Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 53 : Aset Kembar


__ADS_3

Mohon maaf nih, di part ini authornya deg-degan


...🤣🤭...


Yang belum cukup umur di mohon skip aja😁🙏


...<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>...


''Boleh dilanjut?''


''Hah? apanya?''


Seketika Dini seperti manusia yang linglung. Perasaannya kini bingung, takut, malu, dan hal lainnya bercampur jadi satu.


''Emm eeee ta-tapi..''


''Kita sama-sama belum punya pengalaman, kita sama-sama belajar sayang.'' kata Fryan lirih.


Raut wajahnya sangat berharap.


"Malu." kata Diri lirih lalu kembali menunduk.


Tanpa basa basi Fryan langsung mengangkat Dini. Pandangan mereka saling bertemu, Fryan tersenyum menatap wajah sang istri, sedangkan Dini masih tersenyum kaku karena malu harus ngapain.


"I love you." Fryan menc1um kening istrinya.


Fryan menurunkan tubuh Dini di atas ranjang tidur mereka dengan hati-hati.


Tak henti Fryan mengembangkan senyumnya seraya menatap wajah sang istri.


Kecupan kembali ia daratkan di kening sang istri, tanpa di sadari Dini ikut tersenyum.


Melihat istrinya tersenyum, semangat Fryan semakin membara.


''I love you.'' ucap Fryan disela-sela kegiatannya lalu kembali melanjutkan.


Deru nafas dan juga detak jantung mereka beraktivitas lebih kencang dari biasanya.


Fryan kembali melanjutkan aksinya dengan lembut.


''Ibuu toloong..'' batin Dini, jantungnya seperti sedang lomba berlari sangat cepat


''Sayang.. buka matanya.'' bisik Fryan di telinga Dini.


Perlahan Dini membuka matanya dan melihat jarak mereka yang sangat dekat, kemudian kedua bola matanya mengarah ke dua asetnya yang sudah terpampang nyata.


''Fryan.'' Dini benar-benar malu menatap tubuhnya sendiri dan spontan akan kembali menutupnya, tetapi dengan cekatan Fryan mencekal tangan sang istri dan kembali merebahkan di samping kepala.


''Tidak perlu malu sayang, lihatlah kamu menantangku.'' bisik Fryan lalu menunjukkan aset kembar milik istrinya.


Rasanya Dini ingin lari sekencang-kencangnya dan sembunyi karena saking malunya, mungkin sekarang wajahnya sudah seperti udang rebus.

__ADS_1


Fryan terkekeh lirih melihat wajah merah sang istri, padahal jantungnya sendiri juga deg-degan parah.


Fryan langsung kembali menc1um sang istri dengan lembut.


Dini menggigit bibir bawahnya untuk menahan sebuah suara, rasanya sangat geli.


Fryan menatap bangga tanda kepemilikan yang ia buat.


''Keluarkan suaramu sayang, jangan ditahan.'' bisik Fryan lalu menc1umi wajah sang istri.


Fryan kembali melanjutkan aksinya, dan berpindah ke satunya, ia tak menyia-nyiakan momen emas ini.


''Aaa Fryan.'' Dini benar-benar sudah tidak bisa menahan suaranya.


''Lagi sayang.'' bisik Fryan di sela-sela kegiatannya.


Fryan melepaskan pugutannya untuk melepas kaos yang menempel ditubuhnya karena merasa sudah sangat berkeringat, hanya menyisakan celana pendek, rasanya pun dibawah sana juga sudah sangat sesak.


Fryan seperti anak bayi yang sedang manja kepada ibunya, ia sangat rakus.


''Akkhhh''


Fryan lalu kembali membantu sang istri yang terlihat akan beranjak.


Fryan membantu Dini memasangkan handuknya kembali, namun kembali ia bawa ke dalam pelukannya untuk ikut bersandar.


''Terimakasih sayang, i love you.'' ucap Fryan.


''Suka kan sayang?'' bisik Fryan.


Pertanyaan yang berhasil membuat Dini kembali merona.


''Udah jangan gengsi.'' goda Fryan.


''Dasar mesum.'' Dini menepuk paha suaminya.


Dengan cekatan Fryan menahan tangan Dini.


''Sebenarnya ini juga udah nggak tahan, tapi, nggak papa deh nunggu kamu siap.'' bisik Fryan menunjukkan Dini pada asetnya.


''KAPRIII MESUUMM!!'' seru Dini langsung menarik paksa tangannya.


Fryan terkekeh melihat keterkejutan Dini.


Hahahaha


Fryan tertawa puas.


Dini turun dari ranjang dengan kaki sedikit pincang dan mengambil baju yang masih di sofa.


''Sini aku bantu.'' tawar Fryan.

__ADS_1


''Nggak mau!'' tolak Dini lalu berjalan ke kamar mandi lagi.


''Jangan marah dong sayang.. maaf ya.'' ucap Fryan memohon.


''Bodo!'' Dini menutup pintu kamar mandi dengan keras.


Fryan masih menunggu sang istri selesai dari kamar mandi.


''Aaaaaaaaaaaaaaaa!''


Fryan tersentak saat mendengar teriakan dari dalam.


''Sayang kamu kenapa? sayang?''


tok tok tok


Dini langsung terdiam dan masih belum membuka pintu meskipun Fryan sudah mengetuk berkali-kali.


''Sayaang..'' panggil Fryan lagi.


Dini membuka pintu dengan wajah cemberut.


''Kamu kenapa sayang? kepeleset lagi?'' tanya Fryan khawatir.


''Apa ini?!'' tunjuk Dini pada lehernya sendiri yang penuh tanda merah, bahkan sampai ke d4danya, ia baru melihat secara jelas saat berdiri di depan cermin sebelum mengenakan baju.


''Ohhh, jadi karena itu? itu tanda kepemilikan aku sayang, mau lagi?'' tanya Fryan santai.


''NGGAK! NGESELIN!'' seru Dini lalu meninggalkan Fryan yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


Fryan menghampiri sang istri yang masih menyisir rambutnya di depan cermin.


''Iya bagus ya tatto yang aku buat?'' ucap Fryan santai sambil menatap cermin di depannya.


''Nanti ini kalau nggak ilang gimana?'' cerca Dini.


''Nanti ilang sendiri sayang..'' jawab Fryan.


''Kapan? malu tau.''


''Kenapa malu? kan hasil kreasi suaminya sendiri.'' jawab Fryan santai.


''Isshhh kamu tuh nggak paham!'' sungut Dini kesal.


''Iya-iya maaf, besok kalau kita jalan pake syal ya..''


Dini mendengus kesal.


''Yaudah aku mau mandi dulu, mau ikut?'' goda Fryan lagi.


''NGGAK!!''

__ADS_1


(Part ini revisi banyaaaak karena ditolak mulu😢)


__ADS_2