Menikah Muda

Menikah Muda
part 11 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading....,📖


****


Kenyataan keduanya memang selalu saja bertengkar, itupun terus berlangsung setiap hari. Hal yang memang menjadi hobi bagi Jungshang mengerjai Yura. Setelah kejadian siang itu, Jungshang yang masih menahan tawa tampak sedikit takut melihat raut wajah Yura yang sangat galak itu. Betapa tidak, kejadian memalukan tadi siang menjadikan Yura yang sangat sensitif.


Malam itu setelah makan, seluruh keluarga berkumpul diruang tamu untuk bersama-sama menonton TV, malam itu juga nenek dan kakek datang untuk menginap beberapa hari dirumah mereka. Tentu akan banyak penghuni rumah sekarang.


Masihkah ingat dengan nenek Jungshang? Dia adalah orang yang berperan penting dalam hubungan Yuni dan Jungkook ketika muda. Entah apa yang akan dilakukannya sekarang, tapi yang jelas. Jungshang adalah cucu kesayangannya dan kini dia ingin menemuinya.


"Kalian kenapa?" tanya Yuni yang bingung.


"Eeem, tidak apa-apa bu!" ucap Junshang sambil melirik Yura.


"Hmm, kalau lihat mereka berdua, aku jadi teringat oleh masa muda ayah dan ibumu ...!" seru nenek sambil tersenyum yang ingin bernostalgia.


"Aaaghh, jangan samakan aku dengan ayah nek. Aku tidak sama dengan ayah!" seru Jungshang kesal.


"Memang tidak sama tapi mirip, hahaha ...!" ujar nenek tertawa disambut tawa dari Yuni.


"Apa-apaan ini, kenapa kalian berdua aneh begini?" ujar Jungshang yang memanyunkan bibirnya karna kesal.


.


.


.


.


.


Sementara ibu dan nenek terus tersenyum bahagia. Yura dan Jungshang saling melirik kesal karna masih mengingat kejadian siang tadi.


"Yura sayang, jangan sungkan-sungkan dirumah ini ya ...!" ujar nenek sambil meraih tangan Yura sambil tersenyum.


"Iya nek," seru Yura sambil tersenyum manis.


"Jungshang itu memang menyebalkan, iya kan? tapi sebenarnya dia anak yang sangat baik dan penyayang ...!" seru nenek sambil melirik Jungshang.


"Ehem ... Ehem ...!" suara batuk buatan Jungshang yang merasa malu ketika dipuji oleh neneknya.


"Tapi kalau dia jahil padamu, maka kau boleh menjewer telinganya ...!" seru nenek yang kemudian memojokan Jungshang.


"Aaah, apa sih nenek ini ... tidak usah memuji kalau mau memojokan begitu!" ujar Jungshang yang salah tingkah. Sementara itu, Yura tampak melirik Jungshang dan melihat tingkah geroginya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Malam terus berlalu, semua penghuni rumah sudah mulai masuk kekamar mereka masing-masing. Yura tampak lesu berjalan setapak demi setapak memesuki kamar disusul oleh Jungshang yang sedari tadi memandangi wajah Yura yang terlihat tidak bersemangat.


"Hey, apa kau masih marah?" tanya Jungshang namun diabaikan oleh Yura yang bewajah dingin.


"Gadis alien? apa kau ngambek?" tanya Jungshang yang kemudian menghalangi langkah Yura seketika. Dan Yurapun menatap sinis kearah Jungshang.


"Minggir, aku sedang tidak mau berdebat ...!" ujar Yura yang mencoba menerobos untuk menuju ranjang.


"Yura, maaf ya kalau aku tadi keterlaluan!" seru Jungshang yang kebingungan melihat wajah murung Yura.


"Tumben sekali kau minta maaf? kau tidak sedang mabuk kan?" tanya Yura sambil menyentuh kening Jungshang memeriksa suhu badannya.


"Ckk ... kau kira aku sakit?" ujar Jungshang yang seketika kesal.


"Ya sudah, aku mau tidur ... minggir!" seru Yura yang berjalan mendahului.


.


.


.


.


.


Malam itu, Yura tertidur lebih awal. Dia pun memakai baju tebal dan menutupi tubuhnya dengan selimut hangat. Hal itu cukup aneh mengingat sekarang cuaca cukup panas. Melihat tingkah aneh Yura, Jungshang sesekali melirik kesamping memperhatikan Yura.


"Ayah...!" panggil Yura yang mengigau itu.


"Ayah kenapa pergi ...!" seru Yura yang terus-terusan mengigau. Sementara Jungshang yang langsung duduk dan memperhatikan wajah Yura yang terlihat pucat. Kedua matanya yang tertutup tampak mengeluarkan air mata.


