi pada batas waktu yang wajar dan hal biasa yang sering terjadi di tetangganya. Bahkan hanya Dini yang terlihat tidak pernah menerima kunjungan dari orang luar yang masuk ke dalam.


Waktu itu hanya Ardi yang menjemputnya, itupun Dini tidak mengizinkannya masuk.


Dini hanya menyiapkan beberapa hal untuk di pakai nanti saat dinner, tidak perlu banyak-banyak, untuk ke rumah orangtuanya ia tak membawa baju ganti karena pakaiannya disana sudah banyak.


Setelah selesai menyiapkan keperluannya, Dini kembali ke depan untuk menemui si kacang kapri lagi.


''Ayok.'' ujar Dini sambil menenteng tas gendongnya .


Dini melirik sekilas gelas itu dan akhirnya memilih untuk ikut duduk sambil bermain ponsel.


''Disini kost-kostan bukan khusus cewek ya Kak?'' tanya Fryan sambil menatap ke arah luar.


''Campur-campur, lebih tepatnya ini tuh kontrakan.. ada yang sudah berumah tangga, ada yang masih bujang juga..'' jawab Dini sambil menatap layar ponselnya.


''Bujang? dia tempatnya dimana? ganteng nggak?'' cerca Fryan tiba-tiba merasa panas.


''Tuh di pojok, gantenglah kan laki-laki, kalau cantik ya perempuan.'' jawab Dini santai.

__ADS_1


''Dia godain Kak Dini apa nggak?'' cerca Fryan lagi karena perasaannya merasa sangat khawatir.


''Nggak, cuma kamu yang ngelunjak.'' sahut Dini menatap Fryan sekilas lalu kembali menatap layar hpnya.


Hahaha


Fryan tidak bisa menahan gelak tawanya, tapi, emang bener sih dia selalu tergoda dengan gadis sahabat kakaknya ini.


Padahal secara body, Dini tidaklah menonjol, ia biasa saja, tetapi Fryan selalu memiliki rasa dan pikiran yang berbeda.


Fryan menghabiskan minuman yang dibuatkan oleh Dini, dan meletakkan kembali gelas di atas meja.


''Udah?'' tanya Dini.


''Belum.'' jawab Fryan.


''Itu udah abis.'' tunjuk Dini pada gelas di meja.


''Udah tau pake tanya..'' sahut Fryan kemudian terkekeh, sedangkan Dini hanya mendengus kesal.


Dini langsung mengambil gelas tersebut dan membawanya ke belakang untuk langsung dibersihkan. Ia tak ingin meninggalkan tempat dalam keadaan meninggalkan barang kotor, cukup pakaiannya yang sudah ia gantung agar tidak terlalu menyimpan keringat karena Fryan datang lebih cepat.


Dini kembali ke depan dan meraih tas yang ia persiapkan untuk di gendong belakang, lalu mengambil kunci yang masih menyatu di pintu.

__ADS_1


"Aaaa hmmpp"


__ADS_2