Menikah Muda

Menikah Muda
# Asah Asih Asuh


__ADS_3

" Begini yah..rasanya resiko punya Daddy ganteng."gumam Bia saat menuju mobil Abi


" Memang Daddy kamu ganteng, cantiknya Daddy.." ucap Abi dengan merangkul sang putri dengan posesif.


"Daddy...,baju Bia kotor..!!" pekik Bia mencoba menjauhkan tubuh Abi.


" Masa sih,coba sini Daddy peluk.."goda Abi dan malah memeluk erat putrinya.


" Daddy....!!!" teriak Bia berusaha memberontak.


Melihat respon sang putri membuat Abi tambah gemas dengan Bia.


.


.


Abi membawa Bia bukan kerumah Kiran,namun..Bia minta di antar ke rumah Asti.Karena memang Asti yang baru pulang dari luar kota menghubungi Bia untuk ke rumahnya mengambil oleh-oleh yang dia bawa.


Abi tak bisa mampir ke rumah Asti karena memang dia kebetulan tak membawa ganti jadi dia langsung pamit pulang.


Bia pun menceritakan tentang insident yang menimpanya saat di restaurant. Asti bilang jika satu hari nanti ada yang berusaha menyakiti Bia dia harus berani melawan jangan tunjukkan sisi lemah seorang Bia.Memang sebelum bertemu Abi,Bia adalah pribadi yang karakter nya mirip Kiran yang tak mudah di tindas.Namun,saat bersama Abi entah kemana rasa mandiri itu pergi Bia jadi sosok yang manja pada Abi. Mingkin karena dia dari kecil tak merasakan kasih sayang Daddy nya jadi dia bersikap seperti tergantung pada Abi.


" Kenapa sih,BT gitu?" tanya Asti mendekati keponakan nya itu.


" Hahh ..BT aunty,mama sudah sibuk sama Om dokter dan Daddy pulang gitu aja." jawab Bia.


" Kamu nggak suka kalau mama kamu sama Om Kris?" tanya Asti dengan sedikit keraguan.


" Entahlah,Bia bingung,bimbang jadi galau deh..kalau nggak dukung mama,rasanya mama sudah mulai nyaman sama Om Kris dilain sisi pun Bia kasihan sama Daddy." ucap Bia


" Kamu kasihan sama Daddy si playboy cap kurap itu kenapa?" tanya Asti menatap wajah sendu Bia.


Asti tak pernah melihat wajah Bia yang mendung seperti saat ini,dia seperti menyimpan banyak kesedihan atau bahkan dia sedang galau saat ini.


"Aku bingung aunty ."ucap Bia dengan bibir manyun.


"Bingung kenapa cantik nya aunty?"tanya Asti dengan merangkul bahu Bia.

__ADS_1


" Kalau Daddy menikah sama Tante jelek itu pasti dia galakin aku,terus kalau mama nikah sama Om Kris pasti akan susah ketemu mama."keluh Bia dengan wajah mendungnya.


"Kok gitu ngomong nya,mama sama daddy kamu selalu sayang sama kamu."ucap Asti berusaha menghibur hati Bia.


"Terus kalau mereka nggak ada yang mau nampung aku,lebih baik aku pulang ke malang saja tinggal sama eyang uti."ucap Bia dengan wajah sedih.


"Kok aunty lama-lama dipikir kasihan sama kamu ya Bii.."ucap Asti menatap Bia dengan perasaan iba


"Bia punya keluarga kok gini amat ya..aunty?" keluh Bia dengan wajah merananya.


"Hahh..punya emak sama bapak kenapa blangsak amat, anak satu aja sampe dititipin di mari."ucap Asti ikut mengeluh.


" Bia ,sangat mengenaskan."ucap Bia mendramatisir keadaan nya saat ini.


"Aku adopsi kamu aja kali Bii..jadi anak aunty Asti mau yaa..,dari pada kamu terlantar "ucap Asti memberikan tawaran.


" Emohhh..!!" tolak Bia


(nggak mau)


" Aunty ini gimana mau jagain aku,jagain cowok aunty aja biar nggak selingkuh nggak bisa sok sok-an mau jagain aku,aneh.."jawab Bia dengan santainya.


" Dasar anak nggak punya akhlak..kalau ngomong suka bener.bener-bener ngeselin !!" ucap Asti kesal dengan jawaban si bocah tengil nya.


"Orang Bia kan anak jujur,nggak boleh bohong sama mama."gumam Bia.


" Bii..ini mama kamu kok belum jemput sih,lama banget kencannya. Aunty anter pulang aja yaa.?" tawar Asti karena memang waktu sudah jam sembilan malam belum ada tanda-tanda Kiran untuk jemput Bia di rumah Asti.


