
Sesuai dengan rencana empat sekawan akhirnya makan siang bersama.Kiran pun tidak lupa mengajak Asti ikut serta.Kiran sengaja tak mengatakan akan makan bersama.Setahu Asti mereka akan makan bersama dengan Kiran dan Bia.
"Weehhh.. tumbuh-tumbenan kamu ngajakin aku makan di tempat mewah terus private gini,ada apa nih," ucap Asti penuh selidik.
"Pengen saja ngajak kamu makan di sini,aku kan sekarang jadi orang kaya..."ucap Kiran dengan sikap sombong nya walaupun memang kenyataannya Kiran bukan tipe orang yang sombong.
"Sombong banget !!" umpat Asti dengan memukul pelan bahu sahabatnya.
"Emangnya kalau ngajak aunty Asti makan di tempat mewah harus ada maksud tertentu gitu, aunty Asti kalau overtanking gitu jauh jodoh lho.." ucap Bia menimpali sikap Asti yang memang selalu overtanking.
"Eeehhh bocah kamu nggak ngerti sih,kita itu harus hati-hati sayangku.."balas Asti yang tak terima.
"Taukah,emang aunty itu nggak peka terus juga overtanking,makanya Om Gema itu mau maju takut ,udah di galakkan duluan sama aunty."
"Kok jadi ke Om Gema sih Bi, aunty nggak nyinggung soal dia yahh.."protes Asti
"Iya sih,tapi..sebagai warga +62 itu gregetan aja lihat aunty itu main kucing- kucingan gitu.Apa mau aku viralin dulu biar para netizen yang turun tangan."
"Emang aunty artis."
"Sudah-sudah kenapa jadi kalian yang ribut sih,Bia pilih makanan kamu sayang,kamu juga "ujar Kiran menengahi keduanya.
Asti dan Bia pun sibuk dengan memilih menu makanan untuk mereka.
Ceklek..
Pintu ruangan itu pun terbuka menampakkan Abi yang terlihat masuk kedalam ruangan dan disusul Dewa dan Diana membawa baby Cyra ,lalu Vian dan Fara dan yagy terakhir ada Gema .
"Sial si Kiran,kenapa nggak ngomong kalau mau makan bareng sama dia juga sih.."batin Asti menatap tajam kearah Kiran.
"Aunty kenapa liatin mama kayak kesel gitu,hayoo..pasti anty Asti mau berubah wujud yaaa..," ledek Bia dengan mencolek dagu Asti.
__ADS_1
"Bia..ihhh,kenapa kalian ngesilin banget sih," ucap Asti dengan mode merajuk nya.
"Bayi banget sih Lo..!!" umpat Kiran melempar tisu bekas ke arah Asti.
Asti melotot mendengar umpatan Kiran sedang dia menoleh ke arah samping nya ternyata Gema duduk di samping nya Asti
"Lo ngapain duduk disini?"tanya Asti dengan wajah tak suka.
"Biasa aja kali,nggak usah galak-galak gitu, lagian kalau gue nggak disini gue mau duduk di mana Asti,lihat aja kursinya sudah tidak ada lagi."ujar Gema menunjuk pada sekeliling mereka.
Asti tak menjawab ucapan Gema dia hanya bisa mendengus kesal karena merasa di bohongi Kiran.
"Sudah jangan ngambek,kalian sebenarnya harus bicara dari hati kehati."ujar Kiran yang tahu sahabatnya pasti kesal dengannya.
"Mau bicara apa,nggak ada urusan juga sama dia."ucap Asti acuh.
"Nggak usah kayak bocah deh aunty, apa-apa ngambek,sama kayak Cyra mau minta susu aja kalau kalamaan nggak di buatin Tante Diana ngambeknya sampe sore.."celetuk Bia dengan wajah tanpa dosanya.
