
Happy Reading...📖
****
Hari itu, Jungshang dan Yura tengah bersiap-siap untuk pergi ke pulau Jeaju. Keduanya tengah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa selama berada disana.
Raut bahagia tergambar jelas diwajah Jungshang tapi tidak dengan Yura yang masih merasa gugup.
"Aaaah, akhirnya ... kita bulan madu juga ya!" ujar Jungshang sambil melipat beberapa pakaian kedalam koper. Sedangkan Yura hanya diam mematung tanpa bicara apapun.
"Eeeem, selama seminggu ... aku bisa lakukan apa ya?" goda Jungshang yang selalu membuat Yura semakin ketar-ketir.
"Melakukan apa? Kita ini musuh ... harap diingat!" ujar Yura yang salah tingkah mendengar ucapan Jungshang.
"Aaah, aku sudah selesai, mau aku bantu sayang?" ujar Jungshang sambil tersenyum konyol melihat Yura semakin kesal dibuatnya.
"Sejak kapan ada musuh yang memanggil sayang? kau ini aneh ya?" tanya Yura yang gugup itu, dan selalu mengalihkan pandangannya dari Jungshang. Meskipun begitu, Jungshang tetap tidak berhenti menggoda Yura dengan celoteh anehnya. Entahlah, mungkin Jungshang sudah menganggap tidak ada lagi permusuhan.
•
•
•
Selesai melakukan packing barang. Keduanya juga sudah bersiap untuk pergi, dilantai bawah. Semua keluarga sudah menunggu untuk mengucap perpisahan kepada kedua pengantin baru ini.
Yura dan Jungshang keluar dari kamar dan sudah memakai pakaian yang rapi dimana siang itu, Yura menggunakan makeup untuk pertama kalinya yang membuatnya sedikit berbeda dari biasanya.
"Waah, Jungshang dan Yura sudah siap ya?" sapa ibu yang melihat keduanya menuruni anak tangga.
"Waah, Yura hari ini sedikit berbeda ya ... kau cantik!" ujar nenek memuji Yura seketika pipinya merah karna malu. Melihat itu, Jungshang hanya melirik kearah Yura yang memang terlihat cantik itu.
"Kalian jaga diri baik-baik ya, kami semua akan merindukan kalian!" ujar ibu Yuni yang memeluk keduannya sebelum melepas kepergian Yura dan Jungshang yang menaiki mobil mewah milik keluarga Jeon.
•
•
•
Selama didalam mobil, perjalanan menuju bandara. Yura selalu diam tanpa kata. Hal itu membuat Jungshang sedikit bingung oleh sifatnya. Setelah sampai dibandara, Jungshang dan Yura menaiki pesawat pribadi milik keluarga Jeon yang kaya raya itu.
__ADS_1
Keduanya duduk saling berhadapan. Namun, Yura hanya diam dan selalu mengalihkan pandangannya dari Jungshang.
"Ada apa kau ini? kenapa diam saja?" tanya Jungshang yang penasaran.
"Memangnya aneh ya, kalau aku diam!" jawabnya seketika sambil terus memalingkan wajahnya.
"Iya, aneh ... kau kan gadis cerewet!" ujar Jungshang yang bingung.
"Kenapa kau menatapku begitu? aneh sekali...!" ujar Yura yang salah tingkah dibuat Jungshang.
Setelah berjam-jam lamanya didalam pesawat. Akhirnya Jungshang dan Yura tiba di bandara pulau Jaeju. Keduanya berjalan sambil menyeret koper, tiba-tiba Yura dikejutkan karna tangannya digandeng oleh Jungshang. Yura yang seketika gugup dibuat Jungshang, karna Jungshang menggandeng tangannya sangat erat.
"(Dia benar-benar aneh, kenapa aku jadi gugup begini sih)" gumam Yura yang salah tingkah karna tangannya yang digandeng. Beberapa saat Jungshang tampak menoleh kearah Yura yang gerogi sambil tersenyum manis.
•
•
•
Setibanya di hotel mewah, Yura dan Jungshang melepas sepatu mereka dan membawa masuk koper mereka. Kamar hotel yang sangat mewah itu, terdapat ranjang yang cukup lebar dan nyaman. Saat melihat ranjang Yura langsung measakan gugup seketika.
"Kau ini sebenarnya kenapa sih?" tanya Jungshang yang masih bingung.
