Menikah Muda

Menikah Muda
part 27 (season 2) Ending


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Hari ini, saat-saat yang sangat menegangkan dan juga sangat berharga bagi Yura dan Jungshang. Sebab, keduanya akan menjadi orang tua sebentar lagi. Yura yang hamil anak kembar itu, kini merasakan kotraksi demi kontraksi paska melahirkan. Sepanjang berada diruang bersalin, Jungshang selalu menemani Yura yang menahan sakit diatas ranjang.


Seluruh keluarga telah berdatangan, ibu Yuni dan ibu Sora juga sudah datang. Mereka memberi semangat pada Yura yang menahan sakit, sambil terus menggenggam tangan Jungshang. Sebenarnya Jungshang tidak tega melihat Yura merintih kesakitan begini, dia hanya berdoa semoga Yura bisa kuat.


Seorang dokter datang untuk mengecek bukaan lahiran Yura, dokter itu memastikan jam berapa proses persalinan akan dimulai. Yura sudah sangat lemas, dan harus dibantu dengan infus ditangannya selama melahirkan.


"Yura, apa kau baik-baik saja?" tanya Jungshang yang khawatir melihat Yura yang sesekali menggeliat menahan sakit.


"Tidak apa-apa!" jawab Yura lirih sambil melempar senyum pada Jungshang. Ruangan persalinan itu, tidak boleh dipenuhi orang, dan Jungshang adalah pendamping selama proses melahirkan.





Setelah memgalami kontraksi selama lebih dari 6 jam, akhirnya Yura sudah akan melangsungkan proses melahirkan. Beberapa perawat dan satu orang dokter, sudah bersiap dengan masker dan sarung tangan mereka. Yura mulai melakukan proses mengejan, perlahan demi perlahan. Yura menarik napas panjang, dan mengejan sesuai dengan perintah dokter yang menanganinya. Tangan Jungshang dan Yura terus menggenggam sangat erat.


Perjuangan panjang, yang masih belum berakhir, keringat susah membasahi kening Yura saat mengejan. Tahap demi tahap, dokter memberi aba-aba.


"Sekali lagi, kepala bayinya sudah kelihatan!" perintah dokter pada Yura. Dengan napas panjang, Yura mengejan dan.


"Oeeeeeek ...!" bayi laki-laki pertama telah lahir, anak mereka menangis dengan sangat kencang diruang bersalin. Para perawat membersihkan darahnya dan membalut Jeon kecil yang pertama.


Jungshang tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, dia sampai menangis terharu melihat perjuangan Yura saat ini.


"Gumawo yo ...!" bisik Jungshang sambil mengecup kening Yura dan mengusap-usap rambutnya.





Masih ada proses yang kedua. Yura masih harus melakukan proses mengejan, untuk putra kedua mereka. Proses anak kedua tidak selama dan serumit yang pertama, hanya 2 kali proses mengejan, Yura berhasil melahirkan Jeon kedua yang juga menangis sangat kencang.


Tangis haru Jungshang dan Yura, melihat kedua anak mereka yang sudah lahir, menangis sangat aktif. Setelahnya Yura masih dalam penanganan dokter, untuk proses panjang lainnya.


Salah seorang suster memberitahu para keluarga, jika kedua cucu mereka sudah lahir selamat. Lahirnya kedua Jeon junior ini menambah daftar nama keluarga Jeon tentunya.

__ADS_1


"Mau diberi nama siapa, kedua anakmu ini?" tanya ibu Yuni pada Jungshang.


"Kakaknya aku beri mana Jeon junghan dan adiknya Jeon Jungsan!" seru Jungkook yang sangat bahagia campur haru. Seluruh keluarga menyambut kelahiran kedua jagoan Junghan dan Jungsan kecil yanh sangat imut.


"Matanya mirip Jungshang, dan bibirnya juga ...!" ujar kedua nenek yang saling membanding-bandingkan.


"Matanya juga mirip Yura kok!" seru ibu Sora yang meneliti wajah kedua cucu mereka yang kembar genetik.


"Yang kakaknya tadi mana? apa yang aku gendong ini ya?" tanya ibu Yuni yang kebingungan membedakan kedua wajah cucunya yang sangat mirip.


"Awas jangan sampai tertukar, mana yang kakak dan mana yang adik!" imbuh Jungkook sang kakek muda yang tampan.





Setelah beberapa hari dirumah sakit, Yura dan kedua putranya sudah boleh pulang. Setelah beberapa hari dilahirkan, Junghan dan Jungsan kecil sudah mulai terlihat gembul. Kedua nenek mereka, Yuni dan Sora jadi sangat betah tinggal dirumah untuk sekedar menimang-nimang cucu mereka.


"Bagai mana cara membedakan Junghan dan Jungsan, aku masih tidak mengerti ... aku mungkin akan sering tertukar!" ujar para nenek yang kebingungan. Tidak hanya para nenek, tapi para kakek bahkan Jungshang sebagai ayahnya juga bingung membedakan sikembar.


