Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 24 : Tidak Bisa Dibiarin!


__ADS_3

Fryan menatap layar ponselnya dengan tatapan amarah saat terdapat nomor baru mengirimkan beberapa foto yang di dalamnya ada gadis idamannya.


''Laki-laki ini lagi?!'' Fryan sangat geram, tangannya mengepal, rasanya ingin mematahkan tangan pria itu saat ini juga.


Fryan beranjak dari kursi kerjanya di dalam cafe, namun seketika langkahnya terhenti.


''Jangan gegabah Fryan, yang ada kak Dini bisa benci sama kamu.. dan dua hari lagi adalah hari kedatangan kak Nita, jangan bikin masalah.'' Fryan berusaha menetralkan pikirannya yang tersulut rasa emosi karena cemburu.


''Gue tandain lu ya..'' tunjuk Fryan sebal pada foto si pria.


''Bentar-bentar, ini nomor siapa dan tujuannya apa?'' gumam Fryan dan terus berkutat dengan pikirannya.


Fryan menatap nomor itu dengan seksama, lalu menerka-nerka siapa yang sedang bermasalah dengan dirinya. Namun tak kunjung menemukan sosoknya.


Disaat tengah memikirkan siapa pelakunya, ponsel yang ia pegang berdering.


''Halo'' ucap Fryan.


''Halo Fryan, apa kabar? masih ingat sama aku?'' suara wanita dengan manja di seberang sana.


''Siapa ini? nggak usah basa basi!'' Fryan sangat risih mendengar suara manja perempuan itu.


''Oh Fryanku sayang, masih ketus aja.. masih ngejar Dini?''


Fryan langsung membelalakkan kedua bola matanya, tiba-tiba ia mengingat seseorang dan sangat yakin jika si penelepon adalah pelaku yang mengirimkan foto Dini dan Ardi kepadanya.

__ADS_1


''Kamu!! bukan urusanmu Felly!'' sahut Fryan.


Felly adalah gadis blasteran yang merupakan teman sekolah Fryan. Felly sangat menggilai Fryan sejak dulu, tetapi hati Fryan sudah menetap milik Dini, meskipun belum terbalaskan sampai sekarang.


Dunia terasa sempit sekali jika seperti ini.


''Bukalah mata hatimu Fryan, buka lebar-lebar, dia tidak berniat membalas cintamu sedikitpun, sedangkan aku? aku sangat mencintaimu.'' ucap Felly dengan menekankan perkataannya.


''Jangan bicara cinta Felly, karena kamu tidak pernah tau arti cinta, kamu selalu merayu laki-laki hanya dengan des*hanmu itu!'' sergap Fryan.


''Hahaha.. kamu pintar sekali, apa kamu tidak ingin mendengarkannya sayang? dari dulu aku sangat penasaran dengan sentuhanmu..''


''Cih!'' Fryan malas merespon lagi, rasanya ingin muntah


Daaann.. aku jadi kepikiran setelah dinner romantis pasti mereka akan pergi ke sebuah hotel, menikmati dinginnya malam dan saling berc*mbu mesra, ohh Fryan.. malang sekali nasib kamu.''


''Cukup Felly!! CUKUP!!'' Teriak Fryan.


Fryan langsung mematikan sambungan telepon itu tanpa menunggu respon dari Felly selanjutnya, ia sudah sangat muak mendengar kalimat Felly yang membuat hatinya semakin panas.


ARRRRGGGHHHH


Fryan mengacak-acak rambutnya dengan kasar, bayangannya kini lari tentang ucapan Felly.


Antara yakin jika Dini tidak mungkin melakukan hal itu dan kemungkinan semua bisa terjadi.

__ADS_1


''Tidak bisa dibiarin! tidak bisa!!'' Fryan kembali mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan.


''Kak Dini hanya milik gue, bukan laki-laki itu!''


Fryan tengah berfikir bagaimana caranya menemui Dini esok hari, tidak mungkin ia akan menemuinya sekarang.


Ia melirik jam di dinding sudah pukul 10 malam lebih.


****


Dini sudah bersiap-siap untuk kembali ke kostnya, ia merapikan terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruang kerjanya, karena Dira sedang izin, ia merapikan sendiri.


''Mau pulang Din?''


''Eh Pak, bikin kaget aja..iya Pak mau pulang, masa mau piknik.'' jawab Dini.


''Bisa aja, yaudah bareng yuk kedepannya.'' ajak Ardi.


Dini mengangguk.


BUG


Ardi terhuyung saat tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak pada wajahnya.


Posisi yang tidak siap membuatnya hampir tersungkur ke samping.

__ADS_1


__ADS_2