
Keadaan mak Leha sudah membaik dan setelah empat hari terbaring di dalam kamar.Kemarin dengan ikhlas Mak Leha memberikan kuasa untuk Abi melaporkan kasus penggelapan dana oleh putranya Rafif.Tuntutan yang di ajukan Abi adalah pasal 374 Kitab Undang Undang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang memuat masalah penggelapan dana perusahaan.Dalam pelaku yang penggelapan dalam sebuah Jabatan.Dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun dan denda
Winda pun sudah mendapatkan surat panggil sidang pertama,untuk Rafif sudah menyerahkan semuanya masalah hukum dan juga perceraian nya pada pengacara.
.
.
Di rumah keluarga Mahardika kini mereka sedang berkumpul bersama dan akan makan malam bersama namun,mereka di kejutkan dengan kedatangan keluarga Paman Kiran.
"Assalamualaikum.."
Salam dari depan rumah,segera Tuti sang ART membuka pintu rumah.
"Wa'alaikumsalam.."jawab Tuti saat membuka pintu rumah.
"Kiran ada mba?" tanya bi Endang pada Tuti.
"Ada bu,sedang siap-siap untuk makan malam.Maaf dengan siapa kalau saya boleh tahu."ucap Tuti dengan sopan
"Kami dari keluarga pamannya."ucap Nia dengan ramah.
"Ohhh...maaf, silahkan masuk."ucap Tuti dan mempersilahkan tamu sang majikan untuk masuk.
"Siapa mba ?"tanya Kiran saat akan melihat siapa tamu mereka.
"Itu non.....
Belum selesai Tuti memberi tahu ternyata bik Endang sudah menyapa ponakannya itu.
"Kiran .!!" seru bik Endang saat melihat Kiran sudah berdiri di ruang keluarga.
" Bibi, mba Tuti sudah bisa pergi,tolong siapkan tiga set piring lagi ya mba, terimakasih." ucap Kiran dengan sopan memberikan tugas pada Tuti.
"Baik non, saya permisi."Tuti lantas melangkah meninggalkan tempat itu.
"Bibi,Paman,Nia kalian apa kabar,kenapa nggak ngasih kabar mau dateng biar pak Udin jemput."ucap Kiran dengan menyalami paman dan bibi nya.
__ADS_1
"Bibimu khawatir dengan kondisi kamu apalagi dengar berita soal karyawan Mahardika yang tertangkap itu."ujar Paman Sofyan pada ponakannya itu.
"Ohh..si bibi ada aja,aku nggak papa kok.Udahlah,nanti kita lanjutin.Sekarang kita makan malam dulu."ucap Kiran menggiring keluarga pamannya itu.
.
.
"Assalamualaikum.." Paman Sofyan dan keluarga memberikan salam pada keluarga Mahardika yang sudah ada di meja makan siap untuk makan malam.
"Wa'alaikumsalam.."jawab mereka serentak.
"Ohh..mas Sofyan, silahkan silahkan..nggak sangka mau kedatangan kalian,kita makan dulu baru nanti kita terusin. ngobrol nya."ucap papa Beni saat menyambut keluarga Sofyan.
Saat mereka mau duduk tiba-tiba Mak Leha berseru pada sosok Sofyan.
"Bang Iyan ,bener kan bang Iyan anaknya Om Malik?" tanya Mak Leha dengan beranjak dari kursinya.
Paman Sofyan seperti mengingat ingat siapa orang yang biasa memanggilnya dengan nama kecilnya.
Mak Leha langsung mengangguk dengan cepat dan entah takdir yang di buat Othor sungguh halu..(😂).Orang dari masa lalu satu persatu muncul dengan sendirinya.
"Alhamdulillah bang, akhirnya Leha bisa ketemu abang karena...
Pokoknya nanti kita bahas,sekarang kita makan dulu."ucap Mak Leha pada Sofyan.
Nia melihat wajah ibunya yang terlihat berubah saat melihat interaksi ayahnya dengan wanita yang bernama Sholeha ibunya seperti ada rasa cemburu.
"Ibu,pasang wajah biasa, netral tolong positif thinking.Nggak enak sama mba Kiran kalau kita buat keributan."bisik Nia pada sang ibu.
