
Wanita itu pun langsung melenggang pergi dari tempat itu setelah kemauan nya tercapai.
Tersenyum senang saat melihat ponselnya yang masih baru itu.
Bia tersenyum smirk saat memandang kepergian wanita itu.
" Bia..!!" tegur seseorang saat masuk ke gerai ponsel tempat Bia dan Oma Fitri berada.
" Om Vian..!!" seru Bia saat melihat sosok sahabat plus asisten sang Daddy.
" Vian..!!" panggil Oma Fitri melihat sosok Vian yang mendekati Bia dan dirinya.
" Lho Tante Fitri,tante kenapa bisa sama Bia?" tanya Vian penasaran dengan keberadaan Bia yang sedang bersama Fitri mama dari Abi.
" Tadi ada masalah sedikit,Bia tolongin tante."jawab Oma Fitri santai.
" Oma sama Om Vian saling kenal?" tanya Bia heran dengan sikap keduanya yang terlihat akrab.
" I_iya dia..
" Oma kenal Om kamu ini sejak kecil sayang.." serobot Oma Fitri
" Owhh..gitu ternyata." ucap Bia
" Bia,Om suruh jemput kamu sama Daddy kamu,ayo ikut om..nanti mama kamu marah kalau pulang malam." ucap Vian.
" Ya Allah Om ,aku lupa kalau aku janjian makan sama temen-temen aku,gimana dong..pasti mereka bingung nyariin aku."ucap Bia dengan wajah panik.
" Sekarang Bia hubungi salah satu temen Bia,kalau Bia harus langsung pulang biar mereka nggak nyariin." usul Vian
" Oh iya ,kenapa aku lupa.." ucap Bia dengan menepuk jidatnya karena benar-benar otaknya nggak bisa bekerja dengan baik.
Vian dan Oma Fitri hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan ajaib Bia.
" Gimana sayang?"tanya Oma Fitri
" Sudah Oma,Om..kita pulang sekarang tapi,kita anterin Oma pulang dulu yaa.., please..!!" ucap Bia dengan wajah yang terlihat memohon.
Vian melihat kearah Oma Fitri dan mengisyaratkan bahwa Vian harus mengikuti ucapan Bia.
" Baiklah,biar Om kabarin Daddy kamu biar nggak cemas." ucap Vian
__ADS_1
" Oke Om, let's go Oma..!!" seru Bia langsung menggandeng tangan Oma Fitri dengan perasaan gembira.
" Ya Allah cucu ku,ternyata dia sangat baik dan juga sopan.Sepertinya menantuku mendidiknya dengan baik." batin Oma Fitri menatap Bia dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Oma,are you okey?"tanya Bia saat melihat Oma Fitri seperti terlihat sedih menatap dirinya.
" Aahhh..okey,ayo sayang.." jawab Oma Fitri dengan wajah yang berusaha untuk baik-baik saja.
Bagaimana pun hati Oma Fitri sedih, apalagi mengingat kembali saat melahirkan Abi dan saat seminggu setelah melahirkan dia tidak di perbolehkan untuk merawat putranya secara langsung.Namun,karena Darmi lah yang merawat Abi kecil sampai dewasa.Walaupun Bik Darmi kadang mencuri waktu diam diam membawa Abi kecil untuk membuat Fitri lebih dekat dengan Abi walau hanya bermain dengan Abi kecil atau hanya sekedar memberi makan Abi kecil.
Vian juga Bia dan Oma Fitri menuju sebuah mobil yang terparkir di depan Mall tersebut.
"Ayo Oma." seru Bia menggandeng tangan Oma Fitri dan masuk ke dalam mobil yang di kendarai Vian.
"Oma jadi ngerepotin kamu sayang.." ucap Oma Fitri tak bisa berbuat apa-apa dahulu sebelum putranya sendiri yang mengenalkan anak dan istrinya pada orang tuanya.
" Nggak papa Oma,tenang saja..lagian aku pulang juga pasti mama belum pulang dari Rumah Sakit,apalagi Daddy pasti sibuk,lihat saja tadi aku padahal chatt Daddy suruh ke Mall tapi,malah om Vian yang jemput aku di sini,apalah dayaku coba eyang di Jakarta pasti seru.." keluh Bia yang terlihat sedih.
