Menikah Muda

Menikah Muda
part 17 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading ...📖


****


Pagi itu, Jungshang dan Yura berjalan-jalan disekitar hotel sambil bergandengan tangan, tampak raut bahagia dan masih sedikit canggung tergambar jelas diwajah Yura. Berbeda dengan Jungshang yang terlihat lebih santai.


"Yura, ada apa disana?" tanya Jungshang yang menunjuk kearah samping kiri Yura, sementara Yura langsung menoleh dengan cepat dan Jungshang kemudian langshang mengecup pipi Yura.


"Hiish, jadi tadi kau berbohong supaya bisa menciumku ya?" ujar Yura melirik kesal karna sudah dibohongi oleh Jungshang. Sedangkan Jungshang hanya tersenyum melihat wajah kesal Yura.


Hari itu berjalan sangat baik, Jungshang dan Yura tampaknya sudah melupakan permusuhan diantara mereka. Dan kini keduanya bak pasangan kekasih tapi sudah menikah. Meskipun Yura masih terlihat canggung dan sesekali memasang wajah masam pada Jungshang yang sedari tadi selalu tersenyum bahkan sangat bahagia itu.


•


•


•


Malam hari telah datang, Yura dan Jungshang tengah menikmati makan malam dipinggir jalan. Jajanan pingir jalan akan mengingatkan Yura saat bersama ibunya dulu. Sedangkan itu adalah pertama kalinya oleh Jungshang. Karna Jungshang sudah terlahir dari keluarga kaya sebab itulah dia belum pernah merasakan jajanan pinggir jalan.


"Apakah enak?" tanya Yura pada Jungshang. Sementara Jungshang sedang mengunyah dan meresapi rasa dari makanan yang ia makan.


"Enak, ini sangat enak ...!" ujar Jungshang tersenyum puas merasakan nikmatnya jajanan pinggir jalan bersama Yura.


Tak lama terlihat seorang pria yang menggendong karung dipundaknya. Pria berpakaian compang camping itu tampak mengorek-ngorek sampah untuk mencari botol-botol bekas. Hal itu sempat mengalihkan perhatian Yura yang menatap pria paruh baya yang terlihat tidak asing baginya.


"Yura, ayo cepat makan ... hari sudah mulai gelap dan mendung, kita harus segera kembali kehotel!" ujar Jungshang yang mengalihkan perhatian Yura kepada pria paruh baya tadi. Sementara saat Yura kembali memastikan pria tadi sudah menghilang entah kemana.


"Kau lihat apa? jangan-jangan kau sedang cari pria lain ya? tidak boleh!" ujar Jungshang yang menarik kedua pipi Yura dan memaksanya memandang kearah Jungshang.


"Ckckc, gara-gara kau aku jadi kehilangan jejek pria tadi!" ujar Yura menatap kesal pada Jungshang.

__ADS_1


"Tuuuh kan benar, jadi barusan kau menatap pria lain ya? aku yang sangat tampan ini saja ada didepanmu, bisa-bisanya kau malah melirik pria lain!" ujar Jungshang kesal. Sementara Yura tidak memperdulikan dan masih mencari-cari dan memandang kesekeliling sana.


"(Apakah itu tadi benar-benar ayah?)" gumam Yura dalam hati yang masih tidak percaya bahwa pria paruh baya yang dilihatnya adalah ayahnya.


•


•


•


Selesai makan Jungshang dan Yura kembali kehotel mereka dengan perut kenyang selepas makan malam. Kemudian Yura tampak melepaskan sepatu dan meletakkan tas kecil miliknya diatas meja dan ia duduk disofa bengong. Hal itu membuat Jungshang bingung sekaligus kesal.


"Jadi kau masih memikirkan pria lain ya? padahal aku ini suamimu!" ujar Jungshang melirik Yura dengan tatapan cemburu. Namun, Yura masih terdiam dan bengong. Melihat hal itu, Jungshang langsung menghampiri Yura dan mencium pipinya. Dengan wajah datar Yura menatap Jungshang disampingnya yang tersenyum setelah menciumnya.


"Kau marah? aku kan hanya ingin supaya kau tidak bengong dan memikirkan pria lain, aku tidak suka!" ujar Jungshang yang merasa kesal.


"Kenapa cuma pipi, itu kurang seru!" ujar Yura seketika dan langsung meraih pundak Jungshang dan mengecup bibirnya sesaat. Hal itu membuat Jungshang sangat senang dan langsung meraih pinggang Yura untuk menciumnya lagi.


"Kau sendiri tadi yang memulainya, jadi aku hanya ingin melanjutkannya!" ujar Jungshang yang memanyunkan bibirnya untuk mengajak Yura kembali berciuman.


