
Intro:
Aku sebenarnya tidak tau harus mulai dari mana.
Baik lah perkenalkan nama ku adalah Yuni kim.
Sekarang usia ku 19 tahun. Aku adalah pelajar SMA,.
Aku tinggal bersama ayahku bernama Hyeji Kim.
Ayahku adalah seorang chef paling hebat. Ayahku punya sebuah restoran mie ter enak di Seoul. Restorant peninggalan kakek ku yang sudah turun temurun.
Sedangkan ibu ku, Ibu ku meninggal saat aku dilahirkan. Jadi sejak kecil aku tidak mengenal kasih sayang seorang ibu. Ayah ku selalu memanjakan ku karna aku anak satu-satu nya.
Ayah seperti seorang malaikat bagiku, aku cinta ayah.
****
“Yuni,,, ayo bangun”
“Iya ayah,,,,,”
Ayah adalah alarm yang selalu membangun kan ku setiap pagi.
Kemudian aku pun segera bersiap mandi.
“Duduk lah sayang”
Ucap ayahku sambil membawa beberapa makanan diletak kan diatas meja
“Ayah ayo sarapan bersama”
“Malam ini kau jangan lupa ya, kalau paman Jeon Hyun akan mengundang kita makan malam dirumah nya”
Ucap ayah sambil menatap ku,
“Seperti nya aku tidak ikut ayah”
Ujarku, karna aku malas bertemu seseorang.
“Kau harus tetap ikut putri ku,”
Ucap ayahku yang mengeyel.
“Haaah baik lah”
Sebenarnya aku terpaksa.
Selesai sarapan aku pun pergi untuk sekolah.
Aku adalah gadis tomboy disekolah. Aku tidak suka laki-laki playboy meskipun banyak yang menyukai ku.
Terutama dia. Dia adalah pria menyebalkan, aku melihat nya berjalan mendekati ku.
Kami berpapasan, tanpa senyum dan hanya saling lirik. Dia adalah pria yang paling ku benci nama nya adalah Jeon Jungkook.
“Apa kau lihat-lihat”
“Siapa juga yang melihat mu”
“Jangan-jangan mulai sekarang Yuni cewek judes ini mulai suka dengan ku”
“Tutup mulut mu heeeey cecunguk, apa kau mau bertengkar dengan ku sekarang,,, haaah?”
“Haaaah aku tidak mau bertengkar dengan seorang perempuan,”
“Walau aku perempuan aku juga bisa melawan mu kau tau?”
Jungkook melihat kearah ku, mendekati ku, sampai tubuh ku mengenai tembok.
“Kau sebenarnya cantik, tapi aku tidak akan menyukai mu, jadi berhenti untuk cari perhatian”
Ucap jungkook yang penempelkan dahi nya di dahi ku.
“Haaaaah dasar playboy”
Aku pun mendorong nya seketika.
Jungkook menatap ku sejenak.
Semua siswi di sekolah tampak menatap ku dan Jungkook.
“Jungkook oppa...”
Panggil siswi-siswi di sekolah ku, jungkook adalah seorang idola yang disukai banyak siswi disekolah.
“Haaaah menyebalkan sekali,,, aku sampai buang-buang waktu, aku mau pergi”
Ucap ku meninggalkan play boy itu.
“Yuni....”
Sapa teman ku Jingu dan Sora.
__ADS_1
“Apa pagi ini kau bertengkar lagi dengan jungkook?
Tanya teman ku Jingu.
“Haaaah iya dia selalu cari gara-gara dengan ku”
Ucap ku yang kesal.
“Apa kau sama sekali tidak bisa berbaikan dengan Jungkook? Kalian ini sudah bertengkar dari dulu apa tidak cape?”
Tanya teman ku Sora.
“Berbaikan? Tidak ada sejarahnya aku berbaikan dengan pria menyebalkan itu”
Sahut ku yang masih kesal.
“Kalian berdua itu aneh, bertengkar hanya karna hal sepele”
Ucap Jingu sambil menggelengkan kepala nya.
“Dia selalu cari gara-gara”
Ujar ku yang kesal.
“Hati-hati Yuni, jangan terlalu membenci seseorang nanti kau bisa benar-benar mencintai orang itu, itulah yang dinama kan Karma”
Ucap Sora Sambil tersenyum,
“Kau ini teman macam apa? Kenapa malah mendoa kan aku suka dengan pria aneh itu... huuuuft”
Aku pun meninggalkan teman ku yang menyebalkan itu...
“Yuni tunggu...”
Mereka mengikuti ku, sebenarnya walau kami sering bertengkar. Mereka berdua adalah teman terbaik ku.
Aku menjalani peran ku sebagai siswi teladan di sekolah, apa kalian tau pria yang ada di depan bangku ku adalah pria menyebalkan itu. Dia kadang sering menghalangi pandangan ku, dengan tubuh nya yang besar kekar itu.
Sesekali aku pun kadang sering melempar pena ke kepala nya.
“Hei... apa kau sudah gila?”
“Gila apanya? Kalau aku gila mana mungkin aku bisa sekolah. Minggirkan kepala mu aku tidak bisa melihat ke papan tulis”
Ucap ku yang berbisik sambil berwajah sinis.
“Itu karna kau saja yang berbadan mungil”
“Haaah dasar kau ini”
Seketika aku bangun dari tempat duduk.