"Bocil,kamu kenapa jadi nyerang Aunty sih.. sebenarnya kamu pro mana sih,ngeselin tahu nggak,"
Asti hanya bisa diam dan tersenyum kikuk dengan tatapan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Ehemmm..mumpung kita-kita ngumpul nih,gue mau bilang sama kalian kalau aku sama Fara sudah memutuskan untuk menikah dan Alhamdulillah semalam Keluarga kita sudah saling bertemu dan aku sudah melamar Fara, Keluarga kami memutuskan untuk pernikahan kami diadakan dua bulan lagi.Kami harap,kalian bisa menjadi bagian di hari penting kami.Aku sama Fara minta doa restunya semoga semuanya berjalan lancar sesuai harapan kami."ucap Vian mencairkan suasana yang sempat sedikit tegang dan sekarang yang ada suasana gembira mendengar berita yang disampaikan Vian.
"Wahhh...bro, kenapa nggak ngomong Lo mau lamaran ,gue kan bisa bantu.."ucap Abi menepuk pundak sang sahabat.
"Terimakasih Bi,tapi..gue tahu banget kalau Lo juga dari kemare-kemaren sibuk sama permasalahan Lo.Walaupun semua sudah selesai Lo pasti tahu di sekeliling kalian banyak musuh yang mengincar Keluarga kalian,jadi gue ingin semuanya baik-baik saja Lo sama keluarga."ucap Vian pada menepuk bahu Abi.
"Pasti bro, Insyaallah gue akan selalu menjadi pelindung keluarga gue."ucap Abi.
" Gue percaya Lo nggak akan pernah membiarkan keluarga Lo celaka." ujar Vian.
__ADS_1
"Pokoknya kita akan terlibat dalam penyiapan pernikahan Lo,jangan nolak."ucap Gema.
"Thanks Ge,Lo tahu kapasitas gue."ujar Vian.
"Kita berempat sahabat,nggak ada yang berat untuk sahabat kok."balas Dewa.
"Owhh iya,lusa sidang Rafif,kalian mau dateng atau nggak," ucap Dewa lagi.
"Kalau aku kayaknya dateng,sama Mak Leha mungkin.Nggak mungkin dia nggak dateng, walaupun sudah buat kecewa dia tetap kebanggan emak kok."ujar Kiran
"Sebenarnya om Rafif baik kok,tapi...nasibnya saja yang apes dapet istri ondel-ondel macam Tante Winda."celetuk Bia yang masih sibuk makan.
"Anak kecil nyambet saja,kamu itu masih umur 15th jangan ngomong cinta-cintaan kali."protes Asti.
"Cieee...aunty takut kesaing sama aku yaa,tenang aunty selera aku bukan om-om.Tapi Oppa -oppa.."ucap Bia dengan tingkah sok imutnya.
"Jiah,Oppa konon...pacaran sama Junior saja di cekal sama mak mu." cibir Asti pada Bia.
"Kok jadi bawak-bawak Junior sih aunty,bukan di cekal aunty mama cuma hold saja sampai waktu yang cukup lama."ujar Bia.
"Nggak lah,nggak ada kamu sama Junior,kalau nanti kamu punya pacar atau suami minimal bisa bimbing kamu ke jalan yang benar."ujar Kiran dengan wajah yang terlihat sangat serius.
"Sayang,anak kita baru juga lulus SMP kenapa kamu sudah ngasih kreteria mantu.Emang kamu sudah siap untuk Bia menikah?" tanya Abi dengan wajah sedih melihat tingkah istrinya.
"Lho emang kenapa kalau Bia nikah muda,kita saja nikah muda.Malah masih sekolah,kamu kan yang demen enak-enak." ucap Kiran
"Yaangggg...." rengek Abi.
"Dih...Daddy, kenapa jadi manja banget deh sama mama,badan aja macho tapi,kalau di gertak mama sedikit langsung melow..huuuuu.."ledek Bia pada sang Daddy.
"Sidik kamu, pokoknya mama punya Daddy yaah..."ucap Abi dengan memeluk tubuh istrinya erat.
__ADS_1
"Massssss..."pekik Kiran melihat tingkah anak dan suaminya yang selalu membuat dirinya pusing.Aplagi sekarang,semenjak Kiran hamil Abi selalu manja padanya kadang mereka berebut buat tidur di peluk Kiran.
Bersambung.