Makan malam itu pun berlangsung dengan hangat dan kekeluargaan.Setelah selesai mereka pun berkumpul di ruang keluarga dengan menikmati desert pudding kesukaan Abi dan Bia buatan Kiran tentunya.
"Dad,lusa aku sudah liburan.. bolehkan kalau aku kerumah Nini sama aki di Bogor."ucap Bia pada Daddy nya dengan memeluk Daddy nya.
"Kamu kesana sendiri nggak papa,soalnya Daddy sama mama mau urusin soal tante Anna sama sama Opa Yudit nggak apa ,"
"Nggak papa deh,aku soalnya kangen juga sama aku juga nini, anty Nia free nggak temenin Bia ke Bogor.Boleh dad, please..," rayu Bia pada daddynya
__ADS_1
Abi menghela nafas panjang menatap putrinya yang sedang merayunya." Kamu kalau ngerayu Daddy selalu aja berhasil,okelah..Nia besok kamu ajukan cuti tiga hari buat temani Bia ke Bogor,buat gaji kamu nanti abang suruh Vian transfer ke rekening kamu ."ucap Abi pada Nia.
"Yeeeeaahh... thanks you Daddy ku sayang ,makin sayang deh sama Daddy..cinta Bia sama daddy tambah buanyakkkk...banget,apalagi tambah Daddy tranfer uang jajan buat Bia.. hehehehe.."
Mendengar ocehan Bia merekapun cuma geleng-geleng kepala, dengan melihat kelakuan ajaib bocah ABG itu.
"Bang,nggak perlu Abang transfer juga kali bang.Anggap aja Nia refreshing juga ikut kesana."ujar Nia dengan menolak transferan yang di janjikan Abi padanya.
"Sudah nggak papa,anggap saja rejeki kamu Nia..' ucap Kiran menimpali ucapan Nia.
"Tapi,okelah terimakasih sebelumnya bang.Bia kita ke kamar Bia aja yuk..!!"
Nia menarik tubuh Bia yang sedang glendotan sama bapak moyangnya,memaksanya buat keluar dari ruangan keluarga.Nia tahu pasti akan ada pembahasan penting antara orang tua.Mau tak mau Bia pun menuruti Nia setelah Nia membisikkan sesuatu.
Setelah kepergian Nia dan Bia suasana ruangan itu pun berubah menjadi sedikit tegang.
"Bang Iyan,Leha mau tanya soal Om Malik.. beliau kemana,Hamdan juga kemana?" tanya Mak Leha pada Sofyan.
"Hamdan,seperti nama Ayah..tapi,emak apa benar kenal sama ayah." batin Kiran menyimak obrolan Keluarga itu.
Sofyan pun menghirup udara dengan merasakan sakit di dadanya dan mehembuskannya dengan kasar .Sepertinya dia sedang membuang rasa yang sulit dia ukur.
"Abah sudah Almarhum setelah berpisah dengan Om Jaya dan Om Lukman.Abah memang tinggal dengan Hamdan di Semarang dan saat itu aku tinggal di Surabaya bersama orang tua angkatku,apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan. atau kamu cari." ucap Sofyan.
"Berarti Kiran...anak bang Hamdan,benar bang?" tanya Leha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya Hamdan mempunyai putri yaitu Kiran yang merupakan cucu kandung Abah."ungkap Sofyan.
"Sebentar, maksudnya Paman sama ayah Hamdan....
Sebelum Abi meneruskan pertanyaannya Sofyan sudah memotong omongan Abi.
"Kami satu ibu beda ayah,setelah ayah saya meninggal umur saya baru dua tahun.Saya diasuh oleh adik sepupu dari ayah kandung saya karena waktu itu ibu sama sekali tak penghasilan maka saudara ayah meminta sementara pengasuhan saya pada mereka. Ayah meninggal tak meninggalkan warisan apapun untuk anak dan istrinya.Setahun kemudian ibu menikah dengan Abah Malik dan punya putra Hamdan."Jelas Sofyan tentang silsilah dirinya dan Hamdan sang adik.
Leha memeluk tubuh Kiran.Leha tak menyangka jika dia di selamatkan oleh anak sahabatnya.
Bersambung
__ADS_1