" Sayangg..mungkin Daddy kamu harus mengurus pekerjaan nya yang tidak bisa di wakilkan,mama kamu pun masih punya tanggung jawab..sekarang Bia punya Oma Fitri,setelah ini ..Bia bisa main kerumahnya Oma kok." ucap Oma Fitri membelai lembut rambut sang cucu.
Rasanya ingin sekali Oma Fitri mengatakan pada Bia jika dirinya adalah mama dari Daddy nya tapi,itu tidak bisa dia ucapkan sebelum mendapatkan persetujuan Abi.
" Ini rumah Oma sayang,yuk.. kita masuk." ucap Oma Fitri turun dari mobil.
Vian pun sedikit mendunduk di depan Oma Fitri.
" Jangan begitu Vian,saya bukan boss kamu itu." ucap Oma Fitri dan melangkah mendekati Bia.
Vian hanya bisa mengangguk sambil menatap Bia yang terlihat bingung melihat kelakuan Vian barusan.
"Oma ini beneran rumah Oma,wahhh ..kayak istana lho Oma.." ucap Bia menatap sekeliling .
" Kamu juga bisa tinggal disini,tapi..nanti kalau Daddy kamu ijinkan." ucap Oma Fitri
" Hahh..mana mungkin Daddy ngijinin,sudahlah ayo Oma." ucap Bia bergelayut manja di lengan Oma Fitri.
Vian yang melihat kejadian itu pun merasa haru karena sahabat nya sudah mulai menata hidupnya kembali.
Bia dan juga Oma Fitri masuk ke dalam rumah besar itu dan terlihat disana suaminya yang baru keluar dari kamar mereka.
"Assalamualaikum pah.." ucap Mama Fitri
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam..lho mah dia...
"Pah..ini kenalin gadis cantik yang mama bawa dia namanya Bia dan sayang ini Opa Beni ." ucap Mama Fitri
Bia pun mengangguk sopan dan menyalami tangan Papa Beni, sedangkan papa Beni melihat istrinya pun mengisyaratkan jika Bia belum tahu siapa mereka.
"Sore opa,aku Bia..salam kenal." ucap Bia dengan senyuman manisnya yang terukir indah dari bibirnya
" Wahhh..opa senang kenal dengan Bia,terus kalian ketemu dimana memang nya ?" tanya Papa Beni
" Bia ketemu Oma di Mall Opa,Oma sempat mau jatuh tadi karena ada tante-tante yang ngeselin." ucap Bia dengan menggebu.
" Sudahlah Oma nggak papa,ayok kita duduk sayang.." ucap Oma Fitri menggandeng tangan Bia duduk di Sofa ruang keluarga.
Mereka pun akhirnya berbincang dengan begitu akrab,Bia pun merasa nyaman berada di tengah-tengah dua orang paruh baya itu.
Sementara di lain sisi,Kiran dan Abi yang ada di mobil Kiran saat ini sedang menuju ke tempat dimana Bia berada.
" Anak itu selalu saja bikin pusing,kali ini dia bikin ulah apa lagi." ucap Kiran dengan wajah penuh khawatir dan juga kesal pada putrinya.
" Tenanglah,sudah ada Vian juga disana..kita ke tempat dimana Bia sekarang berada,ini Vian baru share lock dimana mereka berada.Katanya Bia sekarang di tempat orang yang dia tolong." ucap Abi
Vian sengaja tidak mengatakan pada Abi apa kejadian detailnya bagaimana ,Vian hanya bilang jika anaknya itu menolong nenek-nenek yang sedang ada masalah karena tak sengaja membuat ponsel seseorang rusak dan Bia dengan santainya mengganti ponsel orang itu.
Mobil yang di bawa Abi memasuki area perumahan mansion milik Keluarga Mahardika.Perasaannya mendadak terasa tidak tenang saat memasuki area itu dan benar saja dugaannya Bia saat ini berada di Rumah besar milik keluarga Mahardika.
Abi langsung menatap wajah istrinya yang sedari tadi fokus melihat jalanan yang mereka lalui.
" Mas,kita mau apa disini?" tanya Kiran memandang wajah suaminya.
Kiran heran kenapa mereka ada di kawasan rumah mewah , padahal suaminya mengatakan jika mereka akan menjemput anak mereka.
Bersambung
Besok di lanjut lagi yaaa..
Jangan lupa baca juga *Secret Wife (Cintai Aku Sekali Lagi)
Terima kasih..🙏🙏
Dukung terus tulisan Author agar author lebih semangat lagi nulisnya...
__ADS_1