" Aku pulang sendiri aja aunty,aku kasihan sama aunty ..pasti capek kan." ucap Bia


" Nggak papa..dari pada kamu nanti di culik kolongwewe gimana?" ucap Asti menakut-nakuti Bia.


" Dasar aunty ,kebanyakan nonton film horror jadi omongannya juga horror,jangan sampe muka aunty ikut horror yang ada cowok nggak ada yang mau."jawab Bia


"Astaga Biaa..bisa nggak sih ngomong sama aunty nggak pake nyakitin hati aunty." ucap Asti.


.

__ADS_1


.


.


Seminggu kemudian ,terlihat Kiran saat ini sedang marah dengan Bia karena baru saja dia bilang punya pacar, sedangkan dia masih SMP,itulah yang membuat Kiran marah pada putrinya.Menurut Bia dia juga berhak untuk punya temen laki-laki yang memperhatikan nya.Dia bilang jika dia sedang PDKT dengan teman sekelasnya bernama Junior.


Kiran dengan kesal dengan sikap Abi yang seolah santai dan malah bilang ke Bia boleh Deket banyak laki-laki dan mengenal dekat jangan cuma satu saja.Pikiran Kiran mendengar ucapan Abi sontak membuat dirinya murka.Anaknya masih SMP dan juga sifat polosnya takut dia gampang di bohongi orang apalagi rayuan laki-laki.


Berkaca pada kasus dirinya dan Abi yang menikah muda,mereka saja yang menikah di usia SMA masih sangat muda apalagi Bia yang masih SMP.Abi benar-benar membuat Kiran tambah stres.


"Ngapain sih kamu mondar -mandir kayak setrikaan Raa..pusing aku lihatnya."protes Abi yang sedang duduk di sofa ruang keluarga melihat Kiran yang mondar mandir di depannya dengan pakaian yang membentuk tubuhnya sungguh menggoda adik kecilnya.


"Aku tuh lagi mikirin nasib anak perawan kamu itu Abii.." ucap Kiran


" Kenapa emangnya sama bocah kesayangan ku itu,kamu santai saja jangan terlalu mengekang anak begitu ,dua juga butuh sosialisasi jadi,janganlah kamu larang-larang." ucap Abi mendapat tatapan tajam dari Kiran.


" Aku cuma ingin melindunginya Abi." ucap Kiran dengan mode galaknya.


" Dengan melarang dia ini itu,kamu memang dia Raa.."ucap Abi dengan wajah serius.


" Tapi,kamu lihat kehidupan kita..nasib kita kayak gini juga akibat kita menikah muda aku nggak mau Bia juga mengalami hal serupa ,apalagi Bia anak yang polos aku takut dia terkena bujuk rayu laki-laki." ucap Kiran


" Tapi, nggak perlu begitu Raa..sampai kamu marahin dia seharian nggak boleh interaksi sama laki-laki,itu yang buat dia nantinya jadi pemberontak..dan malah dia akan sembunyi sembunyi dari kita,dan kita yang akan rugi juga." terang Abi


" Kamu itu tau apa sih tentang Bia ,kamu baru kemarin ketemu anak itu,aku yang sedari kandungan dan aku yang merawatnya,aku lebih tau dari kamu Bii.."ucap Kiran dengan menggebu.


" Kiran,oke aku nggak ada saat dia di kandungan kamu,aku pun nggak tau aku punya anak dari kamu..tapi, tolong dengar aku mau bicara.Kamu nggak mau anak kamu terjerumus atau kamu takut anak kamu ini dan itu,jadi tugas kita itu mengawasi dari jauh dan memberikan pemahaman kepada dia supaya tidak melakukan pergaulan bebas,kalau kita memberikan pemahaman pastinya anak kita akan ngerti,dia cerdas kok..,kita jelaskan batasan-batasan nya dan tolong berikan dia kepercayaan itu juga akan lebih dari cukup ." ucap Abi panjang lebar.


" Aku ngomongin dan ngasuh dia sendirian kadang rasanya lelah sekali." keluh Kiran.


" Kamu lelah,kita masih suami istri Kiran..dan kalau kamu mau kita ijab qobul lagi kalau kamu meragukan ke absahan status kita." ucap Abi.


" Kamu lagi ada-ada saja,kamu punya Aura dan aku juga sedang dekat dengan Kris,nggak mungkin lah kita balik..mendingan kamu urus surat menyurat soal perceraian kita." ucap Kiran.


Sungguh sulit mendapatkan cinta Kiran kembali,apalagi dengan statusnya yang masih belum up ke publik.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2