
''Ibu tadi bikin kue loh kesukaan nak Pryan sama kakakmu Nita.'' ujar ibu meletakkan wadah kue di hadapan mereka.
''Wahh makasih bu.'' ucap Fryan berbinar.
''Jadi kesukaan nak Pryan aja nih..'' sindir Dini.
''Kamu protes apa ngejek ibumu Din?'' tanya ayah Wahyu karena mendengar putrinya ikut menyebut nama Pryan, bukan Fryan.
''Dua-duanya Yah, hehe.'' jawab Dini.
Ayah menggelengkan kepalanya.
''Kakak eh istrimu ini dari dulu suka sekali ngeledek Ibu.'' adu ibu pada anak menantunya.
''Lagian kalian sukanya juga sama.'' ujar ibu pada putrinya.
Dini tertawa gemas kepada ibunya yang berhasil ia ledek.
Melihat hal tersebut, tiba-tiba Fryan kedatangan ide untuk mengerjai sang istri.
''Bagusnya di hukum aja ya Bu kalau masih suka ngeledek.'' ujar Fryan.
Dini langsung memicingkan matanya kepada Fryan, begitu juga dengan ayah dan ibu langsung menatap anak menantunya.
''Iya hukum aja, tapi jangan berat-berat, ini anak ibuk loh..'' celetuk ibu.
''Oke Bu, serahkan padaku..'' jawab Fryan dengan senyum tertahan.
Ayah kembali menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri, anak, dan menantunya.
Ayah tau jika mereka tengah becanda, tetapi beda dengan yang ada di kepala Fryan.
''Ohya, kalian jadi bulan madu ke Lampung?'' tanya ibu membuyarkan bayangan Fryan.
''Bulan madu??'' tanya Dini spontan.
''Iya jadi, lusa berangkatnya Bu..'' timpal Fryan.
''Ohh, syukurlah.. semoga pulang nanti membawa hasil calon cucu.'' ujar ayah tanpa dosa, diikuti oleh anggukan setuju ibu yang memasang wajah sumringah.
Uhuk uhuk
''Eh sayang pelan-pelan, minum dulu.'' Fryan mengambilkan minum untuk sang istri yang tiba-tiba batuk.
Dini mengelus dadanya yang sudah merasa lebih lega. Ucapan ayah Wahyu membuat Dini yang sedang mencicipi kue langsung nyangkut di tenggorokannya.
''Sabar dong Yah, Bu.. do'ain aja biar kita sehat terus.'' ujar Dini setelah tenggorokannya lega.
''Itu pasti dong, tapi, soal cucu juga pasti di do'akan biar segera..''
''Yang penting kalian jangan nunda ya.. soal hasil ya pasti kita serahkan sama sang pencipta.'' imbuh ayah.
Dini dan Fryan langsung saling menatap.
''Jebol gawang aja belum.'' gumam Fryan dalam hati lalu melirik ke arah Dini.
''Kita nggak nunda kok Yah, istriku malah nggak sabar banget biar cepet kayak kak Nita.'' ujar Fryan lalu menggenggam kencang tangan Dini yang tengah memelototinya.
''Oh ya syukurlah, Ayah sama Ibu suka sedih kalau kangen cucu, jauh semua.. pak besan pasti juga merasakan yang sama.'' terang ibu.
Dini dan Fryan kompak hanya tersenyum memperlihatkan giginya.
Selain membuat kue, ibu juga memasak beberapa menu masakan.
Mereka segera menuju ke meja makan, karena Fryan dan Dini akan kembali ke rumah sebelum maghrib.
''Ibu masaknya banyak banget.'' celetuk Fryan.
''Iya, kalian harus menghabiskan.'' jawab ibu santai.
''Ya Allah Bu.. banyak banget ini.'' protes Dini.
__ADS_1
''Haha iya ibu becanda, makan sekenyangnya, nanti bawa lauknya ya biar besok tinggal manasi.'' ujar ibu.
''Dengan senang hati.'' sahut Fryan lalu menikmati makanan yang diambilkan oleh Dini.
..
Waktu sudah menunjukkan jam lima lebih, Fryan dan Dini pamit dari kediaman ayah Wahyu.
Kebiasaan seorang anak jika berkunjung ke rumah orangtuanya, datang sudah membawa oleh-oleh, pulangnya dibawakan oleh-oleh yang lebih banyak.
Beruntung saja hari ini Fryan membawa motor, jadi oleh-olehnya cukup yang masuk box motornya yang berukuran sedang.
Karena ayah Wahyu memiliki lahan yang kosong dan mengisinya dengan menanam beberapa jenis buah-buahan dan juga sayuran.
''Bu, lain kali nggak usah repot-repot ya, ibu kan juga capek, apalagi kalau pas pesenannya banyak.'' ujar Fryan pelan takut mertuanya tersinggung.
''Aduh itu mah nggak repot, biasa aja.'' bantah ibu kekeh.
''Ya sudah, yang penting Ibu sama Ayah tetap jaga kesehatan ya.'' lanjut Fryan.
''Iya.. kalian hati-hati, di tunggu kabar baiknya.'' goda ibu lagi setengah berbisik.
Dini menoel pinggang ibunya yang sedang melakukan kode dengan suaminya.
''Siap Bu..'' kata Fryan lalu mengusap rambut sang istri yang sudah meliriknya.