"Memangnya tadi aku mengajakmu berciuman ya? aku tidak ingat ...!" ujar Yura yang masih bengong setengah sadar.


"Ckckck, bagaimana bisa kau melupakan ciuman denganku? kau ini membuatku kesal saja!" ujar Jungshang yang kesal pada Yura.


"Maaf, tadi aku tidak sadar, cepat mandi ... dan kita ciuman lagi!" ujar Yura yang salah tingkah melihat wajah kesal dari Jungshang. Mendengar hal itu Jungshang langsung beranjak dari duduknya dan tersenyum bahagia.


•


•


•

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo bangun ... dan kita mandi bersama!" ujar Jungshang samabil tersenyum lepas memperlihatkan gigi kelincinya. Sedangkan Yura langsung mengerutkan dahinya karna gugup dengan ajakan Jungshang.


"Kau mandi dulu sana, aku nanti saja!" ujar Yura yang masih malu-malu pada Jungshang. Sementara itu, Jungshang dengan santainya membuka baju dan celana yang dia pakai. Melihat itu, Yura langsung menutupi matanya dengan kedua tangannya karna gugup. Keadaan dimana Jungshang sudah tidak pakai apapun dan meraih handuk untuk pergi mandi.


"Ckckckkc, kau ini seperti melihat hantu saja, padahal semalam kau sudah memegangnya!" ujar Jungshang yang memelilitkan handuk dipinggangnya.


"Eehem, semalam itukan gelap, jadi aku tidak melihatnya dengan jelas!" ujar Yura salah tingkat sambil membuka matanya perlahan. Dimana sekarang Jungshang sudah memakai handuk dipinggulnya dan menatap Yura dihadapannya.


"Owh, jadi karna tidak jelas makanya kau malu, mari kita perjelas!" ujar Jungshang yang meraih tangan Yura paksa dan menggendongnya kekamar mandi untuk mandi bersama.


Selama dikamar mandi bersama Yura yang mematung dan memejamkan kedua matanya membuat Jungshang tak berhenti menahan tawa karna sikap aneh Yura. Dengan perlahan Jungshang mencoba melepaskan kancing pakaian yang dikenakan Yura untuk membuka satu demi satu pakaiannya. Sedangkan Yura hanya diam dan tak berani membuka matanya.


"Yura, kau ini harus terbiasa melihat juniorku, karna setiap hari aku akan memperkenalkannya padamu, hahhahaa ...!" tawa usil Jungshang yang membuat Yura nyalinya langsung menciut. Karna saking gugupnya Yura hanya diam mematung dan Jungshang membawanya kebawah shower yang mengalir air hangat.


•


•


•


"Bukalah matamu, kita bahkan sudah tidak pakai apapun sekarang!" ujar Jungshang yang memperhatikan wajah Yura yang terkena air yang mengalir, sangatlah cantik. Yura tetap kekeh tidak mau membuka matanya dan tetap bertahan memejamkan matanya meskipun Jungshang sudah leluasa melihat tubuh Yura yang sudah tidak memakai apapun. Melihat kegugupan Yura, Jungshang kemudian menarik dagunya dan mencium bibirnya dibawah air shower yang mengakir. Jungshang memeluk tubuh Yura dengan hangat dan Yura perlahan mulai membuka matanya dan merasakan ciuman lembut dari Jungshang. Sesaat Jungshang melepaskan tautannya dan membiarkan Yura membuka matanya.


"Sudah, ayo mandi ... jangan lama-lama dibawah air, nanti kau bisa sakit!" ujar Jungshang yang meraih sabun cair dan mengoleskan ketubuhnya. Hal itu tentu membuat Yura sangat gugup karna ini adalah pertama kalinya dia saling berhadapan dibawah lampu yang sangat terang.


Selepas mandi, seperti kemarin. Jungshang kembali memberi kode pada Yura. Namun, gadis itu masih malu dan gugup dia malah membelakangi Jungshang agar tidak terlalu gugup. Yura sudah memakai baju piyama yang sama seperti yang dipakai Jungshang. Namun, meskipun telah mandi bersama, rasa gugup Yura masih saja belum hilang.


"Yura, ayo ...!" pinta Jungshang yang membuat Yura ketar ketir. Dan menggigit bibir bawahnya karna gugup.


"Ayo apa? cepat tidur!" ujar Yura yang salah tingkah. Sambil pura-pura memejamkan matanya.


"Ayo apalagi, ayo kita olah raga malam!" rengek Jungshang membuat jantung Yura langsung berdegup lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2