"Tidak apa-apa, aku hanya ... mau mandi dulu!" ujar Yura yang semakin aneh. Dan membuat Jungshang semakin bingung.
Malam itu, keduanya sudah selesai mandi dan sudah siap untuk makan malam. Sepanjang makan malam, Yura hanya fokus kemakanan saja. Dia bahkan seperti mengabaikan Jungshang. Hal itu tentu sangat aneh bagi Jungshang. Sementara Jungshang juga tidak sejail biasanya yang selalu mengganggu Yura setiap saat.
Makan malam yang berjalan sangat canggung. Keduanya hanya fokus kemakanan, dan hanya sesekali melirik satu sama lain. Yang dirasakan hanya gugup dan gerogi.
•
•
•
Setelah menyelesaikan makan malam keduanya yang masih dibalut rasa canggung itu berbaring diatas kasur dengan posisi berjauhan. Keduanya berada disisi tepi ranjang, sedangkan ditengah kosong dan lengga.
"Ehem, apa aku sudah membuatmu tidak nyaman?" tanya Jungshang yang mengawali percakapan canggung itu.
"Eeem, tidak kok!" jawab Yura singkat sambil menatap langit-langit kamar.
__ADS_1
"Apakah karna ancamanku kemarin ya, yang membuatmu aneh begini?" tanya Jungshang yang penasaran.
"Ancaman apa? aku juga biasa saja kok dari tadi!" ujar Yura yang canggung dengan keadaan itu.
"Aku tidak akan memaksamu Yura, kalau kau belum siap. Aku juga pria punya hati, yang tidak akan membuat wanita tidak nyaman!" ujar Jungshang yang berkata sangat bijak membuat Yura kemudian menoleh dan memandang Jungshang.
"Eem, bukan begitu ... maaf ya, kalau aku dari tadi bersikap aneh!" ujar Yura yang menatap Jungshang.
"Kau pasti sangat tertekan ya? aku yang seharusnya minta maaf padamu!" ujar Jungshang sambil tersenyum menatap Yura.
"Aku tidak tertekan kok, aku juga bukan tidak nyaman ... tapi, masih aneh saja!" ujar Yura yang gugup menatap Jungshang. Sementara Jungshang masih menatap Yura dengan sangat dalam.
"Sudahlah, mari tidur ... kau pasti cape!" ujar Jungshang yang bangkit menarik selimut dan menyelimuti tubuh Yura dan tubuhnya. Keduanya masih saling bertatapan dimalam itu.
•
•
•
"Mungkin terdengar aneh, jika aku sekarang bilang ... kalau aku menyukaimu!" ujar Jungshang yang berbaring menyamping menatap Yura. Mendengar ucapan Jungshang membuat Yura seketika terdiam dan meliriknya perlahan.
"Apa? menyukaiku?" ujar Yura yang kaget dengan pengakuan Jungshang.
"Aku tidak tau ini sejak kapan, tapi ... pertama kalinya aku mulai yakin, adalah ketika kau demam tempo lalu!" jawab Jungshang yang berbicara sangat serius kepada Yura yang ada disampingnya.
"Ayo tidur, hari sudah malam!" ujar Jungshang yang perlahan menutup matanya dan memulai untuk tidur. Sementara Yura masih terjaga dan masih kaget dengan pengakuan Jungshang barusan.
"Aku juga menyukaimu ...!" ucapnya pelan yang membuat Jungshang seketika membuka kedua matanya dan menatap Yura dengan seksama.
"Apa? kau tadi bilang apa?" tanya Jungshang yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar.
"Tidak ada kata ulang ...!" ujar Yura yang malu ditatap Jungshang dan beralih membelakangi Jungshang sambil terus tersenyum karna gerogi. Mendengar pernyataan Yura, Jungshang langsung bergeser dari posisinya mendekati Yura dan memeluknya dari belakang.
"Saranghaeo!" bisik Jungshang ditelinga yang membuat Yura tersipu malu dibuatnya. Setelahnya Jungshang menarik tubuh Yura, agar menghadap kearahnya.
"Katakan sekali lagi, supaya jelas!" ujar Jungshang yang menatap Yura dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Aku mencintaimu!" jawab Yura seketika sambil mengecup bibir Jungshang dengan cepat. Hal itu tentu membuat Jungshang terkejud dibuatnya. Keduanya kemudian saling memandang dan tersenyum bahagia.
Bersambung ....
__ADS_1