..
Dini kembali merasakan lapar pada malam hari saat masih nonton tv, sedangkan Fryan masih di ruang samping karena masih ada yang harus ia kerjakan.
''Fryan.'' panggil Dini melongok di sisi pintu.
''Hmm, iya sayang.'' jawab Fryan langsung memutarkan arah kursinya.
''Sini.. ngapain di pintu?'' ujar Fryan
Dini mendekati Fryan yang sudah berdiri dari kursinya.
Dini menggelengkan kepala membuat Fryan mengernyitkan keningnya.
''Aku laper, kamu laper nggak?'' tanya Dini pelan, membuat Fryan langsung terkekeh gemas.
Fryan yang masih terkekeh langsung mendudukkan sang istri di pangkuannya.
''Lumayan sih, ya sudah ayok ke bawah.'' ujar Fryan.
Dini yang akan beranjak berdiri langsung di tahan oleh suaminya.
''Katanya ayok..'' protes Dini.
Bukannya merespon protesan dari Dini, Fryan justru mengedipkan matanya seraya tersenyum nakal ke arah aset kembar sang istri.
Dini yang menyadari hal tersebut langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi.
''KAPRIIIIIIIII''
Hahaha
Fryan langsung mengangkat tubuh sang istri untuk turun ke bawah.
''Turunin.'' pinta Dini.
''Nggak mau tuh.'' tolak Fryan.
Dini mendengus kesal, namun ia sesekali mendongak melihat suaminya yang tengah fokus menuruni anak tangga dengan hati-hati.
Setelah sampai di bawah, Fryan menurunkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati.
Dini yang sudah memijakkan kakinya di lantai langsung memanasi lauk yang di bawakan dari rumah ibunya. Sedangkan Fryan mengambil nasi dari magic com.
Fryan yang sudah selesai mengambil nasi, langsung mendekati Dini dari belakang dan memeluknya dengan erat. Menghirup aroma di leher istrinya.
__ADS_1
Dini yang masih terkejut merasakan tubuhnya merinding dan geli.
''Fryan.. nanti gosong.'' ujar Dini.
''Udah selesai sayang, matiin aja itu.'' Fryan langsung mematikan kompor tanpa persetujuan dari Dini.
Sesudah mematikan kompor, Fryan memutarkan tubuh Dini untuk menghadapnya.
Senyuman terpancar di wajah Fryan, tatapan liarnya kembali mencuat, sedangkan Dini terlihat tegang, namun tetap berusaha menahan diri untuk tidak banyak melakukan protes.
Fryan yang sudah bernafsu langsung melahap bibir istrinya dengan lembut, membimbing gerakan agar Dini mengimbanginya, hingga lupa akan rasa lapar sang istri.
Klotek
Spontan Fryan melepaskan c1um4nnya saat mendengar sesuatu jauh, begitupun dengan Dini yang terkaget sendiri karena tidak sengaja tangannya menyentuh sutil hingga terjatuh ke lantai.
Beruntung bukan lauknya yang tumpah.
Mereka kompak bernafas lega lalu terkekeh sendiri.
''Huhh untung bukan isinya yang jatuh.'' ujar Dini lega.
''Jadi, mau di lanjutin lagi atau-''
''Mau makan, laper.'' timpal Dini langsung mengambil sutil di lantai dan membawanya untuk langsung di cuci.
..
Fryan kembali masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Melihat istrinya yang meringkuk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Fryan melangkah dengan mengendap agar tidak ketahuan oleh Dini yang sedang fokus.
Fryan menahan senyumnya melihat sang istri yang ternyata sedang menonton drama dari negeri ginseng.
Ia ikut berjongkok di belakang punggung Dini dan menonton film tersebut.
''OWWHH SWEET..'' celetuk Dini saat adegan hot kissing keluar, ia menonton sambil menggigit jarinya.
Sementara Fryan terus berusaha menahan gelak tawanya.
Masih belum menyadari ada seseorang yang ikut nimbrung di belakang.
''Yaahh selesai, nggak sabar nunggu episode selanjutnya.'' ujar Dini lalu mematikan layar ponselnya dan berbalik.
''AAAAAAAAAA''
''Kamu ngapain sih? bikin jantungan aja.'' seru Dini memegangi dadanya.
''Kamu tuh yang terlalu serius nonton film.'' jawab Fryan santai.
''Kapan episode selanjutnya?'' tanya Fryan.
''Nggak tau.'' jawab Dini.
''Kita aja yang lanjutin episodenya, lebih real dan berasa.'' bisik Fryan membuat Dini langsung merasakan merinding di sekujur tubuhnya.
''Ttt-tapi..'' Dini ragu akan ucapannya.
''Mewakili hukuman dari ibu, ingat kan?'' bisik Fryan langsung membawa Dini ke atas ranjang dan mengungkungnya.
Fryan melakukan pergerakannya dengan lembut, membuat tanda kepemilikan tanpa ampun, dan bermain seperti bayi yang menjadi favoritnya.
Namun, masih tetap belum berani melakukan hal yang masih ditakutkan oleh sang istri.
Fryan ingin melihat perkembangannya terlebih dahulu saat nanti mengajak Dini berbulan madu.
(🧕: Sabar ya Pryan😢)
(🧑🔧: Iye Thor😢)
__ADS_1