Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 103 : Dia Hobinya Mompa


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Pergerakan janin dalam kandungan Dini sudah semakin aktif, membuat sang ibu merasa serba salah saat bergerak, namun juga sangat menikmatinya. Terutama bagi Dini yang masih pertama kali merasakan.


Satu bulan yang lalu, mama Tia melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Azka, nama yang tidak jauh berbeda dari nama kakaknya, yaitu Adzkia. Nama tersebut juga diberikan oleh Kia karena sangat menantikan kelahiran sang adik.


Pada momen kelahiran baby Azka, Nita dan keluarga juga hadir beberapa hari, hanya saja tidak bisa lama karena kegiatan Aldo yang semakin padat.


Selain itu juga, Aldo kembali melanjutkan pendidikannya untuk mengambil spesialis.


''Kapri lihat deh, gerak-geraknya aktif banget..'' ujar Dini memberitahukan kepada sang suami yang masih sibuk dengan laptop di pangkuannya.


''Utututuu anak papa aktif banget ciihh.. ikutin siapa coba? papa kamu tuh kalem banget, pendiem dan rajin menabung..'' ujar Fryan memuji dirinya sendiri.


Mendengar sang suami dengan percaya diri memuji diri sendiri, Dini langsung terkekeh.


''Coba nanti tanya mamamu ya nak..'' imbuhnya lagi.


''Yang mama tau kalau papa itu suka modus nak.. jangan diikuti ya..'' timpal Dini.


Keduanya langsung tertawa.


Fryan menutup laptopnya dan memilih fokus ke perut sang istri yang menggemaskan itu.


''Kok bisa buncit ya Yang perut kamu?' Fryan mengelus-elus perut bulat Dini sambil memberikan c1uman gemas.

__ADS_1


''Iya gara-gara makhluk yang bernama Pryan tuh, dia tersangka utamanya..'' ledek Dini.


''Hahaha.. memangnya dia melakukan apa?'' tanya Fryan di sela-sela tawanya.


''Dia hobinya mompa, dan kalau mompa terlalu semangat jadinya membulat..'' kata Dini cepat membuat Fryan langsung tertawa.


Buahahaha


Fryan melepaskan tawanya saat mendengar ungkapan sang istri.


''Kalau sekarang mau di pompa lagi nggak Yang?'' goda Fryan.


''Nggak mau!! udah tadi malem! capek!'' sungut Dini.


''Hahaha.. nggak kok becanda, tapi, kalau di iyain juga hayuk atuh..'' goda Fryan lagi.


Fryan masih terkekeh.


''Sayang, kita kok santai banget ya belum cari nama buat anak kita.'' ujar Fryan.


''Iya sih, aku terserah kamu aja deh, anak kita kalau di USG malu-malu jadi belum kelihatan cowo apa cewe.. siapin aja pilihan nama buat dua-duanya, yang bagus dan ada maknanya.'' balas Dini.


''Ok siap Mama..'' ucap Fryan langsung memberikan c1uman berkali-kali di wajah Dini, sampai Dini dibuat engap karena ulah Fryan.


''Engap Kaprii!'' Dini mengatur nafasnya setelah berhasil melepaskan diri dari serangan Fryan.

__ADS_1


--


Usia kehamilan Dini sudah memasuki bulan ke enam. Itu artinya ia harus sudah membuat rencana untuk acara tujuh bulanan.


Tidak bisa jika seorang diri, apalagi untuk keduanya yang belum memiliki pengalaman, akhirnya Dini dan Fryan juga melakukan musyawarah dengan orangtua mereka.


''Bagaimana kalau acaranya disini aja?'' usul ibu Hasni dengan manatap Fryan dan Dini secara bergantian.


Fryan dan Dini melakukan kunjungan ke rumah ayah Wahyu dan ibu Hasni guna membahas acara tujuh bulanan Dini.


''Maaf ya Nak Pryan sebelumnya, jangan tersinggung dulu ibu bicara seperti ini, ibu tidak ada maksud lain selain peduli. Kenapa ibu kepengen acaranya disini aja, yang pertama tempat kalian itu selalu bising suara kendaraan, kedua untuk ruangan kurang lebar Nak.. dan yang paling utama adalah ibu pengen rumah ini rame lagi, banyak orang, ibu kangen banget..'' ujar ibu menatap sendu penuh harap keinginannya dikabulkan.


Dibenak Fryan dan Dini pun tidak ada sedikitpun untuk tersinggung kepada ibu. Namun, hal yang sangat wajar jika ibu berperasaan terlebih dahulu.


Dini menatap Fryan memberikan kode.


''Kita setuju kok Bu kalau acaranya disini..'' ujar Fryan membuat ibu langsung tersenyum lebar.


''Benar Nak?'' tanya ibu memastikan.


Fryan mengangguk, diikuti juga oleh Dini.


''Alhamdulillah.. ibu seneng banget dengernya.''


Dini juga senang melihat ibu tersenyum lega karena harapannya terkabulkan.

__ADS_1


Setelah pembahasan selesai, Dini dan Fryan memilih untuk pamit karena mengingat Linda sendirian dirumah.


__ADS_2