“Yuni... apa yang kau lakukan? Ini jam belajar kau masih saja bertengkar. Silahkan bersihkan toilet umum sekarang.
Ucap bu guru yang marah.
“Bu... cecunguk itu tidak dihukum juga?”
Ucap ku merayu bu guru.
“Baik lah, kau juga Jeon Jongkook. Kalian berdua silahkan bersihkan toilet umum sampai jam istirahat”
Ucap bu guru memberi perintah.
Dan aku pun tersenyum. Tapi wajah Jungkook tampak bingung.
“Kenapa aku ikut dihukum bu? Aku kan tidak beringsik?”
Ucap nya yang bingung.
“Tapi kau yang memicu pertengkaran, sudah kalian berdua cepat pergi bersihkan toilet, kalian berdua selalu buat masalah”
Ucap bu guru yang mendorong aku san pria menyebalkan ini.
“Kenapa hidup ku selalu sial kalau didekat mu? Kau ini benar-benar”
“Benar-benar apa? Kau mau berkelahi dengan ku? Kau mau memukul ku?”
Ucap ku yang kesal.
“Dengar ya aku tidak akan memukul wanita, itu adalah suatu hal yang tidak mungkin. Jadi aku mohon berhenti buat gara-gara dengan ku”
Ucap Jungkook sambil menatap ku.
“Heeei jangan menatap ku begitu, nanti kau bisa suka dengan ku, huuuuft... terlalu banyak pria yang menyukai ku. Itu membuat ku repot.”
Ucap ku seketika.
“Dengar ya.... aku tidak akan menyukai mu kecuali sudah tidak ada pilihan lain wanita didunia ini”
Ucap nya sambil memegang alat pel meninggalkan ku.
“Haaaah baik lah aku juga tidak mau kalau kau menyukai ku... apa kau dengar?”
__ADS_1
Dia tidak mendengarkan ku sama sekali terus berjalan tanpa menoleh.
Ya benar kami memang selalu bertengkar. Setiap bertemu, setia hari, tidak ada kata damai dalam sejarah ku. Dia adalah musuh bebuyutan ku.
Jeon Jungkook.
****
Malam hari nya ayah tampak sudah bersiap dengan pakaian nya yang rapi.
“Apa kau sudah siap sayang?”
“Iya ayah aku sudah siap”
Ucap ku yang keluar dari kamarku.
“Apa-apaan ini kenapa kau pakai baju seperti itu, cepat ganti kita akan pergi kerumah paman Jeon Hyun sebagai tamu kehormatan mereka. Pakailah pakaian yang sedikit freminim anak ku, dan sedikit berdandan.”
Ucap ayahku yang mendorong ku masuk ke kamar lagi.
Benar-benar menyebalkan tapi aku tidak bisa menolak keinginan ayahku tercinta.
Setelah ganti baju aku dan ayah pergi kerumah paman Jeon hyun. Seorang konglomerat di seoul. Rumah paman Jeon sangat besar dan mewah.
Paman Jeon adalah teman masa kecil ayah ku. Beliau adalah orang yang sangat baik, dermawan dan sangat menyayangi ku. Begitu pula nyonya Jeon, sejak aku kecil dia sudah seperti ibu ku sendiri. Kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah aku rasakan, dia memberi kan itu padaku.
Tapi,,,, putra sulung mereka lah yang paling tidak aku sukai, dia adalah Jeon Jungkook.
***
“Selamat malam,,, silahkan aku antar ke dalam”
Sapa pelayan rumah paman Jeon.
Aku dan ayah masuk ke istana paman Jeon yang sangat megah.
“Aaaah kalian sudah datang...”
Sambut paman Jeon kepada aku dan ayahku.
“Waaaah Yuni hari ini kau cantik sekal ya,,,”
Ucap Bibi Jeon yang kemudian merangkul ku dengan penuh kasih sayang.
“Ayo kita masuk....”
Lanjut paman Jeon mengajak kami keruang makan.
Kami semua duduk di ruang makan, tak lama jeon sobin putra bungsu paman Jeon datang dan duduk di kursi.
“Hai sobin....”
Sapa ku pada sobin.
“Eeeh mana jungkook,,, kenapa belum keluar?”
Tanya Bibi kepada pelayan.
“Baiklah nyonya akan ku panggilkan”
Ucap pelayan itu yang kemudian bergegas pergi.
“Hahahaha maaf ya putra ku itu memang sering begitu”
Ucap paman Jeon yang mencairkan suasana.
Tak lama dia pun datang.
Seperti biasa denga wajah yang sinis menatap ku.
(Menunduk hormat) Memberi salam pada ayahku.
“Paman apa kabar?”
Sapa jungkook pada ayahku.
“Aaah baik nak, kau sendiri apa kabar?”
Ujar ayahku sambil tersenyum.
“Baik paman., sudah lama tidak berjumpa.”
Sapa jungkook pada ayah ku.
Jungkook itu sangat baik pada ayahku. Tapi mereka tidak tau saja kalau Jungkook adalah pria yang menyebalkan.
Meskipun begitu kami tidak pernah bertengkar dihadapan orang tua kami. Mereka bahkan hanya tau kalau aku dan jungkook adalah teman kecil yang akrab dan rukun.
Iya itu karna sejak kecil kita selalu sekolah di sekolah yang sama.
Itu adalah konspirasi para orang tua untuk mendekatkan kami berdua. Padahal nyata nya kami selalu bertengkar.
Bersambung......
__ADS_1