Menikah Dengan Adik Sahabatku

Menikah Dengan Adik Sahabatku
MDAS 99 : Nanti Malam Lagi


__ADS_3

Setelah ashar waktu yang biasa Fryan tentukan untuk kembali ke rumah.


Ia segera mengenakan jaket dan menenteng tas yang berisikan keperluan pekerjaan.


''Fryan!"


"Fryan tunggu!"


Suara yang sepertinya tidak asing di telinga Fryan, ia mengenali suara yang kini tengah memanggilnya.


Fryan yang sedang melangkah menuju motornya langsung berhenti dan mencari sumber suara.


Dan seperti yang sudah dibayangkan siapa sosok itu, Fryan tidak menyangka bagaimana bisa harus berjumpa lagi dengan perempuan itu.


"Ada apa?" tanya Fryan dengan ekspresi dingin.


"Fryan, apa kamu nggak kangen sama aku?" tanyanya dengan suara manja, hampir saja memeluk Fryan, untung saja ia sigap mundur.


"Tidak!"


"Fryan, kamu tega banget ketus sama aku? apa salahku Fryan?"


Beberapa orang disana menyaksikan adegan itu, tentu saja Fryan sangat risih.


"FELLY! aku sudah menikah, jangan pernah ganggu kehidupanku!"


Fryan langsung pergi dari hadapan gadis seksi itu, namun, Felly tak kehabisan ide, dengan langkah cepat, gadis itu mengikuti Fryan dan tiba-tiba merengkuh dari belakang dan bergelayut manja di punggung Fryan.


Fryan yang terkejut dengan sikap Felly langsung menghempaskan tubuh Felly, membuat gadis itu hampir saja terjatuh.


"Fryan.. aku mencintaimu!" serunya sambil menangis tersedu-sedu.


Cih!


Fryan tidak mempedulikan airmata Felly.


"Fryan, kamu tidak cocok sama perempuan itu, hanya aku yang...!"


"Stop Felly! pergi dari sini! silahkan cari tempat lain, jangan pernah macam-macam sama orang yang ku cintai!" ancam Fryan.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu Fryan! kamu tidak akan bahagia sama dia!" seru Felly.

__ADS_1


Fryan benar-benar terpancing emosi, ia langsung pergi dan membiarkan Felly berteriak.


"Sialan mobil gue pake rusak!" gerutu Felly.


Pertemuan kembali yang tidak terduga, sudah lama sejak kejadian itu, ia mendapatkan ancaman serius dari Aldo dan anggotanya.


Akhirnya Felly kembali ke luar negeri.


"Jadi Fryan kerja disini?" tanya Felly pada karyawan-karyawan disana.


"Pemiliknya Mbak." jawab mereka.


"Oohhh.." senyum menyeringai disudut bibir Felly, ia seperti mendapat pencerahan untuk bisa bertemu dengan Fryan.


Pikiran dan perasaan Fryan menjadi tidak enak, semua gara-gara kehadiran Felly yang tidak pernah ia duga.


Yang tadinya sudah berencana akan mampir membeli cemilan untuk sang istri, mendadak hilang, Fryan sedang tidak fokus.


"Ini bahaya, aku khawatir Felly akan macam-macam sama istriku." batin Fryan yang masih diperjalanan


Tidak lama kemudian, Fryan tiba dirumah, ia melihat sang istri tengah duduk di bangku teras.


Melihat sang suami sudah tiba, Dini langsung berdiri dan menghampiri Fryan.


Dini langsung mengernyitkan keningnya.


"Kenapa sih kok wajah kamu kayak panik gitu? ada apa?" selidik Dini.


"Nggak ada apa-apa sayang, aku takut kamu bandel.." ujar Fryan berbohong.


"Ishh gitu terus.." gerutu Dini.


"Yasudah ayok masuk, bau keringat nih mau mandi biar wangi.." ujar Fryan sambil mencium rambut sang istri dan berusaha mengeluarkan senyumnya, melupakan kejadian tadi.


Sementara Fryan masih membersihkan badannya, setelah membuatkan minum untuk sang suami, Dini duduk di balkon kamar sembari menikmati senja.


Cuacanya cukup bagus, sesekali Dini mengambil gambar dirinya sendiri dengan berlatarbelakang matahari terbenam.


Dari dalam, Fryan yang sudah mengenakan pakaiannya menatap sang istri yang tengah asyik berfoto, senyum mengembang diwajahnya melihat Dini tersenyum.


Sangat cantik, semakin cantik, dan semakin cinta, itu yang Fryan rasakan setiap harinya.

__ADS_1


Namun, rasa cintanya berdampingan dengan rasa khawatir yang teramat besar.


''Bumil foto-foto sendiri, pakmilnya nggak diajak nih??'' protes Fryan.


Fryan keluar dari kamarnya membawa gelas berisikan minuman hangat buatan sang istri tercinta.


''Pakmil mau ikut foto juga? boleh.. tapi, nggak gratis..''


''Iya siap, bumil mau minta apa aja pakmil turutin..''


Fryan mengangkat tubuh sang istri dan memangkunya.


''Beneraaann?'' tantang Dini.


''Iya beneran, pakmil pasrah dan siap menyerahkan seluruh tubuh ini, mau disentuh dari sudut mana, pakmil siap, pakmil sudah tidak suci lagi haha..'' Fryan langsung merasa geli dengan perkataannya sendiri.


''Issshhhhh Kapri!!''


''Awwhh sayang sakit tau..''


''Nak, kamu nanti jangan suka nyubit kayak emakmu ya..'' adu Fryan.


''Dih, ngadu.. anakku tau kalau papanya jail, jadi dimaklumi.'' ujar Dini.


''Anakku anakku, anak kita tauk Yaaang..'' protes Fryan.


''Iya-iya, anak kita.''


Dini yang duduk dipangkuan sang suami ingin turun dan duduk sendiri, namun Fryan menahan pergerakan sang istri.


Dengan sigap ia *3***** bibir yang membuatnya candu itu, tentu sudah tidak ada penolakan lagi.


Pemandangan senja yang sempurna, sinar-sinar matahari yang kian redup masih bisa terasa menemani perpaduan kasih sepasang suami istri.


Fryan terus memperdalam c1um4nnya dan bermain-main didalam.


Tangannya pun juga tak tinggal diam, aset kembar sang istri menjadi sasaran utama pergerakan tangannya.


Akkhh Fryan!!


Sayang..

__ADS_1


Sinar matahari semakin redup, menyadarkan sepasang suami istri ini untuk menghentikan aktivitasnya.


''Nanti malam lagi.'' bisik Fryan menggoda istrinya.


__ADS_2