Hanya Yura yang sangat paham, dan bisa teliti mengira mana yang Junghan mana yang Jungsan. Sebab saat memberi ASI, Yura memperhatikan dengan jeli perbedaan kedua putranya.





Gelang berwarna pemberian ibu, juga terus dipakai oleh sikembar sampai mereka sudah berusia 3 tahun. Kini sikembar, sudah besar dan sangat aktif. Nenek Yuni dan nenek Sora bergantian saling menjaga dan mengajak cucu kesayangan mereka bermain.


Bahkan profesi sudah beralih, Yura kini menjadi tukang masak dikeluarga besar Jeon, dibantu oleh pelayan-pelayan mereka. Sedangkan para nenek yang sangat memanjakan sikembar, sampai kewalahan dibuatnya.


"Nenek, aku mau main kuda-kudaan!" pinta sang kakak Junghan pada neneknya.


"Aaagh, nenek capek Junghan. Bagaimana kalau nenek kena encok?" tanya nenek Yuni pada Junghan.


"Nenek, encok itu apa? apa bisa dimakan?" tanya Jungsan siadik yang juga tidak kalah menggemaskan.


"Encok itu bukan makanan sayang ...!" jawab nenek Yuni dengan sabarnya menjawab pertanyaan, kedua cucunya yang selalu ingin tahu.

__ADS_1


"Lalu encok itu apa nek? pasti mainan ya?" tanya Sikakak pada neneknya.


"Bukan juga!" jawab nenek singkat membuat sikembar kebingungan.


"Junghan dan Jungshang ... sini nak, minum dulu susunya!" perintah ibu Yura yang langsung membuat sikembar berlari dengan antusias.


"Jangan peluk-peluk, dia ibuku!"


"Bukan, dia ibuku ... kamu yang pergi!" walaupun keduanya kembar, tidak menjamin kerukunan diantara keduanya. Terkadang, mereka juga sering bertengkar.





"Haaah, mengajak mereka bermain pinggangku rasanya mau encok!" ujar nanak Yuni yang datang dan duduk disamping Yura yang sedang memangku kedua anaknya.


"Cucu laki-laki yang sangat hyper aktif, kadang membuatku kewalahan!" ujar nanak Yuni yang terlihat kelelahan.


"Maaf ya bu, Junghan dan Jungsan. Lain kali jangan buat nenek marah, ya!" seru Yura pada kedua putanya.


"Aku harap, setelah ini ... Kau bisa memberiku cucu perempuan, pasti imut sekali hehehe!" ujar ibu Yuni, yang langsung membuat Yuni tercengang mendengarkanya.


Kebahagiaan keluarga Jeon sudah lengkap. Setelah lelah bermain, sikembar tertidur dikamar anak-anak khusus mereka berdua. Yura sudah menidurkan kedua Jeon Junior diranjang mereka masing-masing. Sejak kecil, mereka sudah dilatih untuk mandiri dan saling berbagi.


Malam harinya, Jungshang pulang dari kantor, dia langsung mengecek kamar anak-anak dan ternyata kedua jagoannya sudah tidur. Jungshang hanya mampir sebentar dan mencium kening kedua putranya untuk melepas rindu. Jungshang kemudian masuk ke kamarnya dan melihat Yura juga sudah terbaring tidur diatas kasur.


Dengan segera, Jungsang merangkak naik keatas kasur dan tidur disamping Yura. Merasakan kehadiran Jungshang, Yura bangun dan tersenyum manis pada suaminya.


"Kau sudah pulang rupanya!" seru Yura yang sangat bahagia itu.


"Bagaimana anak-anakku hari ini? apa mereka nakal?" tanya Jungshang pada Yura.


"Soal nakal jangan ditanya, mereka sama perpersis sepertimu. Wajahnya mirip tingkah lakunya juga mirip!" seru Yura yang berbicara membuat Jungshang gamas.


"Sikembar sekarang sudah besar dan mandiri, bagaimana kalau kita buatkan adik lagi sampai genap 10 anak!" ajak Jungshang pada Yura yang kesal seketika.


"Kau gila? kenapa 10 anak? kalau semua sifatnya mirip denganmu, bisa ramai rumah ini!" ujar Yura yang tidak mau membayangkan.


Iya, iya tidak jadi 10 anak. Kalau begitu 9 saja ...!" tawar Jungshang yang membuat kesal Yura. Kehidupan mereka bahahia. Disambut kedua anak yang menambah lengkap keluarga Yura dan Jungshang.

__ADS_1


Pelajaran yang kita petik, setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya. Tanaman yang dijaga dan dirawat dengan baik pasti hasilnya akan memuaskan. Hidup terus berputar dan ini hanya karangan semata, terima kasih untuk semuanya.


_end_


__ADS_2