"(Dia kenapa? kenapa memangis?)" gumam Jungshang yang terlihat panik dan mencoba menyentuh kening gadis cantik itu. Dan sontak Jungkook kaget ketika mendapati suhu tubuh Yura yang naik.


"Yura, kau tidak apa-apa? apa kau sakit?" tanya Jungshang yang kemudian meraih tangan Yura dan menggenggamnya. Perlahan gadis imut itu bangun dan menatap Jungshang yang berada tepat dihadapannya.


"Aku tidak apa-apa ...!" seru Yura pelan.


"Tunggu sebentar, aku- aku akan ... sial, apa yang harus aku lakukan?" gumam Jungshang yang sangat panik sambil menggenggam tangan Yura.


"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tapi aku tidak bisa diam saja ...!" seru Jungshang yang bingung tidak karuan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sementara Yura melirik Jungshang sambil menatap wajah camasnya. Terlihat Jungshang sangat bingung dan mencoba untuk melakukan sesuatu untuk Yura.


"Aaagh ... aku coba cari diinternet cara mengatasi demam!" ujar Jungshang yang kemuduan mengambil HP nya dan mencari informasi di internet.


"Akhirnya ketemu...!" seru Jungshang yang membaca informasi diHP nya sangat fokus.


"Pertama, kompres dengan air es, baiklah ... aku akan mengambil es dikulkas sekarang!" ujar Jungshang yang langsung bergegas kedapur mencari es. Sementara Yura menatap Jungshang yang kebingungan itu sambil tersenyum.


Tak lama Jungshang kembali dengan wadah kecil berisi air es dan handuk kecil. Digunakannya untuk mengompres kening Yura.


"Kau tidak apa-apa? apa ada yang sakit?" tanya Jungshang yang khawatir. Kemudian dia kembali membaca informasi diHP nya.


"Penderita demam, tidak boleh memakai pakaian tebal karna dapat memicu suhu tubuh yang terus naik. Aaagh ... begitu ya!" seru Jungshang yang kemudian melirik Yura.


"Yura maafkan aku, tapi ... kau harus melepas pakaianmu!" ujar Jungshang memberitahu.


"Aku tidak punya cukup kekuatan untuk melepasnya ...!" ujar Yura pelan.


"Baiklah, maafkan aku Yura!" ujar Jungshang yang membuka selimut yang menutupi tubuh Yura dan melepaskan kancing baju Yura. Sementara itu, Yura terus menatap Jungshang yang terlihat gerogi itu.


.


.


.


.


.


Terlihat wajah gugup menyelimuti pria tampan itu ketika membuka satu-persatu pakaian Yura. Dia pun berhasil melepaskan pakaian yang dikenakan Yura dan hanya menyisakan tengtop. Sementara itu Yura tertidur pulas dengan kompres dikeningnya.


Melihat Yura yang lemas tidak berdaya membuat Jungshang tidak bisa tidur meski waktu sudah menunjukan pukul 03:00 pagi.


"Ayah ...!" gumam Yura yang mulai mengigau.


"Kembali ayah ...!" ujarnya sambil menggenggam tangan Jungshang dengan sangat erat dan meletakkannya didada Yura. Dikarenakan lelah menunggu sambil duduk, Jungshang kemudian merebahkan badannya tepat disamping Yura. Sebab, tangan Jungshang sedari tadi terus digenggamnya.


Beberapa saat Jungshang terlihat memandangi wajah Yura yang tertidur sangat pulas. Suhu badannya sudah mulai turun. Namun, entah kenapa seketika Yura yang mengulat kesamping dan memeluk tubuh Jungshang. Hal itu membuat Jungshang langsung kaget dan panik lantaran wajahnya dan wajah Yura sangat dekat saling berhadapan.


.


.


.


.


.


Suasana yang cukup canggung bagi Jungshang. Namun, kejadian itu tidak disadari oleh Yura yang tertidur sangat pulas. Melihat air mata dipipi Yura membuat Jungshang tidak tega membangunkannya.


Diapun ikut memeluk tubuh Yura dengan erat untuk menenangkannya. Mungkin, Yura sangat merindukan ayahnya. Hingga dia menganggap Jungshang sebagai sosok ayahnya yang dirindukan.

__ADS_1


Semalaman penuh, Jungshang terjaga sambil terus menatap wajah cantik Yura. Sesekali dia tampak merapikan rambut panjang Yura yang menutupi wajahnya. Dia menatap Yura sangat dalam sambil tersenyum manis.


Bersambung...


__ADS_2